Sekdis PMD : Membangun, Jangan Andalkan Dana Desa Saja

Sekdis PMD : Membangun, Jangan Andalkan Dana Desa Saja

Lombok Timur, SR – Sesuai dengan UU No. 6 Tahun 2014 tentang desa dan program Nawacita ke-3 pemerintahan Jokowi-JK membangun dari pinggiran dengan memperkuat daerah dan desa dan sejalan dengan salah satu visi misi pasangan Bupati Lombok Timur H. Sukiman Azmi dan H. Rumaksi membangun dari desa.
Kepala Desa dan masyarakat Desa Banjar Sari yang telah membangun Kolam Taman Sari ini sebagai obyek wisata untuk meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) dan ini tentu merupakan terobosan baru yang harus mendapat dukungan dari semua pihak.
Demikian dikatakan Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Lombok Timur, Agus Masri Hadi saat menyampaikan sambutannya, di acara Hari Jadi Ke-8 dan Lounching Kolam Taman Sari Desa Banjar Sari Kecamatan Labuhan Haji, Minggu, (30/12/2018) lalu.
Sambung Agus, sejak tahun 2015 setiap tahun desa-desa di seluruh Indonesia mendapatkan dukungan dari APBN yakni berupa dana desa (DD). Untuk kabupaten Lombok Timur mendapatkan kurang lebih 254 miliar pada tahun 2018, sedangkan pada tahun 2019 ini meningkat menjadi 307 miliar.
“Semoga dana yang cukup besar ini dapat dimanfaatkan dan dapat kita kawal bersama agar sesuai dengan peruntukkannya, sesuai dengan kegiatan-kegiatan pembangunan yang tepat sasaran, sesuai dengan prioritas dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing desa,” harapnya.
Namun demikian, lanjut Agus, dana desa pasti tidak mencukupi kebutuhan masyarakat di desa, sehingga jangan mengandalkan dana desa saja, desa banjar sari memiliki potensi dan sumberdaya yang perlu ditumbuh kembangkan untuk kemajuan desa, untuk itulah pemerintah desa diharapkan menjalin komunikasi dengan baik kepada semua pihak untuk memperoleh dukungan dari luar dana desa yang ada.
“Kepada pak kades supaya membangun komunikasi dengan baik, tidak cukup mengandalkan dana desa saja, harus bekerja sama, dengan semua pihak, baik di dinas yang ada dikabupaten dan provinsi bahkan kementerian lembaga yang ada dipusat supaya mendapatkan perhatin dari pihak-pihak tersbut,”pintanya.
Sementara itu pada kesempatan yang sama, Kepala Desa Banjar Sari Zuhri, S. Ag, juga mengakui bahwa dana desa memang dirasa masih sangat kurang untuk dapat berbuat maksimal, seperti halnya dengan Kolam Taman Sari yang telah dibangun yang hingga saat ini masih belum sempurna, masih banyak yang harus dibenahi, sehingga ia meminta semua pihak untuk dapat berpartisipasi membantu desa banjar sari agar objek wisata kolam taman sari dapat dioptimalkan pemanfaatannya.
“Kita berharap pemerintah di semua tingkatan juga para anggota dewan dan atau calon anggota dewan di tahun 2019 agar dapat kiranya membantu kami, dana desa sebutannya saja banyak akan tetapi peruntukannya juga banyak, kami memang dapat dana desa mencapai satu miliar lebih tapi untuk pajak saja hampir dua ratus jutaan,”paparnya.
Pada acara hari jadi Desa Banjar Sari yang ke-8, dihadiri Camat Labuhan Haji, Kapolsek Labuhan Haji, Danramil Labuhan Haji, Sekdis DPMD, Kabid Dinas Pariwisata beserta beberapa unsur pimpinan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Timur dan DPRD provinsi NTB. (adi)

Share this post