Warga Mekar Sari Kembali Geruduk Kantor Bupati Loteng

Warga Mekar Sari Kembali Geruduk Kantor Bupati Loteng

Lombok Tengah SR – Sebelumnya masa pendukung Bakal Calon Kepala Desa (Bacades) Desa Mekar Sari Kecamatan Praya Barat Lombok Tengah (Loteng), yang tak lulus atas nama Sempurna Winata dan Arya Subandri menggedor kantor Bupati Loteng, Jumat (28/9).
Dengan masa yang lebih banyak mereka menyeruduk ke kantor Buati Loteng, minta jawaban terhadap hasil orasi sebelumnya.
Koordinator Lapangan (Korlap) Ahmad Salim mengaku, apa yang dijanjikan pihak pemkab Loteng, sejauh ini belum dilaksanakan sesuai yang ia katakan sebelumnya. Oleh sebab itu, kedatangannya bersama masyarakat Desa Mekar Sari Kecamatan Praya Barat Loteng, menuntut apa yang dijanjikan tersebut.
“Sekarang kita hidup bukan zaman penjajah, jadi mohon jangan perlakukan kami seperti ini pak, janji untuk melakukan veripikasi ternyata sampai saat ini, pemkab tidak melakukannya,” tegasnya.
Sebab sejauh ini, tidak ada perubahan apapun yang terjadi, setelah sebelumnya pihak pemkab berjanji akan turun ke lapangan. Jika ini hanya sebatas janji dan tidak mau dilaksanakan, pihaknya sangat mengkhawatirkan, kalau hal hal yang tak di harapkan, kembali dilakukan oleh masyarakat setempat.
“Secara baik baik sudah kita lakukan, mohon jangan biarkan kami berlaku anarkis lagi pak,” imbuhnya.
Dikatakan, peraturan yang tertuang dalam Peraturan Bupati (Perbup) tetang tahapan Pilkades, itu tidak dilaksanakan sesuai kenyataan. Jika pemkab tidak bersedia melaksanakan perbup tersebut, lantas kenapa perbup itu harus ada.
“Saya muak dengan janji dan aturan yang dibuat, jika tidak untuk dilaksanakan, saya rasa jangan berjanji dan jangan buat aturan,” tegas Salim.
Dkatakan, ada beberapa kecurigaan kalau pemkab tidak menyikapi persoalan di Desa Mekar Sari, salah satunya pada malam Jum’at lalu, terlihat ada salah satu mobil plat merah datang ke rumahnya incumbent.
Besar pirasat kalau pemilik plat mobil merah itu, melakukan konsultasi terkait tunutan masyarakat.
“Saya mulai curiga selang beberapa jam kami menuntut kebenaran, malamnya ada mobil plat merah malah datang ke rumahnya incumbent, ada apa ini,” tanyanya.
Sementara itu Sekretaris Daerah (Sekda) Loteng HM. Nursiah mengaku setelah menerima tuntutan masyarakat, pihaknya langsung memanggil Kabid Desa, untuk melakukan ferivikasi, sesuai yang diinginkan masyarakat.
Dimana fakta dilapangan ditemukan tidak ada aturan yang tak dilaksanakan panitia, sehingga mereka tidak seenaknya mengatakan panitia tak netral.
“Setelah saya menerima pengaduan, tim kabupaten langsung saya perintahkan menkruscek, hasilnya tak ada aturan yang dilanggar,” katanya.
Catatan Suara Rinjani, di Desa Mekar Sari jumlah calon sebanyak 4 orang, 2 lolos dan 2 tidak lolos, yang lolos diantaranya incumbent atas nama Azhar nomor urut 1, dan Zaenuddin nomor urut 2. Sedangkan Sempurna Winata dan Arya Subandri dinyatakan tidak memenuhi syarat untuk diloloskan.
Diakhir orasi mereka menuntut dua calon yang tak lolos di loloskan dan anti panitia pilkades sebab mereka dinilai tak netral (ap)

Share this post