Pedagang Eks Pasar Renteng, Seruduk Kantor Dewan Tuntut Kejelasan Relokasi

Pedagang Eks Pasar Renteng, Seruduk Kantor Dewan Tuntut Kejelasan Relokasi

Lombok Tengah SR – Puluhan pedagang eks pasar Renteng Kelurahan Renteng Kecamatan Praya Lombok Tengah (Loteng), menyeruduk kantor Dewan Rabu, (8/8) lalu. Kedatangan puluhan pedagang tersebut, guna menuntut kejelasan, dimana mereka di relokasi untuk beberapa saat.
H. Ja’far salah seorang pedagang asal Bodak Kecamatan Praya mengaku kedatangan mereka bersama teman temannya, guna menuntut kejelasan, nasib mereka setelah pasar Renteng di lalap api.
“Kedatangan kami ke kantor ini, hanya menuntut kejelasan dari pemerintah, bagaimana nasib kami selanjutnya,” katanya.
Menuntut nasib lanjutnya, ini dinilai sangat wajar ia lakukan, sebab setelah api menghabiskan pasar Renteng, tempat berjualan pun ludas dan kedatangannya bersama rekan rekan, guna menuntut tanggung jawab pemerintah daerah, selaku pijakan dan pemberi kebijakan.
“Kedatangan kami ini bukan menuntut kerugian, hanya kami datang menuntut kejelasan pasca, kami mendapatkan musibah, minimal kami dibuatkan tempat berjualan sementara,” ungkapnya.
Diakuinya, sebegai bentuk perhatian pemkab Loteng, di terminal pasar Renteng memang diberikan tempat berjualan, hanya saja di terminal tersebut, telah di pasangkan spanduk bertuliskan, diberikan tenggang waktu berjualan sampai dua minggu.
Adanya tulisan tersebut, pihaknya bersama pedagang yang lain, merasa tidak terima. Sebab dengan waktu yang singkat, jelas itu tidak memberikan keuntungan dan malah merugikan.
“Kalau hanya dua minggu, saya rasa itu waktu yang pendek, makanya itu juga bagian dari tuntutan kami,” sebutnya.
Sementara itu Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Loteng H Saman mengakui, alau terminal itu sudah dibuka untuk para penjual, dengan tenggang waktu sampai dua minggu. “Tempat dan penentuan batas, betul kami lakukan buat para penjual,” katanya.
Memberikan batas lanjutnya, pemerintah memiliki alasan jelas, dimana pemerintah daerah telah merencanakan eks PTP Desa Puyung Kecamatan Jonggat Loteng, sebagai lokasi mereka berjualan.
Sembari menunggu pembersiahan dan penyediaan tempat di PTP, pihaknya membutuhkan dua minggu saja, sehingga lokasi di PTP, insyaallah jadi. “Coba mohon bersabar, di terminal paling mereka berjualan dua minggu, selanjutnya kami akan buka PTP Puyung sebagai lokasi mereka berjualan,” jelasnya.
Dijelaskan, dilokasi PTP, masih ada beberapa bangunan yang berdiri megah, bangunan tersebut pinggirnya akan di buka atau gudang tersebut akan dijadikan tempat terbuka. Dilokasi itulah tempat mereka membuka dagangan, sampai ada keputusan pemerintah, terkait perbaikan pasar renteng.
“Di eks PTP, kami tidak bisa menentukan sampai batas kapan mereka membuka jualan di sana, tapi yang jelas jika pasar renteng sudah berdiri megah, baru bisa mereka akan dipindahkan kembali,” ujarnya.
Sementara itu ketua DPRD Loteng H Fuaddi mengajak kepada semua pedagang untuk tidak terpancing dengan isu hoax. Sebab kebakaran pasar renteng itu murni musibah, dan pemerintah sendiri pastinya akan memberikan solusi kepada seluruh pedagang.
“Jika ada beria miring terkait terbakarnya pasar renteng, mohon itu jangan di dengarkan, sebab kebakaran tersebut murni musibah dan pemerintah sendiri sedang mencarikan solusi,” katanya.
Selanjutnya terkait pembatasan, pihaknya akan mengkaji dan mendesak pemerintah daerah untuk tidak dilakukan pembatasan. Terkecuali jika janji pemerintah untuk memindahkan ke PTP Puyung sudah jadi, pihaknya mendukung eks PTP sebagai lokasi mereka berjualan. (ap).

Advertisements

Share this post

Post Comment

Or