TOP NEWS 

Aliansi Masyarakat Bela Pahlawan, Dukung Perubahan Nama BIL Jadi ZAM

Mataram SR – Setelah mendapat dukungan para tokoh NTB atas perubahan nama Bandara Internasional Lombok ( BIL) menjadi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM), kini giliran tokoh dan masyarakat Lombok Tengah yang tergabung dalam “Aliansi Masyarakat Membela Pahlawan Nasional NTB” menggelar aksi untuk memberikan dukungan terkait dengan perubahan nama BIL menjadi ZAM sesuai dengan SK Menteri Perhubungan RI, di Kantor Dinas Perhubungan Provinsi NTB dan Islamic Center Mataram, Senin, (17/9/2018).
Sebelum berangkat, massa yang berjumlah kurang lebih 1000 ini berkumpul sejak Jam 08.00 di Perempatan Tiga Dara Praya Lombok Tengah, kemudian berangkat dengan menggunakan kendaraan sebanyak 120 unit menuju Kantor Dinas Perhubungan NTB, dan Islamic Center Mataram.

Korlap, Ilhamudin, dalam orasinya menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat atas pengakuannya terhadap jasa kepahlawanan TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, dengan penganugrahan gelar Pahlawan Nasional 2017 lalu dan pengabadian nama beliau di Bandara Internasional Lombok. Menurutnya, itu adalah hal yang tepat dan sangat pantas mengingat Maulana Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid saat ini, satu-satunya Pahlawan Nasional dari NTB.
“Bandara di Lombok sudah berskala Internasional, sehingga penamaannya juga harus memakai nama yang berskala nasional,” tegasnya.
Ia juga mengaskan aksi dukungan yang dilakukan masyarakat Lombok Tengah ini akan dibawa kepada Menteri Perhubungan RI sebagai bentuk support kami atas SK penetapan Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid.


Hal senada juga disampaikan, Kordum Aksi, H. Ahsan Husen. Menurutnya, bahwa kelaziman penamaan bandara dan obyek vital milik pemerintah di Indonesia selalu memakai nama Pahlawan Nasional dari daerah tersebut.
“Lihat saja Bandara Ngurah Rai, di Bali, Bandara Juanda, di Surabaya, Bandara Soekarno-Hatta di Jakarta dan lain-lain,” ungkapnya.
H. Ahsan, yang juga tokoh asal Praya Tengah tersebut menyampaikan bahwa Propinsi NTB terdiri dari Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa, sudah seharusnya penamaan bandara tersebut harus disematkan dengan nama yang bisa mengakomodir dan memberikan kepuasan bagi masyarakat di kedua pulau tersebut, jika hanya nama Lombok saja, maka akan menimbulkan kekecewaan bagi masyarakat di Pulau Sumbawa.
“Bandara tidak hanya menjadi milik orang Lombok Tengah saja, tetapi itu milik kita semua warga NTB,” tegasnya.
Lanjut H. Ahsan, menyatakan bahwa kami masyarakat NTB sangat mengapresiasi keputusan Kementrian Perhubungan RI yang telah merubah nama BIL (Bandara Internasional Lombok) menjadi Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (ZAM)
” Secepatnya pemerintah pusat meresmikan Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid. Keputusan tersebut jangan ditunda-tunda, apalagi diganti karena akan menimbulkan konflik horizontal di tengah masyarakat,” pintanya.
Di Islamic Center, massa aksi diterima Sekretaris Daerah NTB H Rosiyadi Sayuti. Dalam penyampaianya, Sekda mengucapkan terima kasih kepada masyarakat atas dukungan nama baru bandara Lombok tersebut dan meminta agar masyarakat tetap menjaga persatuan dan kesatuan.

Setelah puas berorasi, ribuan masa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Bela Pahlawan Nasional NTB membubarkan diri dengan tertib setelah diterima oleh Sekda NTB. (Vin)

Related posts

%d blogger menyukai ini: