Tiga Pelaku Pemerkosaan Anak Hingga Tewas Didor Polisi, Satu Buron

Tiga Pelaku Pemerkosaan Anak Hingga Tewas Didor Polisi, Satu Buron

Lombok Timur SR – Tim gabungan Resmob Polres Lotim dan anggota Polsek Suralaga berhasil menangkap 3 pelaku Tindak Pidana Kekerasan Seksual Terhadap Anak dan Atau Kekerasan Fisik Terhadap Anak yang mengakibatkan korban meninggal dunia, Sabtu (29/12/2018) lalu Sekitar Pukul 14.30 Wita.
Ketiga orang pelaku tersebut masing-masing dengan inisial Wan (34) warga Dusun Muncan, Desa Muncan, Kec. Kopang, Kab. Loteng, Bul (23) warga Dusun Sukadana, Desa Bagik Payung Timur, Kec. Suralaga, Kab. Lotim, dan Pendi (25) Thn warga Dasan Gerung, Desa Gerung Permai, Kec. Suralaga, Kab. Lotim ditangkap berdasarkan Laporan Polisi No: LP/963/XII/Yan.2.5/2018/NTB/RES.LOTIM/. Tanggal 29 Desember 2018, Tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual Terhadap Anak dan Atau Kekerasan Fisik Terhadap Anak Mengakibatkan Korban Meninggal Dunia.
Melalui press release yang diterima redaksi media ini, Ahad (30/12/2018) Kapolres Lombok Timur, menyebutkan bahwa korban dari kebiadaban pelaku tersebut inisial EA, (15) yang masih berstatus sebagai pelajar warga Dasan Gerung Barat, Ds. Gerung Permai, Kec. Suralaga, Kab. Lotim NTB.
Setelah mendapat laporan atas kejadian tersebut, Tim Gabungan Resmob Polres Lombok Timur bersama Polsek Suralaga bergerak cepat untuk melakukan pengejaran dan penangkapan terhadap para pelaku, hasilnya kurang dari 24 jam polisi berhasil meringkus 3 orang pelaku tersebut,
pelaku Pendi ditangkap di rumahnya di Desa Gerung Permai, Kec. Suralaga, Kab. Lotim sedangkan Pelaku Bul dan Wan ditangkap di wilayah Korleko, Kec. Labuhan Haji, Kab. Lombok Timur.
“Namun saat dilakukan penangkapan dan pengembangan terhadap pelaku lainnya, pelaku memberontak melawan petugas sehingga pelaku dilumpuhkan dengan tindakan tegas dan terukur dengan mengarahkan tembakan kearah kaki pelaku,” kata Kapolres Lotim AKBP Ida Bagus Made Winarta, SIK, dalam siaran persnya.
Dijelaskan Kapolres, modus dan kronologis kejadian berawal saat korban dijemput pacarnya yang berinisial S untuk diajak menonton acara Musabaqah, setelah acara selesai pelaku S mengajak korban untuk mendampinginya mengkonsumsi minuman keras bersama pelaku WAN, Bul, dan Pendi yang merupakan teman dari S, pacar korban.
Kemudian setelah para pelaku dalam kondisi mabuk selanjutnya pelaku S menyetubuhi korban di dalam sebuah kebun di wilayah Dusun Sukamulia Praida, Desa Bagik Payung Timur, Kec. Suralaga, Kab. Lotim. Tidak hanya itu, selesai menyetubuhi korban, pelaku S yang merupakan pacar korban menawarkan korban untuk disetubuhi oleh rekannya namun ditolak oleh korban. Namun dengan berbagai tipu daya akhirnya korban mau dibonceng oleh pelaku Wan dengan tujuan untuk diantar pulang, namun sesampai di tengah jalan, korban loncat dari motor yang yg sedang melaju yg dikendarai oleh pelaku Wan, karena pelaku Wan hendak mengajak korban ke suatu tempat untuk disetubuhi. Akibat dari loncat dari motor tersebut korban mengalami luka lebam dibagian kepala dan telinga mengeluarkan darah kemudian korban pingsan.
“Setelah melihat korban pingsan akhirnya pacar korban yg berinisial S membopong korban dan dinaikkan ke atas kendaraan yang dikendarai oleh pelaku Pendi dan mereka bonceng 3 dengan posisi korban diapait oleh pelaku Pendi dan S, Kemudian korban dibawa menuju arah Dasan Lendang, Desa Sukarma, Kec. Aikmel, Kab. Lotim, namun sampai di tengah jalan di sebuah kebun, korban yg dalam keadaan pingsan di turunkan untuk di setubuhi secara bergiliran oleh pelaku Pendi dan S. setelah di setubuhi kemudian korban di bawa ke sebuah gudang mebel yang berada di wilayah Dasan Lendang, Desa Sukarma, Kec. Aikmel, Kab. Lotim, dimana digudang tersebut sudah ada menunggu Pelaku Wan dan Bul,” bebernya.
Lanjutnya, sesampai di gudang mebel tersebut, pelaku Wan dan Bul mengambil bagian menyetubuhi korban yg masih dalam keadaan pingsan secara bergiliran, setelah selesai melakukan aksi bejat tersebut kemudian pelaku Wan dan Bul membawa korban ke puskesmas Kalijaga namun di tengah jalan korban meninggal dunia.
“Karena panik kemudian ke empat Pelaku tersebut megarang cerita seolah-olah korban di temukan di tengah jalan dalam keadaan sempoyongan karena dikejar oleh 2 orang yang tidak mereka kenal kemudian mereka antarkan ke puskesmas,”kata Kapolres menirukan pengakuan pelaku.
Adapun barang bukati (BB) yang berhasil diamankan 1 buah kondom merek Fiesta, 1 unit sepeda motor dan 1 buah syal/sorban yang digunakan mencekik leher korban. Saat ini pelaku dan barang bukti diamankan di Polres Lombok Timur guna pengembangan dan proses hukum lebih lanjut.(vin)

Share this post