Menemukan Ibu Kandungnya Ditiduri, Anak Nekat Habisi Kepala Dusun

Menemukan Ibu Kandungnya Ditiduri, Anak Nekat Habisi Kepala Dusun

Lombok Barat SR – Hubungan terlarang ibu kandung dengan oknum Kepala Dusun (Kadus), menyeret seorang anak harus berakhir di penjara. Kasus yang berawal seorang pemuda inisal M, ( 28) warga asal Dusun Batu Sakti Desa Kedaro Sekotong, nekad membunuh Kepala Dusun Sahnim (50). Peristiwa yang menyita perhatian banyak publik ini sempat geger. Awalnya pelaku dan korban sempat bersitegang dan adu fisik diarea persawahan, hingga akhirnya seorang bapak 50 tahun ini terkapar bersimbah darah ditangan pemuda yang menggunakan senjata tajam (sajam) dengan sejumlah luka sobekan.
Kepolisian Resort Lombok Barat langsung bergerak cepat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), setelah sebelumnya mendapat laporan dari masyarakat setempat. Hasilnya, pembunuhan terungkap dan sejumlah barang bukti berhasil diamankan.
Kapolres Lobar AKBP Hery Wahyudi mengungkapkan, kasus kejadian pembunuhan di wilayah Sekotong yang terjadi pada Jum’at malam (11/1) lalu sekitar pukul 21.00 wita, menyeret salah seorang tersangka, M.
“Kami telah mendatangi TKP dan melakukan olah TKP di Dusun Batu Sakti Desa Kedaro Kecamatan Sekotong dengan korban atas nama Sahnim (50) seorang Kepala Dusun Batu Sakti Desa Kedaro Lobar,” jelasnya.
Kronologi kejadian, kata Hery, korban Sahnim yang diketahui dan dipergoki pelaku sedang melakukan perbuatan layaknya suami istri terhadap ibu kandung pelaku. Namun sebelumnya pelaku yang datang ke rumahnya dan mendapati ibunya yang masih terlihat nonton TV. Sekitar 10 menit sesudah itu, pelaku sempat mengambil air minum, namun sekembalinya mengambil air minum, pelaku tidak menemukan ibunya di rumah.
“Sesaat setelah kembali ke rumah habis ambil air minum, hanya TV saja yang menyala, ibu pelaku tak ada ditempat,” terangnya.
Pelaku yang tak melihat ibu dalam seketika, akhirnya dia keluar dan hendak meminjam senter di tetangga terdekat dan langsung mencari selama kurang lebih 10 menit. Ditengah pencariannya, pelaku mendengar ada suara di sekitar persawahan. Pelaku yang curiga, langsung perlahan dan mendatangi sumber suara sampai akhirnya ditemukan ibu dan korban Sahnim yang sedang melakukan perbuatan terlarang.
“Saat itu pula, korban yang hendak melarikan diri bisa ditahan pelaku dan sempat terjadi perkelahian tangan kosong,” bebernya.
Perkelahian yang berlanjut dan sempat terjadi kejar kejaran beberapa kali, namun naas korban yang menabrak pohon, saat itulah pelaku mengambil kesempatan dengan menghajarnya. Sebilah pisau yang berhasil diraih dari tangan korban, lalu menghunus, merobek dan melukai badan korban.
“Tidak puas dengan itu, pelaku juga memukulinya dengan batu berkali kali, hingga akhirnya korban merenggang nyawa saat itu juga,” kata Hery dalam konferensi persnya.
Hasil visum Puskesmas Sekotong, terdapat luka di bagian kepala sebelah kiri, bibir atas mengalami sobek, luka sobek di bagian lengan sebelah kiri, luka sobek dipahami dan kebanyakan lukanya akibat tusukan sajam.
“Polisi yang berupaya agar dilakukan otopsi, namun keluarga korban menolak. Makanya dilakukan visum luar dengan tenaga dokter,” sebutnya.
Pelaku dikenakan pasal 338. Subsider 351 ayat 3 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun. Selain itu, pasal 3 ayat 1 dengan ancaman 7 tahun kurungan penjarahan.
“Sedangkan ibu dari pelaku, hanya dimintai ketengan sebagai saksi saja,” pungkasnya. (W@N)

Share this post