Pemda KSB Gelar Rapat Percepatan Pembangunan Pasca Bencana

Pemda KSB Gelar Rapat Percepatan Pembangunan Pasca Bencana

 Sumbawa Barat SR- Pemerintah daerah Kabupaten Sumbawa Barat,  menggelar rapat kordinasi percepatan pembangunan rumah pasca gempa bumi bertempat di Aula Kantor camat Brang Rea yang dipimpin langsung Sekda Sumbawa Barat, A. Azis SH,MH, Selasa ( 15 /01/2019) lalu.

Turut hadir dalam rapat kordinasi tersebut – Asisten 3 KSB Dr. Ir. H. Amry Rahman, M.Si – Asn Pendamping – Kepala pelaksana BPBD KSB – Camat Brang Rea Abdul Rahim MM. – Danramil Taliwang Kapten inf. I Ny. Suarka – Kapolsek Brang Rea Iptu Made Wikertayasa – Danposramil Brang Rea Serma Budiono – Bhabinsa Dan Bhabinkamtibmas  – Kepala Desa SeKecamatan Brang Rea – Agen PDPGR Kec. Brang Rea,PDPGR Desa Dan PDPGR Peliuk Se Kec. Brang Rea – Rekompak Fasilitator dengan jumlah yang hadir 80 orang

Camat Brang Rea, Abdul Rahim MM., dalam laporannya mengemukakan bahwa di kecamatan Brang Rea, akibat terdampak gempa bumi, rumah yang rusak berat 197 rumah, rusak sedang, 789 rumah , rusak ringan, 1004 rumah, hingga saat ini masyarakatnya selalu mempertanyakan kepastian kapan proses pembangunan dimulai, karena kondisi saat ini sudah musim penghujan tiba, belum lagi disibukkan dengan masuknya musim tanam padi. Hal ini membuat warga kebingungan mencari nafkah.

“Hingga saat ini masyarakat mempertanyakan kepastian dimulainya pembangunan rumah terdampak gempa,” kata Camat.

 Secara umum, kami telah mendata persoalan progres untuk pembangunan rumah terdampak gempa, hambatan memang tidak terlalu banyak namun masyarakat masih mempertanyakan untuk kepastian dana.

 Sementara dalam sambutannya, Sekda KSB A. Azis, mengajak bersama-sama bekerja sama dalam melaksanakan rekonstruksi pembangunan rumah terdampak gempa sehingga masalah penanganan bencana dapat cepat terselesaikan.” Dalam penanganan bencana kita akan adopsi sistem PDPGR , untuk itu tim Pokmas harus mengenali Rekompak, serta fasilitator yang sudah di tugaskan di Kecamatan Brang Rea ini,” kata Sekda

Menurut Sekda, bahwa kalau melihat di daerah lain sangat sulit membuat Pokmas karena belum ada acuan perdanya , namun di KSB ini sudah mengadopsi Pliuk menjadi Pokmas karena sudah ada payung hukumnya melalui Perda PDPGR.

Lanjut Sekda untuk pilihan rumah memang ada beberapa pilihan, yang dimana menurut pemerintah KSB lebih memilih Rumah Konvensional(Ruko) yang Insyha Allah akan tahan terhadap gempa. “Yang terpenting agar semua bergerak dan melakukan percepatan penanganan dengan target bulan Maret seluruh percepatan  sudah dapat tercapai ” kata Sekda meyakinkan.

 Sedangkan untuk dana oprasional Pokmas itu memang ada honor,  namun tidak ada nominal, yang di pergunakan untuk membeli ATK.

Selain itu, Sekda juga menginginkan kepada seluruh masyarakat bersama elemen TNI/Polri turut membantu kinerja pemerintah dengan saling bergotong royong membangun daerah yang terkena dampak guncangan gempa.  “Kami harap masyarakat bisa bergotong royong. Karena kami tidak mau lihat mereka termenung dan termangu-mangu tanpa melakukan apa pun, sehingga tak sehat secara jasmani dan rohani,” pinta Sekda .

Sekda juga  memastikan bahwa pemerintah juga memberikan bantuan sebesar Rp 50 juta kepada warga  yang rumahnya mengalami kerusakan parah. Uang tersebut nantinya akan dibagi secara bertahap.  ( Edi )

Share this post