Peserta Pemilu Bertambah, Caleg Kuota Perempuan Meningkat

Peserta Pemilu Bertambah, Caleg Kuota Perempuan Meningkat

Suhu perpolitikan di tanah air semakin dinamis. Untuk di Lombok Timur (Lotim), setidaknya ada 2 (dua) hal penting yang dapat terkuak dari Daftar Calon Tetap (DCT) yang dirilis oleh KPU Lotim yaitu Jumlah Partai Peserta Pemilu bertambah, dan keterwakilan perempuan di atas 30 %. Sebagaimana pantauan dan hasil konfirmasi awak Suara Rinjani dengan pihak KPU Kabupaten Lotim beberapa waktu yang lalu.

Lombok Timur, SR – Nama DCT legislatif peserta pemilu yang dirilis KPU Kabupaten Lombok Timur yang telah ditetapkan tanggal 31 Oktober 2018 dan disyahkan tanggal 6 November 2018 lalu berjumlah 717 orang. Jumlah tersebut berasal dari 16 partai peserta pemilu 2019. Ke 16 partai peserta pemilu Nasional tersebut yaitu PKB Gerindera PDIP Golkar Nasdem PGPI Berkarya PKS Perindo PPP PSI PAN Hanura Demokrat PBB PKPI
Dari 16 partai tersebut, ada 4 partai baru yaitu : Partai Berkarya, PSI (Partai Solidaritas Indonesia), Perindo (Persatuan Indonesia), dan PGPI (Partai Gerakan Perubahan Indonesia).
“Kalau dalam kontestasi Politik 2014 Partai Peserta Pemilu berjumlah 12 maka, tahun 2019 ini menjadi 16 Partai,” kata Kasubag Hukum Sekretariat KPU Kabupaten Lotim, Holis Iskandar, SH., beberapa waktu lalu.
Lanjut, jumlah DCT terbanyak dan keterwakilan perempuan. Ada 6 Partai Peserta Pemilu (PKB, Gerindra, PDIP, Golkar, Berkarya, dan PPP) sebagai yang terbanyak memiliki calon Legislatif. Setelah itu adanya keterwakilan kaum perempuan yang jumlahnya melebihi 30 %.
Dua hal ini pun mendapat tanggapan dari pengamat, pemerhati, dan dari masyarakat biasa.
Masyhuri, MH., seorang pengamat social politik menyampaikan pandangannya. Kata dia, ada tiga poin penting yang dapat ditarik dari kondisi tersebut.
“Pertama, akan berdampak kepada perekrutan suara atau biasanya akan mendulang suara anggota banyak. Kedua, dengan lebih banyaknya DCT akan berdampak sebagai penggerak mesin Partai yang akan memposisikan sebagai Partai yang lebih kuat. Ketiga, bagi masyarakat konstituen kalangan menengah ke bawah justru banyak yang kebinguangan,” ungkap Masyhuri.
Menurut Masyhuri, jika kondisi tersebut dikelola dengan baik maka, para politisi partai tersebut lebih berkesempatan untuk mendulang suara yang lebih banyak dari konstituen kalangan menengah kebawah. Bisa juga bahwa, kondisi tersebut menggambarkan bahwa, partai diakui dikelola oleh orang yang dikenal memiliki kapasitas dan kompetensi yang tinggi serta kaya pengalaman.
“Saya ingin mengatakan bahwa, dalam hal meraih suara terbanyak para konstituen adalah, kembali kepada potensi, kapasitas, kapabilitas serta kualitas dari para politisi yang duduk di sebuah Partai. Antaanya adalah : dikenal banyak public, memiliki sarana-prasarana/modal, dan teknik yang mumfuni dlam mendekati para calon konstituen,” cetus Masyhuri.
Adanya peningkatan kapasitas pemahaman politik di kalangan masyarakat adalah hal penting yang mengemuka dan patut untuk dibahas. Sebagaimana juga adanya keterwakilan perempuan yang masuk DCT legeslatif sebanyak 34 %. Awak Duta Selaparang pun menghadirkan narasumber dari pemerduli perempuan, kelompok minoritas dan rentan. Di samping juga masyarakat dari kaum perempuan kelompok Afinitas pemanfaatan Sumber Daya Alam (SDA) untuk menyatakan pandangannya.
Nanik Munthohiyah, pemerduli perempuan, kelompok minoritas dan rentan, menyampaikan pandangannya terkait dengan keterwakilan perempuan dalam bursa pencalonan anggota legislative di Lombok Timur (Lotim). Kata dia, kalau melihat seperti posisi DCT Legislatif yang akan berlaga di Kontestasi Politik tahun 2019 hingga mencapai > 30 % keterwakilan perempuan, dinilai sebagai suatu kemajuan dan meningkatnya kesadaran dari kaum perempuan itu sendiri dalam memberdayakan potensi dirinya. Menurutnya, selain dari ragam aktivitas dalam segala lini seperti halnya upaya peningkatan kapasitas SDM dalam bentuk pemberdayaan, juga lewat keterwakilannya di lembaga lefislatif (DPRD).
“Mudah-mudahan ini tak sekedar untuk pemenuhan 30 % keterwakilan perempuan dalam pencalonan sebagai wakil rakyat melalui kepartaian. Kita harapkan ini betul-betul memang berangkat dari potensi dan kompetensinya yang memang layak dan memiliki kapasitas yang memadai duduk di DPR nantinya,” kata Nanik Munthohiah.
Nanik lebih jauh, calon Legislatif dari kalangan perempuan yang saat ini namannya ada dalam DCT mampu bersaing, menjadi pilihan rakyat dalam Gawe Demokrasi Pilpres/Pileg 2019 mendatang. Diharapkan bisa tewujud melebihi keterwakilan dalam Aggota DPRD Lotim sebepumnya yang hanya mewakili 3 % kaum perempuan.
Inaq Marhal, salah seorang warga ikut menyampaikan pandangannya. Menurutnya, keterwakilan perempuan di DPR sangatlah diharapkan, sebagai wakil yang akan memperjuangkan hak-hak kaum perempuan. “Mudah-mudahan keterwakilan perempuan di DPRD Lotim nanti terwujud sebagaimana yang kita harapkan,” harapnya singkat. (rdi).

Share this post