TOP NEWS 

Lombok Diterjang Gempa Berkekuatan 6,4 SR Korban Berjatuhan

Lombok Timur SR – Gempa berkekuatan 6,4 sr di kedalaman 10 km, lokasi 8,26 LS -116.55 BT, 28 KM Barat Laut mengguncang pulau Lombok Ahad (29/7) sekitar pukul 06.45 wita. Kabupaten yang mendapatkan dampak kerusakan yang cukup parah adalah Lombok Timur dan Lombok Utara. Di Lombok Timur dua kecamatan yaitu Kecamatan Sambalia dan Sembalun, adalah yang paling parah hingga menimbulkan belasan korban jiwa.
Release yang dikirim Dandim 1615 Selong, kepada Suara Rinjani, mengabarkan tercatat belasan korban jiwa meninggal dunia akibat gempa yang cukup besar tersebut.
Di Kecamatan Sembelia tercatat 9 orang korban meninggal dunia masing-masing warga dari Desa Sugian, Desa Dara Kunci, Desa Medain, dan Desa Obel-obel. Yaitu , Papuk Bambang (60), warga Desa Sugian, Zahra umur (3) balita dari Dusun Batu Sila Desa Dara Kunci, meninggal karna tertidas dengan tembok bangunan rumahnya. Sementara 5 orang dari desa Medain yaitu Adiatul Aini (27), Herniati (35), Baiq Nila Wati (19 th), Herli (9 th), dan Fatmirani (27). Dua orang korabn dari desa Obel-Obel yaitu Firdaus (7 th) dan Mapatul Akherah (7)
Sementara di Kecamatan Sembalun, dikabarkan 2 orang meninggal dunia yaitu Isma (30) mahasiswa dari Ampang Malaysia yang berkunjung ke Lombok untuk mendaki Gunung Rinjani, dan Inaq Marah (80), warga Dusun Kokok Putek Desa Sajang.
Sedangkan di Kabupaten Lombok Utara, korban meninggal dunia ada 4 orang di kecamatan Bayan, yaitu Janiarto (8), warga desa Sambi Elen, Rusdin (34) warga desa Loloan, Sandi (20) Desa Senaru, dan Natrinep (11) warga Senaru. Sementara untuk kerugian material terdapat ratusan rumah rusak, baik rusak berat maupun ringan.
Sementara korban yang mengalami luka berat maupun luka ringan di Kecamatan Sambalia langsung evakuasi dan diberikan perawatan intensif dan penanganan medis di Lapangan Desa Obel-Obel sebanyak 51 orang, di Pukesmas Belanting sebanyak 62 orang luka berat dan ringan, dan di Pukesmas Sambelia sebanyak 9 orang luka berat dan ringan. Sementara korban luka berat dan luka ringan di Kecamatan Sembalun berjumlah sebanyak 29 orang.
Selain menelan korban jiwa dan korban yang luka-luka, gempa berkekuatan 6,4 SR yang mengguncang gumi Patuh Karya tersebut juga mengakibatkan kerugian materiil, baik di yang terjadi di Kecamatan Sambalia dan yang terjadi di Kecamatan Sembalun.
Kec. Sembelia, Desa Dara Kunci dan di Desa Sugian, 59 unit rumah rusak berat dan 55 unit rumah rusak ringan. Sedangkan di Desa Obel-Obel terdata sebanyak 144 unit rumah rusak berat dan Rusak ringan 110 unit rumah, selanjutnya di Desa Belanting sebanyak 170 unit rumah rusak berat dan 95 unit rumah rusak ringan
Sedang di kecamatan Sembalun, kerugian materil yang diterdata sampai berita ini diturunkan sebanyak 25 unit rumah rusak berat dan 100 unit rumah rusak ringan.
Kapolrers Lombok Timur AKBP Eka Fathurrahman, bahkan terlihat melalui siaran langsung facebook, melaporkan kondisi dari lokasi dampak gempa di kecamatan Sembalun sekaligus memimpin untuk membantu para korban akibat gempa tersebut. Polres Lombok Timur langsung mengambil langkah cepat dengan langsung melakukan koordinasi dengan Bupati Lombok Timur, BPBD, beserta pihak terkait lainnya dan selanjutnya langsung melakukan evakuasi terhadap korban.
Korban luka dievakuasi dari lokasi Kesehatan Lapangan ke Puskesmas Lapangan selanjutnya di bawa ke RSUD Selong. “Korban yang mengalami luka ringan di tangani di tenda kesehatan, sementara korban yang mengalami luka berat di evakuasi langsung ke RSUD. Selong,”kata Kapolres Lotim.
Tidak hanya sampai disitu, Pemerintah bersama Polri, TNI, PMI dan semua pihak terkait juga mendirikan posko dan rumah sakit .
Sampai saat ini, posko penanggulangan dan pengungsian di dirikan di Kantor Camat Sembalun dan di Kantor Desa Belanting Kec Sembelia, demikian juga halnya untuk membantu para korban, pemda juga mendirikan dapur umum yang berlokasi di Kantor Camat Sembalun, Kantor Desa Obel-obel Kec Sembelia dan di Kantor Desa Belanting Kec. Sembelia Lombok Timur
Sementara itu Kepala Stasiun Geofisika Mataram Agus Riyanto, S.P, M.M dalam press releasnya menjelaskan hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki kekuatan M=6,4. Episenter. Gempa bumi terletak pada koordinat 8,4 LS dan 116,5 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 47 km arah timur laut Kota Mataram, Propinsi Nusa Tenggara Barat pada kedalaman 24 km, tidak berpotensi Tsunami.
Ia juga memaparkan bahwa dengan memperhatikan lokasi episenter, kedalaman hiposenter, dan mekanisme sumbernya maka gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Naik Flores (Flores Back Arc Thrust).
“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa ini, dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault),” jelasnya
Lanjut Agus, guncangan gempa bumi ini dilaporkan telah dirasakan di daerah Lombok Utara, Lombok Barat, Lombok Timur, Mataram, Lombok Tengah, Sumbawa Barat dan Sumbawa Besar pada skala intensitas II SIG-BMKG (IV MMI), Denpasar, Kuta, Nusa Dua, Karangasem, Singaraja dan Gianyar II SIG-BMKG (III-IV MMI). Sementara di Bima dan Tuban II SIG-BMKG (III MMI), Singaraja pada skala II SIG-BMKG atau III MMI dan Mataram pada skala II SIG-BMKG atau III MMI. (vin).

Related posts

%d blogger menyukai ini: