Dzikir & Do’a Akhir Tahun dapat Ciptakan Energi Positif


Kabag Humas Pemda Kab, Loteng, H. Lalu Herdan, ketika menggelar Konfrensi Pers di Kota Praya, Kamis (27/12/2018)


Lombok Tengah SR – Kegiatan akhir tahun 2018 Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemda Kab. Loteng, Prov. NTB), sekaligus bertujuan untuk menyambut tahun baru 2019, sangat diharapkan nantinya dapat menciptakan energi positif di Kab. Loteng dan Prov. NTB khususnya juga seluruh wilayah Negara Kedaulatan Republik Indonesia (NKRI) serta seluruh dunia pada umumnya.

            Seperti yang pernah diulas Koran Suara Rinjani pada terbitan sebelumnya (Edisi 152/Senin 24/12) pekan kemarin, jika untuk kegiatan akhir tahun 2018 ini, sekaligus menyambut masuknya tahun baru 2019 akan dirayakan dengan cara berbeda dari tahun – tahun sebelumnya. Dimana seluruh jajaran yang ada dilingkup pemda Kab. Loteng tanpa terkecuali diharuskan untuk mengikuti kegiatan ibadah agama Islam yakni, Dzikir dan Do’a.

            Terkait kepastian akan diadakannya jadwal kegiatan terbilang cukup langka dan jarang ditemui di sejumlah pemda kabupaten lainnya di Indonesia ini, lebih jauh kembali disampaikan secara langsung perwakilan Bupati Loteng, H.M. Suhaili Fadhil Tohir SH, MH, melalui Kepela Bagian Hubungan Masyarakat (Kabag Humas) Pemda Kab, Loteng, H. Lalu Herdan, ketika menggelar Konfrensi Pers di Kota Praya dengan mengundang sejumlah awak media, baik media cetak maupun elektronik khususnya pewarta yang diketahui kesehariannya memang resmi terdaftar bertugas meliput berita di seputar wilayah Kab. Loteng, Kamis (27/12).

            Dalam kesempatan itu dijelaskan lebih jauh pihaknya, jika bentuk kegiatan ini oleh Bupati Loteng sendiri, jauh hari memang sudah direncanakan untuk digelar. Tentu saja kepastian akan dijadwalkannya kegiatan ini bukan lantas tanpa alasan mendasar, akan tetapi lebih kepada upaya untuk mendekatkan diri, mengislah (memperbaiki) diri, sekaligus wujud rasa syukur Pemda Kab. Loteng terhadap segala pemberian nikmat kesehatan maupun curahan nikmat rezeki lainnya yang sepenuhnya telah diberikan Alloh Subhanna Wa’ Ta’lla kepada hambanya.

“Malam tahun baru 2019 kita tidak merayakannya dengan cara yang sama seperti tahun – tahun sebelumnya. Dimana setiap menjelang malam pergantian tahun, Bupati akan mengundang salah satu artis atau grupband ibukkota. Tapi kali ini pergantian malam tahun baru, Bupati telah menjadwalkan untuk bersama – sama mengisi dengan dzikir dan do’a,” jelasnya mantap.

            Lanjut dikatakan, ilham tercetusnya ide Bupati untuk menggelar keguatan tersebut juga didasari tidak lain karena disebabkan karena adanya teguran dan ujian dari Alloh beberapa waktu yang lalu. Yakni, berupa kejadian berturut – turut musibah atau bencana gempa yang menelan ratusan korban jiwa serta secara langsung berimbas pula terhadap kerugian materil maupun nonmaterial dan dari dampak bencana tersebut, tidak terkecuali tentunya wilayah Kab. Loteng juga ikut terdampak.

            Rentetan musibah atau bencana terjadinya gempa yang juga menimpa sejumlah wilayah desa yang ada dibeberapa kecamatan, terutama dampak terparah dirasakan diwilayah Kab. Loteng bagian utara. Dan bukan tidak mungkin bahkan dapat dipastikan terjadi bencana karena disebabkan ulah sebagian besar warga masyarakat di Prov. NTB selama ini lebih banyak lupa akan keagungan, kemuliaan, dan kebesaran sang Maha Pencipta.

“Tujuan dan maksud Bupati menggelar dzikir dan do’a ini, selain untuk lebih bertafakkur dan tawadjuh, semata – mata juga diniatkan guna meminta perlindungan, ridho, berkat dan rahmat Alloh. Agar ditahun baru juga tahun – tahun kedepannya suasana dan keadaan bisa berubah jadi lebih baik, tidak ada lagi musibah gempa atau bencana alam serupa lainnya. Insha Alloh dengan digelarnya dzikir dan do’a bersama akan tercipta energi lebih postif lagi di wilayah kabupaten kita, amin,” ungkap H. Lalu Herdan, penuh harap.

            Pentingnya menggelar kegiatan dzikir dan do’a secara bersama – sama kembali diakui pihaknya, juga tidak terlepas dari rentetan terjadinya musibah gempa beberapa waktu lalu tersebut, secara langsung menyebabkan dampak buruk terhadap pergerakan nilai pendapatan (income) ekonomi daerah. Dampak buruk paling dirasakan pemda khususnya terjadi pada penurunan pendapatan didapatkan dari bidang (sector) pariwisata. Penurunan pendapatan disektor wisata ini notabene disebabkan karena kurangnya jumlah angka wisatawan datang berkunjung ke sejumlah destinasi atau tempat wisata yang ada di wilayah Kab, Loteng.

            Pasca gempa, terutama wisatawan mancanegara (wisman) cenderung masih takut berkunjung ke Kab. Loteng dengan alasan keamanan, umumnya mereka para wisman beranggapan jika gempa terjadi dan menimpa seluruh wilayah yang ada di Prov. NTB. “Dibandingkan tahun lalu, sebelum terjadi gempa, pemda mengalami skala pendapatan terbilang cukup tinggi didapatkan dari sector pariwisata. Sekali lagi kita sama – sama sangat berharap, semoga kedepan kondisi ini sudah bisa pulih lebih baik lagi, karena, kita akui perubahan terhadap rasio angka nilai pendapatan di sektor wisata hingga kini masih belum juga ada perubahan signifikan,” akunya.

            Terakhir, kembali diterangkan Kabag Humas Pemda Kab. Loteng, jika gelaran kegiatan akhir tahun yang diisi dengan dzikir dan do’a bersama akan dilangsungkan di Masjid Agung Praya. Dimulainya kegiatan i’tikaf pun oleh setiap jajaran tanpa terkecuali di sejumlah instansi terdapat dilingkup Pemda Kab. Loteng, diperintahkan Bupati secara serentak sudah harus terlihat hadir di Masjid Agung Praya pada hari Senin, 31 Desember 2018. (ang)

Share this post