Pemkab Loteng Gantung Pembangunan Pasar Renteng

Lombok Tengah SR – Pasca Kebakaran Pasar Renteng Kelurahan Renteng Kecamatan Praya Lombok Tengah (Loteng), beberapa Minggu lalu. Sampai saat ini kabar pembangunan pemulihan belum jelas, pasalnya anggaran untuk membangun pasar yang sudah dilalap jago merah tersebut, membutuhkan anggaran besar.
“Kita sudah beberapa kali membahas persoalan membangun pasar Renteng yang sudah habis di lalap api, saat saat seperti ini, pihak ketiga sangat kita harapkan, untuk bisa membantu membangun,” papar Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi Setda Loteng HM. Ikhsan kemarin.
Kenapa pihaknya mengatakan demikian, pasalnya anggaran untuk pemulihan pasar tersebut, sampai saat ini tidak ada, sehingga jalan lain yang diharapkan adalah, pihak ketiga tersebut.
“Opsi mengharapkan pihak ke tiga yang membantu melakukan pemulihan, jika masyarakat atau para pedagang di sana tidak sabar menunggu anggaran 2019,” jelasnya, Jumat (10/9).
Saat ini lanjutnya, pemerintah hanya bisa membantu para pedagang, meringankan beban mereka dengan cara mengundang, sejumlah bank, seperti Bank Perkeriditan Rakyat Praya, Bank NTB, Bank Mandiri dan Bank BRI.
“Semua pedagang di pasar Renteng, bisa dikatakan rata rata mengambil pinjaman di Bank, makanya kami saat ini sedang mengupayakan agar pihak bank memberikan keringanan,” ungkapnya.
Keringanan tersebut jelasnya, paling tidak mereka diberikan perpanjangan pinjaman, mengingat usaha mereka sudah mengalami musibah. Sehingga untuk mencari dana untuk diberikan, tidak ada.
“Utang di bank, bukan kita bantu untuk di hapus, namun meringankan. Ia paling tidak masa pinjaman diperpanjang,” bebernya.
Dikatakan, dari Empat Bank tempat mereka meminjam, hanya baru dua bank yang sudah mengirimkan tanggapan atau menerima opsi pemerintah, diantaranya BPR dan Bank NTB. Sedangkan untuk Bank Mandiri dan Bank BRI, sampai saat ini masih menunggu jawaban.
“Bank NTB dan BPR yang sudah memberikan jawaban dan mereka siap, tinggal dua Bank yang masih kita tunggu, yakni Bank Mandiri dan Bank BRI,” jelas Ikhsan.
Selanjutnya pada hari Jumat (Kemarin Red), pemerintah sudah mengirimkan surat ke OJK atau Bank Indonesia (BI), perpanjangan pinjaman di Bank Mandiri dan BRI, bisa diperpanjang. “Untuk lebih jelasnya, mekanismenya kenapa BPR dan Bank NTB sudah memberikan jawaban, sebab dua Bank ini bisa dikatakan milik kita, sedangkan Bank Mandiri dan BRI, itu harus ada persetujuan dari BI,” Tutupnya.
Sementara itu sebelumnya, Politisi PDI Perjuangan Lalu Mashudi mengaku, di tengah anggaran yang minim, pihaknya akan menawarkan kepada pemerintah, agar anggaran untuk masing masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), se Loteng di potong.
Dari hasil potongan tersebut, itu akan dikumpulkan dan pihaknya yakin, insyaallah akan memenuhi anggaran pembangunan.
“Satu satunya jalan jika pemerintah ingin melihat pembangunan pasar renteng segera beroperasi, potong anggaran SKPD, insyaallah anggaran sesuai jumlah yang dibutuhkan membangun pasar renteng, pasti terpenuhi,” sebut anggota DPRD Loteng dapil Praya Praya Tengah ini. (ap)

Share this post