Suhaili : Warga Prabu Segera Terima Pekerjaan Baru

Lombok Tengah SR- Pasca ditutupnya penambangan Emas di Gunung Prabu Desa Prabu Kecamatan Pujut Lombok Tengah (Loteng) beberapa bulan lalu oleh Pemkab Loteng.
Bupati Loteng HM. Suhaili FT, kepada sejumlah wartawan media cetak dan elektronik, usai melantik 97 Kepala Desa (Kades), semua Loteng, Kamis lalu mengaku, akan memberikan lapangan pekerjaan baru sebagai pengganti penutupan tambang emas di Desa Prabu Kecamatan Pujut Loteng.

“Jadi kami melakukan penutupan bukan tidak memperhatikan para pekerja, artinya saat ini kami sedang mengkaji lapangan pekerjaan pengganti buat mereka,” katanya, Kamis (27/12/2018).

Pekerjaan baru tersebut lanjutnya, saat ini pihaknya sudah memanggil sejumlah Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), untuk membahas jenis pekerjaan yang sesuai dengan kondisi masyarakat setempat, termasuk Akil mereka.

“Menentukan lapangan pekerjaan baru sebagai pengganti, tentunya memerlukan pemikiran panjang, sebab skil dan kondisi sangat mempengaruhi jenis pekerjaan yang akan dibuka. Iaaaaa kita harus pikirkan itu biar tidak sia sia,” ungkapnya.

Dikatakan, alasan melakukan penutupan itu pihaknya sudah melakukan kordinasi, terutama dampak yang akan ditimbulkannya jika penambangan terus dilakukan.

Selain dampak negatif pada masing masing pekerja dan lingkungan setempat. Penambangan tersebut juga berakibat paralel bagi kelangsungan pariwisata di Loteng, terutama di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Desa Kuta Kecamatan Pujut.

“Saat ini KEK Mandalika menjadi andalan Loteng, agar andalan kita tidak hilang, kita tutup penambangan, mengingat aktifitas tersebut mengganggu pariwisata dan keberlangsungan hidup kedepan,” ujarnya

Sementara itu sebelumnya, anggota DPD RI Hj Baiq Diah Ratu Ganefi mengaku, menyambut baik dan mendukung keputusan pemda Loteng, atas penutupan penambangan tersebut. “Saya dukung keputusan bapak Bupati yang menutup penambangan di Desa Prabu,” katanya.

Akan tetapi, disisi lain, pihaknya juga menyarankan kepada pemda Loteng untuk segera mencarikan pekerjaan pengganti bagi mereka. Sebab secara psikis atau pribadi mereka, jelas penutupan tersebut mala petaka baginya.

Untuk itu pihaknya meminta segera dibuatkan pekerjaan lain sebagai pengganti. “Saya dukung penutupan, tapi bukan berarti pemda lepas tangan, artinya penutupan itu diiringi dengan pekerjaan baru, agar mereka bisa mencari rizki untuk memenuhi kebutuhan mereka,” pintanya.

Diakuinya, penambangan di Gunung Prabu jelas tidak mengantongi ijin, sebab lokasi tersebut sudah masuk ke KEK Mandalika. Oleh karenanya pusat tidak mungkin memberikan ijin penambangan.

“Undang Undang Minarba terbaru sudah ada yang mengatur tentang penambangan, makanya saya yakin pusat tidak mungkin mengeluarkan ijin, galian di kawasan KEK,” ungkapnya. (ap)

Share this post