SUARA LOTIM 

Bupati Sukiman : Di Lotim Baru 82 dari 254 Desa Berstatus BASNO

Lombok Timur SR – Bupati Lombok Timur, H. M. Sukiman Azmy menghadiri Sarasehan Para Pewakaf Sanitasi dengan tema “STBM 5 Pilar Bangkit untuk Lombok Timur Sehat”, bertempat di Rinjani Waterpark Kabupaten Lombok Timur, Rabu (21/11). Acara ini bertujuan agar evaluasi dan terbangunnya Komitmen bersama STBM 5 Pilar yang berkualitas dan berkelanjutan di Kabupaten Lombok Timur dapat terwujud.
Dalam sambutannya Bupati Lombok Timur menyatakan keperihatinannya karena sampai saat ini hanya 82 Desa saja dari 254 Desa dan Kelurahan yang telah melaksanakan dinyatakan ODF atau BASNO (buang Air Besar Sembarangan Nol).
“Hambatan semua kita tahu, masalahnya semua kita tahu, STBM 5 Pilar kita hapal semua, akan tetapi sungguh memprihatinkan sekian lama bahkan 73 tahun Indonesia merdeka kita masih membicarakan hal-hal seperti ini,” ungkapnya.
Karenanya, Bupati meminta Dinas Kesehatan, Bapeda, Camat dan Kepala Desa dapat lebih serius untuk menggalakkan program ini.
Bupati menyampaikan bahwa APBD Kabupaten Lombok Timur pada saat ini sedang dibahas bersama DPRD, dan dalam tiga hari ke depan akan ditetapkan. Kaitannya dengan itu Ia berharap ada kesepakatan pembiayaan sebagai upaya meningkatkan cakupan STBM menjadi 51%, yang akan diakomodir melalui APBD Kabupaten Lombok Timur. Selain itu Bupati juga berharap adanya kontribusi dari ADD.
“Ke depan, pemda akan menerbitkan peraturan untuk mendukung program ini. Hal ini sebagai bagian dari ikhtiar untuk menaikan IPM Lombok Timur,” harapnya.
Sebelumnya, Ketua YMP (Yayasan Masyarakat Peduli), Elena Rahmawati dalam sambutannya menyampaikan sejumlah tantangan dalam peningkatan cakupan STBM Lima Pilar hingga saat ini, di antaranya belum adanya Pokja AMPL di tingkat Kecamatan, Tim teknis kabupaten (TTK) yang belum masuk dalam struktur organisasi Pokja AMPL, termasuk masih kecilnya anggaran yang dialokasikan desa untuk soft komponen seperti pelatihan bagi kader, di samping regulasi baik di tingkat kabupaten maupun desa. “Saya optimis bila hal tersebut dapat diselesaikan, percepatan pencapaian Lombok Timur Sehat dapat terealisasi,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Sosbud Bappeda Kabupaten Lombok Timur, Maryani, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu program Pemerintah yang dirumuskan dalan nawacita, yaitu Universal Akses 100 0 100 pada tahun 2019. Artinya 100% akses air bersih, 0% rumah kumuh, dan 100% sanitasi/jamban.
Percepatan akses tersebut dilakukan dengan menggunakan intervensi terpadu melalui pendekatan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat STBM 5 Pilar sebagaimana tertuang dalam Permenkes nomor 5 tahun 2014 dengan pokok kegiatan : Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS), Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), Pengelolaan Air Minum yang aman di Rumah Tangga (PAM-RT), Pengelolaan Sampah Rumah Tangga, dan Pengelolaan Limbah Cair Rumah Tangga (SPAL).
Bentuk Komitmen Pemerintah Kabupaten Lombok Timur ditunjukkan dengan telah ditandatanganinya nota kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Kabupaten Lombok Timur dengan yayasan Masyarakat Peduli (YMP) NTB, melalui Program SEHATI (Sanitation and Hygiene For Eastern Indonesia) tahun 2016-2018, untuk pendampingan di 14 Kecamatan, 19 Puskesmas, 43 desa/kelurahan.
Hingga bulan Oktober 2018 Desa/Kelurahan dinyatakan ODF atau BASNO (buang Air Besar Sembarangan Nol) adalah 82 Desa/Kelurahan (32,28%) dan 13 Desa STBM 5 Pilar (5,12%) dari 254 Desa/Kelurahan.
Pada kesempatan itu juga dibacakan Surat Keputusan STBM nomor : 188.45/588.0/PD/2018 tentang Penetapan Desa Sanitasi Total Berbasis Masyarakat 5 Pilar di Kabupaten Lombok Timur, dan penyerahan Piagam kepada Desa STBM 5 Pilar secara simbolis, diikuti Penandatangan Komitmen 5 Pilar Bangkit untuk Lombok Timur SEHAT oleh Bupati Lombok Timur dan Pokja AMDL.
Hadir dalam acara tersebut Kepala OPD terkait, Camat, Kepala Desa lokasi SEHATI, Kepala Desa Reflikasi SEHATI 2019, Kepala Puskesmas se Lombok Timur, Sanitarian Puskesmas, anggota Pokja AMPL BM, tim Teknis Kabupaten (TTK) STBM dan YMP provinsi NTB. (Vin)

Related posts

%d blogger menyukai ini: