SUARA PENDIDIKAN 

Penanganan Sekolah Terdampak Gempabumi Rampung Akhir Januari

Ada 4 kecamatan di Lombok Timur dalam kondisi terparah terdampak bencana Gempa Bumi Lombok secara beruntun dalam kurun waktu tanggal 27 Juli, 5 Agustus, 9 Agustus, dan 19 Agustus 2018 yang lalu. Keempat wilayah tersebut adalah Kecamatan Sembalun, Sambelia, Suela, dan Pringgabaya. Kerusakan infrastruktur sarana pendidikan merupakan bagian yang harus selesai dituntaskan dalam masa Transisi ke Pemulihan Rehabilitas dan Rekonstruksi di wilayah terdampak. Ada 3 kategori kerusakan yaitu Rusak Berat (RB), Rusak Sedang (RS), dan Rusak Ringan (RR). Penanganan secara bertahap saat ini sedang berjalan, dalam tahap penyelesaian bahkan ada yang sudah rampung. Sebagaimana disampaikan beberapa narasumber dari UPTD Dikbud Pringgabaya dan beberapa Satuan Pendidikan, kepada awak Suara Rinjani beberapa waktu lalu.

Lombok Timur, SR – Penanganan pasca Gempabumi bidang infrastruktur Sekolah terdampak dalam masa transisi dilakukan dalam 2 tahap. Tahap pertama, untuk rehabilitasi RS, RR dan rekonstruksi bangunan sementara bagi yang RB. Sedangkan tahap kedua untuk rekonstruksi (pembangunan kembali) bangunan yang RB. Untuk pengerjaan tahap pertama dilakukan secara swakelola dengan dana dari Pemda. Sedangkan untuk tahap kedua merupakan kebijakan dan kewenangan Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Penataan Ruangan).

H Buhri, S.Pd., Kepala UPTD Dikbud Kecamatan Pringgabaya, Kamis (10/1) lalu menyampaikan, satuan pendidikan Sekolah Dasar di wilayah binaannya yang terdampak gempabumi dengan kondisi RR, SD, dan RB. Kata dia, sekolah yang rusak ringan dan rusak sedang (RR dan RS) dirinci menjadi 12 unit SD. Sementara sekolah terdampak RB adalah sebanyak 8 unit.

“Adapun 12 sekolah yang RR dan RS adalah : SDN 1 Labuhan Lombok, SDN 1 Pringgabaya, SDN 4 Batuyang, SDN 7 Batuyang, SDN 1 Batuyang, SDN 3 Pohgading, SDN 7 Pohgading, SDN 1 Kerumut, SDN 2 Kerumut, SDN 3 Bagik Papan, SDN 6 Pringgabaya, dan SDN 6 Apitaik. Sedangkan sekolah yang Rusak Berat adalah : SDN 3 Pringgabaya, SDN 4 Pringgabaya, SDN 7 Pringgabaya, SDN 2 Batuyang, SDN 2 Pohgading, SDN 5 Pohgading, SDN 5 Labuhan Lombok, dan SDN 9 Labuhan Lombok,” papar Buhri.

Buhri menjelaskan, pihaknya memastikan paling lambat akhir Januari kondisi KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) di wilayah Kecamatan Pringgabaya berjalan normal, karena bangunan gedung sudah jadi. Dari 12 sekolah yang RS dan RR baru 2 (dua) unit yang sudah rampung yaitu SDN 1 Labuhan Lombok dan SDN 2 Kerumut. Kegiatan tahap pertama dengan tenggang waktu 105 hari sejak dana diterima.

“Bagi sekolah yang sudah rampung berarti menerima dana lebih awal, namun rata-rata sekolah yang sedang dikerjakan sudah hampir rampung. Insya Allah paling lambat akhir Januari ini rampung 100 %. Dengan demikian proses KBM berjalan normal, tidak ada lagi yang belajar di tenda maupun di emperan sekolah,” terang Buhri.

Sementara itu, Kepala SMPN 1 Pringgabaya, Drs. Muhsin, M.Pd., menyampaikan bahwa, dari sejumlah 32 rombel yang rusak berat dan rentan dengan resiko sejumlah 12 rombel, termasuk juga ruang kantor dan ruang guru serta ruang rapat. Kata dia, saat ini sedang dalam penyelesaian 1 kopel dari 2 kopel rombel semi permanen yang dikerjakan sejak 10 Desember lalu. Menurutnya, untuk 1 kopel terdiri dari 3 rombel (rombongan belajar), berarti untuk 2 kopel menjadi 6 rombel.

“Insya Allah akhir Januari 2019 ini rampung, sehingga proses KBM berjalan normal kembali (masuk pagi semua). Sementara ini, siswa masih belajar pagi sore,” kata Muhsin.

Terpisah, Kepala SDN 7 Pringgabaya, Mulyati, S.Pd., menyampaikan, saat ini sedang dalam penyelesaian rombel darurat (sementara) semi permanen. Saat ini siswanya masih belajar dalam tenda. Diakuuinya, semua rombel SDN 7 (enam kelas) rusak berat dan roboh dengan tanah digoncang gempabumi beruntun beberapa bulan lalu yang miliki dampak cukup luas.

“Insya Allah akhir Januari ruang belajar sementara (semi permanen) rampung, dan proses KBM normal (tidak belajar dalam tenda). Sedangkan untuk pembangunan rombel permanen sudah diukur oleh PUPR dan Insya Allah dalam 6 bulan ke depan jadi,” ujar Mulyati (Kus).

 

Related posts

%d blogger menyukai ini: