BEM IAIH NW Lotim, Gelar Training Motivasi Bisnis Islami

BEM IAIH NW Lotim, Gelar Training Motivasi Bisnis Islami

Lombok Timur SR – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Lombok Timur, menggelar Training Motivasi Internasional Bisnis sesuai syariat Islam yang diajarkan Rasulullah SAW., di auditorium lantai 3 kampus setempat, Ahad (22/7).
Kegiatan ini dimaksud untuk menumbuhkan semangat generasi muda dalam berwirausaha dengan mendatangkan alumni Fakultas Ekonomi Universiti Kebangsaan Malaysia, Dr. Suwandi, SE., M.Ec. sebagai narasumber.
Panitia pelaksana, Doni Maduto dalam laporannya menyampaikan, seminar motivasi berbisnis tersebut di ikuti ratusan kalangan mahasiswa dan pelajar se kabupaten Lombok Timur.
“Sejak 1 minggu yang lalu kami sudah melakukan sosialisasi acara ini dan alhamdulillah pesertanya cukup ramai sebanyak 240 orang” ucapnya.
Presiden Mahasiswa BEM IAIH NW Lombok Timur, Abdul Azis dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada nara sumber, terima kasih sudah berkenan hadir dan berbagi ilmunya kepada mahasiswa dan generasi muda di daerah ini, selayaknya kita yang hidup di zaman modern ini dapat mencontoh prilaku yang telah disunnahkan sehingga selain meraih keuntungan dalam berusaha.
“Memberi manfaat bagi orang yang banyak juga mendapatkan berkah yang berlimpah dari Allah SWT atas rejeki yang kita raih,” ucapnya.
Ia juga berharap kepada peserta untuk tetap semangat mengikuti materi sampai selesai. “Nara sumber kita kali ini adalah orang yang hebat dan luar biasa, ilmunya harus kita ambil hari ini, kedepannya dari hasil seminar dan training seperti ini kita akan gagas Koperasi Mahasiswa di Kampus kita ini” tegasnya
Dr Suwandi, SE., M.Ec. dalam pemaparannya menjelaskan bahwa dalam berwirausaha, kita perlu mencontoh spirit kewirausahawanan dari Rasulullah SAW dan para generasi salaf. “Biasanya, kita akan merasa termotivasi jika ada sosok yang kita idolakan, kita ambil idola generasi salaf” urainya.
Lanjut Suandi, meski zaman dan permasalahan telah berbeda, tapi kita tiru kegigihan dan semangat mereka di dalam berbisnis. Sejarah mencatat dengan tinta emas bagaimana Rasulullah sudah merintis bisnis sejak usia belia. Berdagang dari Arab hingga Syam, naik onta. “Renungkan, bagaimana mudahnya kita saat ini bepergian memakai kendaraan, daya jangkau pun lebih luas,” ulasnya.
Selain itu, ia juga menceritakan generasi salaf mampu membangun bisnis tanpa mengenyampingkan orientasi akherat. “Bisnis mereka luar biasa tapi infak dan sedekahnya di jalan Allah tak pernah putus. Bisnis generasi salaf benar-benar membawa keberkahan bagi masyarakat di zamannya”
Ia juga menegaskan bahwa Hal mendasar yang perlu dipersiapkan oleh wirausahawan muda adalah ilmu tentang prinsip-prinsip ekonomi di dalam Islam, selain itu prinsip terpenting lainnya adalah hukum asal setiap transaksi adalah halal. “Sebagaimana kaidah fikih, “Hukum asal dalam segala hal adalah boleh hingga ada dalil yang menunjukkan keharamannya,”pungkasnya.
Pada seminar kali ini panitia mengambil Tema “Seni Berbisnis Nabi Muhammad SAW bersama keluarga dan Sahabat” (vin)

Advertisements

Share this post

Post Comment

Or