Dandim : Saya Tidak Alergi Dikritik Wartawan

Dandim : Saya Tidak Alergi  Dikritik Wartawan

Lombok Tengah SR – Dandim 1620 / Lombok Tengah (Loteng), Letkol CZI Prastiwanto mengatakan, meminta kepada seluruh awak media, baik cetak maupun elektronik nantinya kinerjanya selama berada di wilayah pemerintahan Kabupaten Loteng, dapat dikawal atau diperhatikan serta sepenuhnya Tidak akan alergi terhadap semua masukan dan kritikan yang diterima pihaknya.
Demikian disampaikan didepan seluruh wartawan dari berbagai media dalam acara “Silaturahmi Dandim 1620 / Loteng dengan Pers/Wartawan”, Senin (07/01/2019) lalu.
Kegiatan acara tersebut sengaja digelar pihak Kodim 1620 / Loteng dengan mengundang seluruh awak media yang bertugas di Gumi Tatas Tuhu Trasna, untuk mengeratkan hubungan silaturahim, karena Dandim baru saja mulai bertugas di Lombok Tengah.
Selain memperkenalkan diri secara resmi tidak lupa disampaikan Dandim tentang beberapa hal riwayat hidupnya juga fase serta tingkatan pendidikan yang ditempuh atau dijalani. Baik itu terkait seputar pelatihan dan pendididikan militer sekaligus beberapa jabatan di TNI pernah dipercayakan atasannya untuk disandang selama bertugas di TNI.
“Saya orang Madura, kedua orang tua saya juga asli Madura. Saya dari keluarga sederhana dan Insha Alloh dari keturunan baik – baik juga. Alhamdulillah saya muslim, sejak saya kecil orang tua saya cukup keras mendidik. Terutama menanamkan kedisiplinan serta akhlak yang baik, taat menjalankan ibadah agama Islam tentunya,” papar Prastiwanto.
Selanjutnya tidak lupa diungkapkan Letkol CZI Prastiwanto, bagaimana menjaga kekondusifitasan keamanan, kenyamanan, dan kedamaian di wilayah hukum Kab, Loteng, diakui pula pihaknya tidak akan bisa maksimal tercapai tanpa adanya kerjasama dan koordinasi dari berbagai pihak tingkatan masyarakat.
“Terutama sekali, teman-teman wartawan sangat berperan penting dalam hal membantu aparatur negara di setiap daerah guna maksimal menciptakan kondisi tadi,” ungkapnya.
Dikarenakan lanjutnya, tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) seorang wartawan selama ini begitu sangat penting dalam hal ikut membantu menjaga kesatuan Negara Kedaulatan Republik Indonesia (NKRI). Dengan melalui penyampaian berita dan informasi yang baik, berimbang, mendidik juga terarah akan mampu penuhi dan menambah wawasan sekaligus juga menjawab sejumlah pertanyaan yang kemungkinan sebelumnya menjadi prasangka negative sejumlah warga. Khususnya yang memiliki tendensi (kepentingan) secara langsung dalam suatu persoalan, seperti menyangkut berjalannya program pembangunan maupun persoalan sejenis lainnya semisal terkait kepentingan kemaslahatan kesejahteraan warga di daerah.
“Jikapun nantinya saya tidak maksimal maupun ternyata salah dalam menjalankan tugas disini, saya legowo untuk dikritik dan sangat senang apabila diberi masukan. Namun sebelumnya, perlu ada klarifikasi atau konfirmasi kepada saya apabila suatu saat nanti ada persoalan terkait kinerja saya,yang jelas saya pribadi tidak alergi jikapun dikrikit,” tuturnya berterus terang.
Untuk itu ungkapnya lagi, secara langsung mau tidak mau seorang wartawan memang dituntut untuk harus memiliki wawasan luas, cerdas dan tangkas, punya mental serta keberanian kuat. Paling terpenting sekali adalah adanya kesportifitasan kejujuran dalam membuat atau mengemas suatu berita, netral pada salah satu narasumber, tidak mementingkan kepentingan ataupun keuntungan pribadi semata. Dan sepenuhnya mau ikut membantu mengawal sejumlah program anggaran pembangunan fisik dan nonfisik yang ada di daerah sehingga mampu berjalan dengan baik dan maksimal.
Kembali diungkapkan, tanpa ada maksud mengintimidasi kerja para wartawan dalam menyampaikan berita kepada publik yang sangat perlu diingat untuk diaplikasikan sebaik dan semaksimal mungkin dalam hal ini adalah, para wartawan hendaknya mau berusaha dan berupaya untuk mendapatkan konfirmasi tentang kebenaran suatu informasi terlebih dahulu sebelum ditulis untuk selanjutnya diterbitkan. Jika tidak, besar kemungkinan akan terjadi kesalahpahaman yang bisa saja berujung menimbulkan keributan dan kekacauan ditengah – tengah masyarakat.
“Ini bukan mengintimidas, tepatnya mungkin saling mengingatkan saja, karena maju tidaknya suatu daerah tergantung peran dari wartawan. Bila wartawan memberitakan persoalan dengan baik, berimbang,tidak memprovokasi, pasti akan tercipta kondisi aman. Jika sudah begitu, maka Insha Alloh di daerah saya yakin perekonomiannya pun akan dapat berjalan lancar, berkembang, dan meningkat baik. Sekali lagi saya pribadi mewakili anggota lainnya tidak alergi dikritik apabila dalam bekerja ada yang salah,” pintanya.
Terakhir diharapkan Dandim, semisal nantinya dilapangan kebetulan ada diketahui dan ditemui wartawan, ternyata salah satu oknum TNI ada yang terlibat tindak kejahatan kriminal. Semisal terlibat ilegal logging, narkoba, curanmor, curas, penipuan, pemukulan, perkelahian, dan jenis kejahatan lainnya yang memang melanggar hukum. Disarankan, sebaiknya supaya segera diinformasikan langsung ke pihaknya untuk kemudian ditindak lanjuti. Pihaknya berjanji tanpa pandang bulu, sekalipun terhadap oknum anggota TNI apabila terbukti bersalah wajib untuk diproses hukum.
“Kalau ada, segera laporkan kepada saya. Jika memang oknum tersebut terbukti bersalah, Insha Alloh tanpa pandang bulu pasti akan kita proses, tindak tegas sesuai dengan peraturan dan perundangan hukum negara yang berlaku,” pungkasnya. (ang)

Share this post