Akhirnya, Kebun Raya Lemor Dilaunching

Akhirnya, Kebun Raya Lemor Dilaunching

Lombok Timur, SR – Setelah mengalami penundaan, akhirnya Bupati Lombok Timur H. Moch. Ali bin Dachlan, melaunching  Kebun Raya Lemor, kecamatan Suela, Rabu (8/8).  Kebun Raya Lemor, sebagai kebun raya pertama dan sampai saat ini satu-satunya kebun raya di Bio region  Lesser Sunda (sunda kecil).

Kebun Raya Lemor yang dirintis pembangunanya sejak 2007 lalu memiliki luas 124,9 Ha, dengan kawasan ex-situ seluas 42 Ha, dan In-situ 82,9 Ha.Kawasan dibagi dalam tiga zona yaitu, zona penerimaan, zona perkantoran, dan zona koleksi.

Dalam sambutannya Bupati Lombok Timur H. Moch. Ali bin Dachlan menyampaikan pembangunan Kebun Raya Lemor dilatari keresahannya akan tingginya kerusakan lingkungan, bahkan di taman nasional. “Kebun raya meski pun kawasannya kecil akan menjadi penyelamat ketika hutan sudah rusak,”ungkapnya.

Bupati juga meminta penyatuan kawasan ex-situ dan In-situ dengan pembangunan jalan baru, sementara jalan yang ada saat ini menjadi bagian dari kebun raya. Pemerintahan mendatang harus segera menganggarkan pembangunan tersebut.

“Kedepan, kebun raya ini dapat memberikan sumbangan berarti terhadap perekonomian Lombok Timur melalui PAD yang dihasilkan. PAD, merupakan salah satu modal pembangunan, terlebih melihat kecilnya DAU Lombok Timur,”harapnya.

Sementara itu Deputi Ilmu Pengetahuan Hayati (IPH) Prof. Enny Sudarmonowati, mewakili  Kepala LIPI menyampaikan Indonesia merupakan negara dengan keanekaragaman hayati terbesar kedua di dunia, namun sekaligus menyumbang kerusakan keanekaragaman hayati ke enam di dunia. Karenanya, pemerintah memiliki kewajiban untuk melaksanakan pelestarian keragaman hayati, salah satunya dengan pembentukan Kebun Raya.

“Saat ini di Indonesia terdapat lima kebun raya, lima dikelola oleh LIPI, 32 dikelola oleh Pemda, dan dua oleh Universitas. Jumlah tersebut belum mewakili seluruh eko-region yang ada di Indonesia,”tandasnya.

Enny, menyatakan minimal terdapat 47 kebun raya untuk mewakili seluruh eco-region. Karenanya keberadaan Kebun Raya Lemor menjadi penting sebagai satu-satunya kebun raya di wilayah eco-region Sunda Kecil. Deputi IPH mengajakseluruh pihak bersama-sama dalam pengembangan kebun raya ini dengan memanfaatkan Iptek. “Semoga kawasan kebun raya dapat dimanfaatkan secara optimal dan melibatkan Universitas untuk penelitian, sebab kebun raya juga bermanfaat dalam  peningkatan perekonomian masyarakat, salah satunya melalui PAD,”tegasnya.

Enny, mencontohkan Kebun Raya Bogor yang menjadi penyumbang terbesar PAD Kota Bogor. Deputi IPH menutup sambutannya dengan menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah mewujudkan terwujudnya Kebun Raya Lemor ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (LHK) Lombok Timur, Mulki, mengungkapkan sangat bersyukur atas launching Kebun Raya Lemor sekarang ini, karena sudah bertahun-tahun diagendakan, namun baru sekarang bisa terealisasikan.

“Launching ini sangat berharga, sebab memiliki persyaratan dan fungsi yang sangat strategis bagi perkembangan kemajuan Kebun Raya Lemor kedepan. Semoga bermanfaat bagi kemajuan perekonomian Lombok Timur,” tandasnya.

Hingga saat ini Kebun Raya Lemor, telah menjalankan lima fungsi kebun raya, yaitu, fungsi konservasi, penelitian, pendidikan, wisata, dan jasa lingkungan. Legalitas kebun raya sebagai bagian dari komitmen pemerintah ditunjukkan melalui Perda nomor 2 tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Lombok Timur tahun 2012-2032;  Keputusan Menteri Kehutanan nomor 22 tahun 12 tentang Penetapan Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus until Hutan Penelitian dan Pengembangan serta Pendidikan Lingkungan dalam bentuk Kebun Raya Lemor pada Kawasan Hutan LindunganNya Pertandakan/Lemor (RTK.9) di Kabupaten Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat seluas +/- 82,9 Ha; Peraturan Bupati Lombok Timur nomor 11 tahun 2013 tentang Pembentukan Unit Pelaksana Teknis Dinas Kebun Raya Lombok pada Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Lombok Timur; Perda Kabupaten Lombok Timur no. 1 tahun 2014 tentang RPJM DaerahKab. Lotim tahun 2013-2018 dan Perjanjian Kinerja tahun 2016; Perbup Kab. Lotim no. 6 tahun 2017 tentang Pembentukan, Nomenklatur, Susunan Organisasi, Tugas, dan Fungsi serta Tata Kerja unit Pelaksana TeknisDinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Lombok Timur; Surat Keputusan Bupati Kab. Lotim no. 188.45/714/ LHK/ 2017.

Launching ditandai pemukulan gong oleh Bupati Lombok Timur dan penandatangan prasasti.

Hadir pada kesempatan tersebut Deputi IPH LIPI, anggota komisi VII DPR RI, Kepala Kebun Raya se-Indonesia, Kepala OPD lingkup Pemkab Lotim dan tokoh agama serta tokoh masyarakat setempat.(vin)

Share this post