Prioritas Panjang Jalan DAK, Pengaruhi Kemantapan Jalan

Prioritas Panjang Jalan DAK, Pengaruhi Kemantapan Jalan

Lombok Barat SR – Totalitas Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk tahun 2019 mengalami kenaikan. DAK untuk PU pada tahun 2018 sekitar 70 miliyaran sekarang menaik menjadi 102 M. Peningkatan ini lebih kepada irigasi dan sanitasi.
Sedangkan poksi anggaran untuk jalan yang diharapkan masih menaik, justru mengalami relatif tetap seperti pada tahun ini. Jadi kenaikan DAK untuk tahun mendatang, mencapai 28 M. Demikian disampaikan Kepala Dinas PU-TR Lobar Made Arthadana.
Intinya, lanjut Made, kenaikan usulan anggaran ini melalui Evrob, kemudian disertai dengan beberapa pembahasan di pusat. Inilah yang menjadi keputusan terakhir dari anggaran yang ada.
Sekarang kita sedang asistensi menganai jalan. Kira kira jalan mana saja yang mencakup visik dari DAK. Musrenbang khusus untuk jalan apakah ruasnya bisa masuk atau tidak.
” Kami masih menunggu asistensi dulu dari team DAK,” ujarnya belum lama ini.
Kemantapan jalan khusua di Lobar hingga akhir tahun ini mencapai 62 persen. Hal ini menunjukan fisik jalan yang masih banyak mengalami kondisi rusak. Awalnya jalan kita ini panjangnya 446 kilo. Jalan poros desa menjadi jalan Kabupaten, sehingga menambah jumlah panjang jalannya 571 kilo.
“Hal inilah yang menjadi sebab kemantapan jalan kita. Otomatis dapat menambah panjang dengan kondisi rusak ringan, sehingga kemantapan jalan menjadi turun,” ungkapnya.
Dulu katanya, sampai 74 persen kemantapan jalan kita, pada posisi panjang jalan yang 446 kilo itu. Karena kita berpikir dari tahu ke tahun, jalan desa ini menjadi jalan Kabupaten.
“Jalan desa kita kan panjangnya 478 kilo. Jika di tambah dengan panjang jalan Kabupaten dapat mencapai 996 kilo,” bebernya.
Dikatakan Made, dari 446 pihaknya mengidentifikasi berdasrkan data terakhir yang sudah divalidasi, dari jalan desa yang menjadi kategori jalan poros desa menjadi 183 kilo. Ini yang akan bertahap jadi naikan, terangnya.
Jalan jalan yang sudah mantap ini panjangnya 336 kilo. Demikian jalan inipun harus dipelihara. Karena melihat kondisi DAU kita APBD murni yang bisa membiayai jalan itu sangat kesulitan.
“Bayangkan jika dipakai asumsi perkilo satu juta saja, artinya pemeliharaan jalan untuk 336 kilo itu mestinya 3M lebih. Sedangkan kita punya anggaraan pemeliharaan hanya 600 juta. Bagaimana kita bisa maksimal untuk pemeliharaan jalan,” cetus dia.
Pemeliharaan jalan kita juga ikut dibantu oleh PRIM. PRIM ini dapat memelihara jalan dengan membangun dan merahabilitasi jalan itu sepanjang 139 kilo ditahun ini. Anggaran semuanya 48 M di PU.
“Anggaran ini bisa membangun tiga ruas jalan, sama memelihara jalan, totalnya menjadi 92 ruas jalan sepanjang 139 kilo dari PRIM,” tandasnya. (W@N)

Share this post