Helwa Bangi Malaysia Bangun Ponpes Tahfiz di Loteng

Azlyna Bakar, pengurus Helwa Bangi Malaysia,  ketika memberikan cindera mata kepada Sekertaris Daerah (Sekda) Pemda Kab. Loteng, H.M. Nursiah S.Sos. emi

Lombok Tengah SR – Realisasi rencana pembangunan unit Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfiz al – Qur’an telah dilakukan salah satu kelompok atau perkumpulan Independen (Berdiri Sendiri / Mandiri) yakni, Helwal Wanita (Helwa) Bangi asal negara Malaysia di Batu Jai, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (Kab. Loteng, Prov. NTB).

            Helwal Bangi Malaysia, yang tidak lain adalah merupakan salah satu perkumpulan independen alias berdiri sendiri, serta sepenuhnya mandiri tanpa ada campur tangan dari pemerintah yang berasal dari Negara Malaysia ini nampaknya punya niat yang sangat – sangat mulia dan proses terwujudnya niat tersebut, saat inipun tengah mulai berjalan.

            Terlebih, niat sangat mulia ini diimplementasikan salah satu kelompok independen Helwa Bangi Malaysia ini bukan berada didaerah atau tempat wilayah negara asal mereka. Disebabkan, Helwa Bangi Malaysia tengah melakukan pembangunan unit Ponpes Tahfiz al – Qur’an di salah satu wilayah desa yang ada di Kab, Loteng, dan bersyukur realisasi pembangunan yang sedang dalam tahap persiapan dimulainya pengerjaan pembangunan akan dilakukan tepatnya berada di Desa Batu Jai.

            Terwujudnya pembangunan unit Ponpes Tahfiz Desa Batu Jai tersebut, selain memang karena sudah benar – benar diniatkan untuk direalisasikan oleh anggota pengurus Helwa Bangi Malaysia, sebelumnya juga atas dasar telah terjalinnya kesepakatan sekaligus kerjasama yang baik antara pengurus Helwa Bangi Malaysia bersama dengan warga masyarakat di desa setempat. “Pembangunan Ponpes Tahfiz al – Qur’an kita lakukan di Desa Batu Jai ini, juga tidak terlepas atas dasar kerjasama yang baik antara kami (pengurus Helwa Bangi Malaysia, Red) dengan masyarakat desa setempat,” ungkap, Azlyna Bakar, pengurus Helwa Bangi Malaysia, usai mengunjungi lokasi tempat akan dibangunnya Ponpes Tahfiz di Desa Batu Jai, Kamis (27/12/2018).            

            Lebih jauh dijelaskan pihaknya, atas dasar jalinan kerjasama yang baik antara kedua belah pihak, Helwa Bangi Malaysia dan warga masyarakat desa. Sehingga dengan sendirinya tercipta perhatian khusus diberikan kepada kehidupan kaum muslimin yang pada umumnya mayoritas warga penduduk berdomisli hampir secara keseluruhannya tersebar di wilayah pulau Lombok merupakan warga masyarakat beragama Islam.

Pembangunan unit Ponpes Tahfiz al – Qur’an yang nantinya sebagai tempat berjalannya proses kegiatan belajar mengajar khususnya ilmu pengetahuan agama Islam secara lebih dalam, direncanakan pengerjaan pembangunannya bisa tuntas dan mulai beroperasi sebelum memasuki hari raya Idhul Adha. “Insha Alloh, semoga saja pembangunannya bisa selesai tepat waktu, dan kita berharap nantinya sebelum hari raya Idhul Adha, unit bangunan ponpes bisa mulai beroperasi,” katanya penuh harap.

Adapun terangnya, jika lahan tempat lokasi dibangunnya ponpes adalah merupakan tanah wakaf yang diberikan salah satu dermawan asal Lombok yang nama serta identitas lengkapnya saat itu, sengaja tidak mau untuk disebutkan pihaknya. Kemudian, baru setelah tanah resmi diwakafkan selanjutmya, pihak Helwa Bangi Malaysia pun berani untuk memulai proses pembangunan unit ponpes.          

Ditambahkan pihaknya, unit bangunan ponpes nantinya akan bisa menampung total sekitar 70 anak didik yang terdiri dari santri laki – laki dan santriwati (santri perempuan). Sepenuhnya, untuk operasional ponpes sendiri akan menjadi tanggung jawab pihak pengurus yang ada di Helwa Bangi Malaysia. “Mengingat di Lombok banyak penghapal Qur’an, maka untuk pengelolaan sekaligus tenaga pengajar yang ada di ponpes nantinya akan kita pergunakan tenaga local. Insha Alloh, sesuai dengan rencana awal pembangunan kita mengutamakan anak – anak yang kurang mampu secara ekonomi, namun memiliki semangat yang kuat untuk menjadi penghapal al – Qur’an secara serius dan benar – benar mau belajar di ponpes ini,” terangnya menambahkan.

Terakhir, Azlyna Bakar menyampaikan, jika secara pribadi dirinya terhitung berkunjung ke Lombok sudah untuk yang kedelapan kalinya. Dan Helwa Bangi Malaysia sendiri, untuk pertama kali mulai masuk sekaligus mengenal kehidupan di Lombok pada tahun 2016, dimana pada awalnya kelompok indpenden asal Malaysia ini datang berkunjung untuk melakukan perjalanan wisata.

Dari kunjungan – kunjungan selanjutnya dan setelah mulai sedikit banyak mengenal dan mengetahui bagaimana kehidupan warga masyarakat yang ada di Pulau Lombok, akhirnya setiap tahun selama melakukan kunjungan tercetus ide guna melakukan serangkaian kegiatan yang sifatnya lebih kepada berupa kegiatan sosial.

“Serangkaian kegiatan yang pernah kami lakukan dibeberapa wilayah yang ada di Lombok antara lain seperti, membantu membangun sumur bor, PAUD, membangun Surau serta rehab Masjid,” tuturnya tanpa bermaksud sombong. (ang)

Share this post