Ratusan Pengungsi Terjangkit Malaria di Lobar

Ratusan Pengungsi Terjangkit Malaria di Lobar

Lombok Barat SR – Kasus wabah malaria  yang menjangkit 128 orang di Lombok Barat, merambah di sejumlah kecamatan, terutama pada tempat pengungsian masyarakat yang ada. Malaria yang diklaim berasal dari Desa Bukit Tinggi Kecamatan Gunung Sari ini, menyebar ke tempat – tempat pengungsian yang ada di Kecamatan Batulayar.
Bupati Lombok Barat, Fauzan Khalid memaparkan, terhadap persoalan penyakit malaria yang sudah mewabah ini, Pemerintah Daerah telah menandatangani surat Kejadian Luar Biasa (KLB) pasca gempa,  yang mulai berjangkit di tengah-tengah pengungsian.
Wabah malaria tersebut muncul dari daerah Desa Bukit Tinggi Kec. Gunung Sari yang merupakan daerah endemik. Kejadian ini, jika melirik pada 2017 lalu, justru tidak ada kejadian malaria.
“Wabah malaria ini muncul berawal dari  menjangkit kepada enam orang dan selanjutnya menyebar ke daerah mekar sari di bawah naungan Puskesmas Penimbung Gunung Sari,” ungkapnya.
Hingga saat ini, (Jum’at 14/9) lanjut Fauzan, korbat telah mencapai angka 128 orang yang terjangkit malaria yang menyasar ibu hamil, orang dewasa, anak – anak dan balita. Angka ini menurutnya angka yang tinggi. Namun dalam hal ini pemda tetap intens memberikan penanganan medis.
Masalah kasus malaria ini harus diberantas habis mulai dari sekarang, apalagi dalam waktu yang tidak terlalu lama, mengingat musim hujan akan tiba. Untuk itu, harus ada langkah antisipasi terhadap kemungkinan munculnya penyakit lain seperti demam berdarah.
“Pemerintah sudah berupaya memberikan dalam bentuk pengadaan 10.000 kelambu dan obat obatan untuk kebutuhan penangananya,” terangnya.
Sementara Kepala Bidang Kesmas Dinas Kesehjatan Lobar, M.Abdullah memaparkan, membenarkan KLB di wilayah Gunung Sari dan Batu Layar, namun meski demikian, guna melakukan penanganan malaria tersebut, pihaknya telah melakukan foging di beberapa tempat. Foging ini dianggap ampuh membunuh Nyamuk Aides Aigipty yang akan menyebabkan malaria serta  demam berdarah. Sedangkan untuk pembasmian jentik dilakukan dengan meggunakan Abate.
“Cara kita yang efektif adalah dengan foging serta membasimu hentik dengan Abate,” urainya.
Sedangkan dalam bentuk pencegahan adalah, masyarakat diberikan lotions anti nyamuk serta MBS untuk tes darah guna mendeteksi penjangkitan malaria.
Terkait bantuan kata dia, sejauh ini pemda Lobar sudah menerima sejumlah sumbangan kelambu dari Global Fun yang direlokasi dari daerah Toraja sebanyak 1500 kelambu. Sedangkan yang akan segera tiba dengan 5000 kelambu dari PMI dan dari BNPB.
“Pada bulan Mei yang lalu, Global Fun telah lebih awal dropping kelambu ke meninting sekitar 5000 helai.” tandasnya.
Agenda coffie moning yang menghadirkan pihak Dinas Kesehatan, Dinas PU- PR serta Kepala Bagian Humas dan Protokol H.Syaiful Ahkam, serta insan pers diterima langsung Bupati Lobar saat itu. (W@N)

Share this post