SUARA LOTIM Uncategorized 

Mahasiswa IAIH NW Lotim dan STMIK SZ NW Yudisium Bersama

Lombok Timur SR – Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH) NWLombok Timur dan Sekolah Tinggi Managemen Informatika dan Komputer (STMIK)Syaikh Zainuddin NW Anjani, menggelar kegiatan yudisium secara bersama di Aula YayasanPendidikan Pondok Pesantren Syaikh Zainuddin NW Anjani Lombok Timur NTB, Senin (10/12/2018) lalu.

Peserta yudisium bersama dari kedua kampus ini dikukuhkan oleh Ketua Yayasan Pendidikan Pondok Pesantren Syaikh Zainuddin NW Anjani Hj. Sitti Raihanun ZAM didampingi Rektor IAIH NW Lotim TGB KH. L. Gede Muhammad Zainuddin Atssani, M.Pd.I dan Ketua STMIK Syaikh Zainuddin NW Anjani TGH. L. Gede Muhammad Khairul Fatihin, S.Kom.I

Panitia Pelaksana, H Muh Shabir, S.Ag., M.Pd.I, dalam laporannya menyampaikan, bahwa Yudisium Bersama pada tahun ini diikuti mahasiswa di naungan Yayasan Pendidikan Pontren Syaikh Zainuddin sebanyak 302 orang Berdasarkan Surat Keputusan Rektor IAIH NW Lotim nomor 084/H/IAIH-NW/2018, sebanyak 231 mahasiswa dari  IAIH dengan perincian 178 dari Fakultas Tarbiyah, 40 orang dari Fakuktas Syari’ah, 11 orang Fakultas Dakwah.   Mahasiswa STMIK  yang diyudisium sebanyak 71 orang yang terdiri dari 55 orang Prodi Teknik Informatika dan 16 orang Prodi Sistem Informasi sesuai dengan SK Ketua STMIK Syaikh Zainuddin NW Anjani nomor 117/STMIK-06/7.12/A/Kpts/XII/2018.

Lanjut H Shabir, Yudisium ini adalah yudisium yang bersejarah karena pertama kali dilaksanakan yayasan, mudahan tahun depan kita bisa melaksanakan wisuda bersama tentunya jika gedung auditorium milik yayasan bisa rampung.

Sedangkan Sekretaris Yayasan Pendidikan Pontren Syaikh Zainuddin NW Anjani TGB M Zainuddin Atsani, yang juga Rektor IAIH NW Lotim, dalam pidatonya menjelaskan, dengan dikukuhkannya para mahasiswa/i IAIH NW Lotim dan STMIK SZ NW Anjani ini, maka mereka resmi menyandang gelar sarjana sesuai dengan jurusannya. Akan tetapi proses belajar tidak boleh berhenti sampai disini, Menurutnya proses be­lajar lanjutan ketika berada di te­ngah-tengah masyarakat.

“Oleh karena itu diingatkan, agar para lulusan mampu mengimplementasikan semua ilmu yang diperoleh selama ini dalam masyarakat sesuai dengan profesi masing-masing,”ungkapnya.

TGB Tsani panggilan akrabnya, juga memesankan kepada semua mahasiswa yang di yudisium hari ini agar selalu mengembangkan NW di tengah-tengah masyarakat dengan selalu mengikuti aturan yang digariskan agama dan organisasi NW.

“Konsep Samikna Wa athokna yang sematkan oleh pendiri NW adalah harga yangtidak bias ditawar  Kader NW  dalam pengembangan misi agama dan organisasi,” tegasnya

Lanjutnya, dalam berorganisasi yang baik, berargumentasi dan berpendapat itu dianjurkan dan sangat baik,  jika pimpinan sudah menentukan dengan hasil rapat , maka Kader NW harus taat dan melaksanakannya tanpa harus berfikir ini dan itu.

“Yakinlah apa yang diputuskan pimpinan itulah yang terbaik bagi kita di organisasi, semoga kita selaku kader NW masuk surga bighairi hisab sebagaimana do’a pendiri NW di setiap awal pengajiannya,”pungkasnya.

Selanjutnya sesuai dengan tradisi di organisasi Nahdlatul Wathan, pengambilan sumpah dan baiat peserta yudisium oleh  Ketua Umum PBNW sekaligus Ketua Yayasan Pendidikan Pondok Pesantren Syaikh Zainuddin NW Anjani Hj. Sitti Raihanun ZAM. (vin)

Related posts

%d blogger menyukai ini: