40 Unit Rusus Mulai Dibangun di Rembitan

40 Unit Rusus Mulai Dibangun di Rembitan

Lombok Tengah SR – Sebanyak 40 unit rumah khusus (rusus) saat ini pembangunannya sedang dilakukan di Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (Kab. Loteng, Prov. NTB).
Pembangunan terhadap 40 merupakan desa destinasi wisata yang ada dibagian selatan wilayah Gumi Tatas Tuhu Trasna (Kab. Loteng), oleh pihak desa pelaksanaan pembangunannya telah dimulai berkisar sejak dua pekan yang lalu.
Kepala Desa (Kades) Rembitan, Arifin Tomi SH, Jum’at (28/09) mengungkapkan bahwa adanya realisasi pembangunan 40 unit rusus di desa adalah bantuan didapatkan dari pemerintah pusat.
“Alhamdulillah, 40 unit rusus yang saat ini pelaksanaan pembangunannya telah mulai berjalan di desa kita adalah merupakan bantuan langsung dari pemerintah pusat,” jelas Kades.
Diberikannya bantuan bangunan 40 rusus ini oleh pemerintah pusat sendiri khususnya ditujukan kepada sejumlah warga desa yang selama ini diketahui pihak desa sama sekali memang tidak memiliki rumah atau tempat tinggal. Sejumlah warga desa yang akan mendapatkan bantuan unit rusus inipun nantinya adalah beberapa kepala keluarga (kk) yang ada di dusun – dusun desa setempat.
Lokasi pembangunan 40 unit rusus yang saat ini telah mulai berjalan terletak persis disebelah timur unit bangunan Kantor Desa Rembitan. “Keseluruhan rusus yang pembangunannya terletak di sebelah timur kantor desa ini ukuran atau besar fisik bangunannya sama rata. Yakni, dengan tipe dua delapan,” terangnya.
Lanjut dikatakan pihaknya, jika pelaksana pembangunan 40 unit rusus tersebut, yang mengerjakannya adalah kontraktor dari pusat langsung. Akan tetapi khusus untuk material bangunannya didapatkan atau di beli dari desa alias merupakan material lokal.
Dengan adanya bantuan 40 unit bangunan rusus dari pemerintah pusat untuk warga desa miskin yang sama sekali tidak memiliki rumah tempat tinggal ini, tentu saja pihak desa merasa sangat terbantu. “Jujur, mengenai seberapa besar jumlah anggaran untuk realisasi pembangunan rusus ini saya sendiri tidak begitu jelas. Karena, bantuan pembangunan langsung dari pusat bahkan yang mengerjakannya pun kontraktor dari pusat,” katanya.
Mengenai kejelasan siapa saja warga desa yang memang pantas untuk mendapatkan bantuan unit rusus ini, oleh pihak desa sendiri saat ini belum sepenuhnya mulai membantu pihak pusat guna melakukan pendataan. Hal ini disebabkan selain karena pembangunan 40 unit rusus masih dalam tahap pengerjaan juga di desa saat ini sedang proses pemilihan kepala desa (Pilkades).
Ditambahkan Kades, terkait persoalan pendataan tadi, tidak lupa pihaknya menghimbau kepada seluruh masyarakat warga desanya tanpa terkecuali, hendaknya agar mau untuk bersabar terlebih dahulu. Sekaligus diminta kepada warga agar tidak berkomentar miring dengan banyak menulis statmen – statmen di media social.
Warga desa apabila ada yang merasa keberatan alias protes sebaiknya langsung mendatangi kantor desa, sehingga bisa untuk dilakukan penjelasan oleh pihak desa. “Sekali lagi, alhamdulillah kita sangat bersyukur dengan adanya bantuan rusus ini. Ditambah lagi, Insha Alloh nantinya di desa pada tahun 2019 akan ada juga bantuan di berikan pemerintah daerah kabupaten (pemda kab) Loteng berupa pembangunan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK),” syukurnya.
Terakhir diungkapkan Arifin Tomi, saat ini di desa juga sedang diupayakan pengerjaan pembangunan lapangan sepak bola. Lokasi lahan sepak bola ini berada persis di depan kantor desa, dan awal pengerjaannya pun baru berjalan hanya sebatas perataan struktur tanah menggunakan alat berat. Biaya anggaran untuk pembangunan lapangan kedepannya pun murni dari saku milik Kades Incumben (Arifin Tomi, Red). (ang)

Share this post