Usai Dilantik, Perangkat Desa Mamben Baru Tanda Tangani Pakta Intergritas

Usai Dilantik, Perangkat Desa Mamben Baru Tanda Tangani Pakta Intergritas

Lombok Timur SR- Kamis (10/1) lalu, pemerintah Desa Mamben Baru Kecamatan Wanasaba mengukuhkan pengukuhan 9 orang perangkat desa. Dari Sembilan perangkat desa yang dikukuhkan, 6 diantaranya sebagai kepala urusan (Kaur) dan 3 kepala dusun (Kadus).
Berbeda dari pelaksanaan pelantikan dan pengukuhan perangkat yang dilaksanakan oleh desa-desa lainnya, di Desa Mamben Baru, setelah pengambilan sumpah, perangkat yang di kukuhkan langsung membacakan dan menanda tangani pakta integritas. Pakta integritas tersebut berisi tentang kesanggupan untuk bertanggung jawab atas pekerjaan masing-masing bidang, bekerja dengan sungguh-sungguh, disiplin, loyal terhadap pimpinan, mentaati peraturan yang berlaku serta mendahulukan kepentingan umum (masyarakat) daripada kepentingan peribadi.
Kepala Desa Mamben Baru Lukman, S.PdI ditemui diruang kerjanya usai pelantikan mengatakan bahwa penandatanganan Pakta Integritas tidak ada paksaan atau tekanan, merupakan kesadaran diri sendiri dan ini merupakan kesepakatan bersama antara kepala desa dan perangkatnya.
“Pakta integritas juga sebagai alat ukur untuk mengevaluasi perangkat desa,k erja-kerja kita kedepan sangat berat, oleh karena itu kalau tidak ditunjang oleh kinerja yang bagus, persiapan yang bagus, kita tidak bisa berlari kencang. Oleh karena itu salah satu cara kita adalah harus ada kesepakan atau MoU dan itulah pakta integritas yang di tanda tangani,” terangnya.
Lebih jauh Lukman mengatakan, bahwa pada pola sebelumnya, sebelum pengukuhan dan penanda tanganan pakta integritas, sebenarnya sudah dilakukan evaluasi mingguan, setiap Senin sebelum bekerja diselenggarkan rapat interen, mengevaluasi kinerja yang telah dilakukan dan meminta target atau capaian yang harus dicapai untuk kinerja berikutnya.
“Dalam pakta intergritas itu, ada sanksi-sanksi yang mereka sanggupi apabila tidak dapat menjalankan tugas sebagaimana yang tertuang dalam dokument pakta integritas tersebut, misalnya dari pembinaan, peringatan lisan, tertulis dan dari beberapa peringatan hingga ke pemberhentian sebagai perangkat desa,”urainya.
Lukman menyadari bahwa sangat tidak adil jika hanya dapat memberikan sanksi pada perangkat yang telah melakukan pelanggaran, akan tetapi harus juga mampu memberikan penghargaan bagi perangkat yang mampu melaksanakan tugas-tugasnya dengan baik. “Pemimpin yang adil tidak hanya mampu memberikan sanksi bagi yang melanggar, tapi juga harus dapat memberikan penghargaan bagi yang berprestasi, ya punishment dan reward itu harus didudukkan dengan tepat,” bebernya.
Sedangkan dalam rangka mewujudkan perangkat desa yang profesional, Kades Mamben BNaru mengaku telah berencana akan melakukan pembinaan berupa bimbingan teknis adaministrasi pemerintahan atau penata usahaan yang nantinya tidaka hanya dari instansi terkait seperti nara sumber dari Dinas PMD akan tetapi juga dari akademisi.
“ Sudah kita rencanakan bahwa nanti kita ada bimtek, kita akan kerjasama dengan dinas PMD juga dari kalangan kademisi, untuk mewujudkan aparatur yang profesional” pungkasnya. (Adi)

Share this post