Pemkab Gelar “Sangkep Warige” Tentukan Bau Nyale

Pemkab Gelar “Sangkep Warige” Tentukan Bau Nyale

Lombok Tengah SR – Setelah sebelumnya melakukan rapat koordinasi antara Pemkab Lombok Tengah (Loteng) dengan Pemprov NTB terkait persiapan pelaksanaan event bau nyale tahun 2019 ini. Kini Pemda melalui tokoh adat dan tokoh masyarakat melakukan ritual “Sangkep Warge” untuk melakukan musyawarah terkait waktu yang tepat untuk melaksanakan event tersebut.
Dalam ritual tersebut, para tokoh adat yang berada di gumi Tatas Tuhu Trasna melaksanakan musywarah di Desa Adat Ende Kecamatan Pujut dan dihadiri oleh Kadis Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) Lombok Tengah H.Lalu Putria, Camat Pujut Lalu Sungkul, serta para pemangku tokoh adat dan tokoh masyarakat yang berada di wilayah Kecamatan Pujut dan sekitarnya, hasilnya mereka sepakat bahwa pelaksanaan bau nyale akan dilaksanakan pada 24-25 Februari 2019 mendatang atau tepatnya mulai Minggu dan malam Senin.
Kepala Dinas (Kadis) Kebudayaan dan Pariwisata Lombok Tengah, Lalu Muh Putria menyampaikan, bahwa kegiatan bau nyale sudah disepakati bersama waktunya. Dimana kegiatan itu bukan semata- mata merupakan keinginan dari Pemerintah Lombok Tengah. Namun kegiatan ini adalah suatu peninggalan leluhur yang harus di jaga, dilestarikan dan harus dilaksanakan untuk ditunjukkan kepada masyarakat luas, terlebih sudah menjadi event nasional.
“Teradisi bau nyale sebagai moment untuk kita tunjukkan kepada dunia bahwa inilah peninggalan dari leluhur kita yang harus tetap di jaga kelestarianya. Agar kedepan anak cucu kita bisa merasakan teradisi yang selalu kita laksanakan setiap tahunnya,”ungkap Lalu Futria saat ditemui dilokasi kegiatan Sangkep Warege di Desa Ende, Kamis (10/01/2019) lalu.
Lebih jauh disampaikan, bahwa dengan adanya teradisi bau nyale tersebut salah satu upaya juga untuk bagaimana menarik minat para wisatawan untuk datang ke Lombok Tengah. Terlebih saat ini, daerah tersebut sudah menjadi daerah yang sangat banyak diminati oleh para wisatawan dengan banyaknya destinasi wisata yang begitu indah diberbagai Daerah.
“Terlebih ditambah dengan keberadaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang menjadi priotritas skala nasional. Sebagai salah satu cara untuk bagaimana memperomosikan wisata budaya kepada dunia. Sehingga selain untuk melestarikan tradisi yang sudah ada, maka kegiatan bau nyale sebagai maknet untuk mendukung pengembangan pariwisata,”jelasnya.
Melalui perdebatan yang begitu panjang yang dilakukan oleh para tokoh adat dan tokoh masyarakat yang berada di Lombok Tengah, Akhirnya diputuskan bahwa bau nyale akan keluar pada tanggal 24-25 Februari mendatang. Untuk itu, dalam memeriahkan kegiatan itu. Pemkab Lombok Tengah akan melaksanakan berbagai kegiatan untuk menyambutnya selain dari agenda pemerintah pusat.
“Sebelum pelaksanaan bau nyale, maka kita akan melaksanakan berbagai kegiatan seperti parade budaya, pemilihan putri mandalika, festival gendang belek, lomba paralayang, voli pantai tingkat dunia dan ada hiburan baik dari musik teradisional bahkan pada pembukaanya kita lakukan zikir dan doa,”jelasnya.
Ditetapkanya 24-25 Februari untuk kegiatan bau nyale itu, karena oleh para tokoh menetapkan berdasarkan penanggalan sasak. Dimana pada tanggal tersebut, bertepatan dengan tanggal 20 bulan sepuluh pada penanggalan masyarakat sasak. “Kegiatan bau nyale tahun 2019 lebih semarak dan jauh beda dengan tahun- tahun sebelumnya. Kita berharap dengan kegiatan ini membuat banyak wisatawan yang datang ke Lombok Tengah,”jelasnya
Disampaikanya event bau nyale itu sudah masuk menjadi kalender event besar nasional, sehingga dalam kegiatan nantinya yang mendesain segala kegiatan juga dari para ahli yang berskala nasional pula.
“Kita akan buat model baru sehingga sebelum kegiatan hingga selesai puncak kegiatan bau nyale. Maka akan kita meriahkan dengan berbagai kegiatan hiburan. Tentunya meskipun kegiatanya tidak jauh beda dengan tahun sebelumnya namun kita usahakan agar lebih maksimal,”tegasnya.(ang)

Advertisements

Share this post

Post Comment

Or