1017 Santri Baru Pontren Syaikh Zainuddin NW Ikuti MPLS

1017 Santri Baru Pontren Syaikh Zainuddin NW Ikuti MPLS

Lombok Timur SR – Untuk memulai tahun pelajaran 2018/2019, Yayasan Pendidikan Pondok Pesantren Syaikh Zainuddin NW Anjani Lombok Timur menggelar kegiatan pembukaan Masa Pengenalan Sekolah/Madrasah (MPLS) bersama dari semua lembaga pendidikan yang dikelola dari tingkat TK sampai tingkat MA/SMA/SMK, di lapangan santri pondok pesantren setempat, Ahad (16/7).
Perwakilan dari salah satu kepala madrasah TGH Ihsan Safar, SS dalam laporannya menyebutkan jumlah santri baru yang diterima dari 11 lembaga pendidikan dasar/menengah yang dikelola pondok sebanyak 1015 orang dengan perincian TK 37 orang, MI sebanyak 20 orang, MTs Muallimin NW sebanyak 131 orang, SMP 42 orang dan MTs Muallimat sebanyak 89 orang. Sedangkan untuk tingkat menengah atas, MA Muallimin menerima santri baru sebanyak 204 orang, MA Muallimat sebanyak 172 orang, SMA sebyk 60 orang, MAPK 143 orang, SMK sebanyak 73 orang dan MAK Hamzanwadi II sebanyak 44 orang
“Peningkatan jumlah santri baru dari masing-masing lembaga pendidikan meningkat sebesar 65 persen dari tahun sebelumnya sebanyak 723 orang” jelasnya
TGH Ihsan yang juga Kepala MAPK Syaikh Zainuddin NW Anjani juga menyampaikan bahwa beberapa lembaga pendidikan membatasi penerimaan santri baru dengan melakukan seleksi yang ketat, terutama di sekolah khusus seperti MAK Hamzanwadi II dan MAPK Syaikh Zainuddin NW. “Kami melakukan seleksi yang ketat pada lembaga tersebut mengingat kuota yang diterima terbatas” ulasnya
Ketua Yayasan Pendidikan Pondok Pesantren Syaikh Zainuddin NW Anjani dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Staf Yayasan Muh Zuhri, SS., mengucapkan selamat datang kepada semua santri baru di pondok pesantren yang didirikan ummuna Ketua Umum PBNW Hj St Raihanun Zainuddin AM ini.
“Inilah suasana pondok pesantren kita sejuk dan masih alami, mari kita syukuri anugrah dari yang Maha Kuasa ini,” ucapnya.
Ia juga mengingatkan agar semua panitia pelaksana MPLSM dengan selalu mengacu kepada juklak juknis yang ada dan tetap menjunjungb tinggi nilai akhlak Islami. “Tidak boleh ada ploncoan, mari kita laksanakan dengan lebih banyak pendekatan edukasi dan humanisme” tandasnya, sembari menghibau kepada semua kepala madrasah/sekolah untuk tetap mengawasi pelaksanaan MPLS ini agar berjalan sesuai dengan nilai dan karate pondok pesantren,” pungkasnya.(vin)

Advertisements

Share this post

Post Comment

Or