SUARA LOTENG 

Anak Bawah Umur, Dipastikan Kantongi Identitas Lengkap

Lombok Tengah SR- Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Duckapil) Lombok Tengah (Loteng) Baiq Anita Nindiana diruang kerjanya kemarin mengaku, banyak program yang semestinya sudah terlaksana dengan baik, sampai saat ini berjalan tersendat sendat.
Salah satunya melengkapi kartu identitas anak, terutama anak yang berada di bawah umur atau 17 tahun ke bawah. “ Kalau tidak salah, dulu pada tanggal 1 Juni tahun 2016 silam, pemerinah pusat pernah melahirkan program kia, hanya saja program tersebut di Loteng belum berjalan maksimal,” katanya beberapa waktu lalu.
Tersumbatnya program KIA tersebut, pihaknya merencanakan di awal tahun 2019 ini, program pemerintah pusat tersebut akan dimaksimalkan. “Saya tidak menyalahkan kalau program KIA belum maksimal, cuman kami akan mengupayakan lebih baik,” ulangnya.
Dijelaskan, KIA artinya Kartu Identitas Anak (KIA), dimana kartu tersebut sudah diterbitkan pemerintah dengan tujuan untuk melakukan pendataan, memberikan perlindungan dan pemunuhan hak konstitusional terhadap anak anak yang ada di Indonesia.
Sebab hak hak dan kebutuhan anak, harus diperhatikan sama dengan program pemerintah pusat lainnya, terutama hak hak seperti orang dewasa, misalnya memiliki identitas lengkap seperti memiliki KK, KTP dan yang lainnya.
Untuk kia itu sendiri lanjutnya, terbagi menjadi dua bagian, yakni terhitung dari umur anak anatara 0 hingga 5 tahun dan dari 5 hingga 17 tahun. Diakuinya anak dibawah umur, jika berbicara masalah boleh tidaknya memiliki KTP ataupun SIM, memang belum memenuhi persyaratan, artinya mereka tidak diwajibkan memilikinya.
Namun tujuan pemerintah kenapa anak dibawah umur harus memiliki identitas lengkap, sebab dalam hal hal tertentu identitas lengkap dibawah umur sangat diperlukan, misalnya saja ketika anak dibawah umur naik pesawat, terjadi musibah hingga menimbulkan anak tersebut hilang.
Dari kelengkapan identitas tersebut, proses pencarian korban lebih cepat, sebab identitas anak tersebut sudah lengkap, termasuk juga hal tersebut sangat membantu petugas ketika anak dibawah umur mengalami musibah gempa.
“Saat ini gempa sewaktu waktu bisa terjadi dan kita berharap ini tidak terjadi, akan tetapi seandainya terjadi, dari identitas tersebut, petugas dengan leluasa bisa mencari bukti dan masih banyak lagi manfaatnya,” ungkapnya. (ap)

Related posts