SUARA DESA 

Dusun Pasung, Langganan Banjir yang Terabaikan.?

Lombok Tengah SR- Akibat hujan 24 jam terakhir, di Lombok Tengah (Loteng), sejumlah titik mengalami banjir, seperti di Kecamatan Praya Timur, yang menimpa Desa Semoyang, Desa Beleka dan Desa Ganti Loteng. termasuk di Kecamatan Pujut Loteng.

Di Kecamatan terluas di Loteng ini, terutama di Pasung Desa Bangket Parak, juga mengalami hal yang sama. Dan malah di Dusun Pasung Desa Bangket Parak ini, satu satunya wilayah langganan banjir.

Kepala Desa Bangket Parak Genah Genuh SH, via Ponselnya mengatakan, di Desa Bangket Parak, terdapat dua Dusun yang mengalami banjir, diantaranya Dusun Sengkudul dan Dusun Pasung.

“Dua Dusun ini memang setiap tahun, wajib mengalami banjir, termasuk sekarang,” katanya, Kamis (24/01/2019) lalu.

Dimana di dua Dusun ini, yang memiliki jumlah penduduknya kurang lebih 300 Kepala Keluarga (KK) dan satu buah Sekolah Dasar Negeri (SDN). Untuk SD sendiri lanjutnya, pihaknya sudah meminta kepala sekolahnya untuk diliburkan, selama air belum surut.

Sedangkan untuk masyarakat, pihaknya sudah menghimbau agar segera meninggalkan rumah dan naik ke perbukitan.

Sebab, pihaknya melihat kiriman air menuju kampung mereka, akan terus datang, sehingga pihaknya meminta untuk naik ke perbukitan, guna menghindari hal hal yang tak diharapkan.

Diakuinya, di dua kampung ini memang selalu menjadi langganan banjir, seringnya jadi langganan banjir, pihaknya sudah berulang kali meminta agar dilakukan penataan atau saluran irigasi segera di talud.

Akan tetapi sampai saat ini, pemda Loteng belum juga memenuhi permintaan tersebut. “Saya memang baru dilantik sebagai kepala desa, namun saya tahu usulan pemdes Bangket Parak, termasuk penalutan saluran irigasi,” paparnya.

Sementara itu sebelumnya Sekretaris Daerah (Sekda) Loteng HM Nursiah mengaku, Dusun Pasung Desa Bangket Parak Kecamatan Pujut Loteng, tidak masuk dalam perencanaan penganggaran 2019.

Dan jika pada musim hujan ini, Dusun Pasung kembali bernasib sama seperti tahun lalu, yakni mengalami banjir, yang bisa dilakukan pemkab Loteng adalah, mempersiapkan siaga bencana.

“Untuk penganggaran Dusun Pasung Desa Bangket Parak Kecamatan Pujut Loteng, tidak masuk perencanaan, jadi jika banjir seperti tahun lalu kembali terjadi, yang bisa kita lakukan hanyalah siaga bencana saja,” katanya.

Diakuinya, kampung tersebut berada di bawah lereng gunung, artinya kampung tersebut diapit oleh gunung, sehingga setiap hujan datang pastinya air kiriman dari beberapa gunung tersebut, pasti mengalir ke perkampungan termasuk ke pasilitas pendidikan yang ada.

Untuk mengatasi hal itu, sebelumnya wacana untuk evakuasi ada, namunitu suatu hal yang sangat sulit, sebab masyarakat setempat sudah pasti tidak mau meninggalkan kampung mereka. Lebihnya lagi mereka yang memiliki tempat bagus dan memiliki tempat penghasilan.

“Dulu, merelokasi mereka itu rencana ada, cuman kami dari pekab tidak bisa memaksakan masyarakat untuk pindah dan sudah pasti mereka juga tidak mungkin mau meninggalkan kelahiran mereka,” ungkapnya.

Sehingga hal inilah yang menjadi salah satu dasar tidak dimasukkan dalam perencanaan, sehingga jaln yang akan dilakukan pemkab adalah siaga bencana, seperti tahun sebelumnya.

“Hanya siaga bencana saja yang akan kita lakukan, jika banjir kembali melanda Dusun Pasung,” ulangnya.

Sementara itu sebelumnya, Bupati Loteng H. Moh Suhaili FT SH MM, mengaku SDN Pasung harus dipindahkan, termasuk masyarakat di sana, sebab jika di diamkan, dikhawatirkan banjir kembali melanda. (ap)

Related posts