Diduga, Mantan Kades Pengembur Fiktifkan ADD-DD

Diduga, Mantan Kades Pengembur Fiktifkan ADD-DD

Supardi: Saya Sudah Anggarkan Sesuai Peruntukan dan Saya Siap Mempertanggungjawabkan

Lombok Tengah SR- Diduga mantan Kepala Desa Pengembur Kecamatan Pujut Lombok Tengah (Loteng), Supardi Yusuf, telah membuat data piktif, terkait pengalokasian Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) tahun 2017 lalu.
Amaq Halimarussa’diyah warga Pengembur menceritakan, mantan kepala desa Pengembur, saudara Supardi, telah mencoba melawan hukum. Dimana beberapa program yang semestinya di kerjakan pada tahun 2017,sampai sekarang masih mangkrak. Sedangkan dalam laporan pertanggungjawaban, program 2017 sudah tuntas.
“Kemarin saya tahu kalau mantan kades mengelabui masyarakat, ternyata beberapa program yang mestinya dikerjakan tahun 2017, masih belum dikerjakan, namun dalam LPJ ternyata semuanya sudah selesai,”tuturnya belum lama ini.
Program tersebut lanjutnya, diantaranya, jalan baru di Dusun Pejere dengan anggaran Rp 183 juta. Selanjutnya jembatan Pengembur dan Jembatan Seang, dengan anggaran Rp 449 juta. “Untuk jembatan sendiri, yang sudah di kerjakan hanya jembatan Pengembur, sedangkan di Dusun Seang belum,” jelasnya.
Selain itu lanjut bapak yang sekaligus sebagai marbot, Pustu di Dusun Netem dan Kenauh, yang anggarannya Rp 260, juga belum dikerjakan. Terhadap hal itu, pihaknya menilai mantan kades telah membuat laporan Fiktif.
Terpisah, mantan Kepala Desa Pengembur Supardi Yusuf membantah, di mana beberapa program di tahun 2017, termasuk semua program selama menjabat, sudah dilaksanakan dan sudah di LPJ kan.
“Semua program selama menjabat sudah selesai saya kerjakan, dan LPJ nya juga sudah saya sampaikan dan diterima,” tegasnya.
Beberapa persoalan yang dipermasalahkan masyarakat, seperti pustu di Dusun Netem dan Kenauh, memang pihaknya akui belum dikerjakan, pasalnya masyarakat tidak ada yang mau menghibbahkan lahan, sehingga tidak bisa membangun.
“Masyarakat ndak ada yang mau jual tanahnya, jadi bagaimana bisa kita bangun,” sebutnya.
Untuk menghindari kesalahan sebab sudah dianggarkan, pihaknya mengalihkan anggaran tersebut ke yang lain, seperti turnamen sepak bola dan menyantuni anak yatim. “Pengalihan anggaran tersebut itupun atas persetujuan masyarakat dan sudah kita bahas di desa,” jelasnya.
Andainya masyarakat melakukan pemberatan, pihaknya siap untuk mempertanggungjawabkan.
“Saya siap mempertanggungjawabkan semua dihadapan hukum, jika ada masyarakat yang keberatan,” ujarnya. (ap)

Share this post