Ilham Lubis : PPIH Adalah Amanat Yang Harus Dipertanggung Jawabkan

Ilham Lubis : PPIH Adalah Amanat Yang Harus Dipertanggung Jawabkan

Mataram SR – Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama RI yang diwakili Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri, Hj. Ilham Lubis dalam sambutannya mengatakan bahwa pelayanan ibadah haji yang terdiri dari dua fase ini merupakan tugas yang sangat berat, dimana fase pertama adalah pemberangkatan dan dalam fase kedua adalah pemulangan Jamaah Haji dari Arab Saudi ke Tanah Air Indonesia.
“Kegiatan ini merupakan sebuah amanat yang diberikan sebagai Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) dan dijadikan sebagai titik awal dimulainya operasional embarkasi haji setelah pembentukan PPIH,” ujar Hj. Ilham Lubis, pada acara pengukuhan Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi/Debarkasi Lombok 2018 di Aula Bir Ali Asrama Haji Nusa Tenggara Barat, Selasa, (10/7).
Lanjut dikatakan Hj. Ilham Lubis menjelaskan bahwa tahun ini, ada satu rangkaian kegiatan di embarkasi yang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, dimana proses biometrik dan fingerprint jemaah haji yang biasanya dilakukan waktu kedatangan di bandara Arab Saudi, nantinya akan dilakukan di embarkasi, kegiatan ini dalam rangka percepatan keimigrasian data jemaah haji. “Untuk jemaaah haji yang telah melakukan proses biometrik dan finger print maka tidak akan mengantri terlalu lama ketika kedatangan di bandara Arab Saudi dan ini nanti akan memangkas waktu ketika di bandara Arab Saudi,” tegas Hj. Ilham Lubis.
Pada tahun ini, jemaah haji akan diterbangkan dari 13 embarkasi sebanyak 206.530 orang yang tergabung dalam 507 kloter dengan.  Dalam hal penyelenggaraan angkutan udara setelah dilakukan proses seleksi dan negosiasi, pemerintah telah menetapkan PT. Garuda Indonesia dan Saudia Arabian Airlines untuk mengangkut Jamaah Haji Indonesia.
“PT Garuda Indonesia akan menerbangkan Jamaah Haji Indonesia pergi pulang asal Embarkasi Aceh, Medan, Lombok, Jakarta Pondok Gede (Khusus Provinsi DKI, Jakarta, Banten dan Lampung), Solo, Banjarmasin, Balikpapan dan Makasar, sedangkan Saudia Arabian Airlines akan menerbangkan Jamaah Haji Indonesia asal Embarkasi Batam, Palembang, sebagian Jakarta Pondok Gede, Jakarta Bekasi (Khusus Provinsi Jawa Barat) dan Surabaya”ungkapnya.
Ilham Lubis berpesan agar seluruh PPIH dapat bersikap profesional, memiliki pengetahuan dan mempunyai aspek moralitas serta berkomitmen dalam melayani jemaah haji selama di embarkasi, apabila ada persoalan-persoalan selama di embarkasi seperti terkait dengan persoalan istitha’ah jemaah haji agar dapat diselesaikan dengan mengedepankan kearifan lokal (local wisdom).
“Kita berikan kewenangan kepada PPIH Embarkasi sebagai penentu kebijakan untuk memberangkatkan jemaah hajinya. Apabila jemaah haji sudah masuk embarkasi semuanya harus dapat diberangkatkan, dan dalam hal ini yang berhak mengambil keputusan adalah PPIH bukan instansi lain,” tegasnya.
Di akhir sambutannya Hj/ Ilham Lubis mengingatkan kepada seluruh PPIH agar dapat memperhatikan terkait dengan keterbatasan armada pesawat, slot time dan masa operasional penerbangan, agar di saat pengisian kapasitas seat pesawat untuk dapat dimaksimalkan, juga ditambahkan bahwa pelaksanaan tahmil wa tanzil atau penimbangan dan pengangkutan barang bagasi jemaah haji untuk tahun ini dilakukan dari pemondokan di Makkah dan hotel di Madinah yang merupakan tanggungjawab perusahaan penerbangan.
Acara tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Nusa Tenggara Barat H. Rosiadi Sayuti, mewakili Gubernur NTB untuk mengukuhkan Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi/Debarkasi Lombok 2018. (ror)

Share this post