PDTI Pelototi Pelaksanaan PKTD

PDTI Pelototi Pelaksanaan PKTD

Lombok Timur, SR – Dengan Adanya program Padat Karya Tunai Desa (PKTD), Desa diharapkan dapat menigkatkan partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan desa. Prinsip partisipatif dan gotong royong ingin ditumbuh kembangkan dengan program ini. Selain itu, harapannya adalah supaya dengan adanya Dana Desa (DD) ini dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat.
Demikian dikatakan M. Tohri, selaku Pendamping Desa Teknik Infrastruktur (PDTI), saat mengikut musyawarah desa penyusunan rancangan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) di aula kantor Desa Bebidas Kecamatan Wanasaba pada Rabu (4/7) lalu.
Lanjutnyan, sebagai PDTI yang diberi tugas untuk mndampingi semua desa yakni 14 Desa di Kecamatan Wanasaba, memiliki tanggung jawab untuk terus mengawasi dan membantu desa untuk bagaimana agar padat karya tunai ini tepat sasaran dan bisa berjalan dengan maksimal sesuai dengan Juknis yg diterbitkan Oleh Kementrian Desa.
“Khusus Desa Bebidas, Kankung sapaan akrabnya, Padat Karya Tunai sudah bisa dikatakan berjalan dengan baik, dari perencanaan fisik yakni pada RAB sudah mamanuhi HOK atau upah tenaga 30% dari keseluruhan pembangunan fisik,”jelasnya.
Dalam pengerjaannyapun masyarakat sangat antusias, sesuai degan prinsip partisipatif dan gotong royong, untuk itu spesifikasi teknisnya sendiri sudah memenuhi sesuai apa yg direncnankan. “Harapan saya pribadi semoga dengan program ini dapat memunculkan rasa memiliki ditengah masyarakat,”harapnya.
Pembangunan fisik katanya, yang telah dikerjakan bersama dapat dijaga dan dipelihara pemanfaatannya sehingga memiliki umur pakai yg lebih lama, selama ini kita lihat, setelah desa membagun, masyrakat bahkan desa melepas begitu aja, sehingga bangunan yang baru setahun dibangun sudah mengalami kerusakan. “Untuk itu setiap pembangunan yang dilaksanakan oleh desa akan terus kita pelototi” pungkasnya.
Sementara itu, ditempat yang sama, Sekretaris Badan Pemusyawaratan Desa (BPD) Desa Bebidas, Sahibul Kahpi, mengatakan dari Dana Desa (DD) tahap 2 yang 40% pengerjaannya telah selesai, seperti pengerasan atau pemadatan jalan, pemasangan plat deuker dan rabat jalan, yang dikerjakan secara padat karya tunai.
Program Padat Karya Tunai Desa (PKTD) merupakan kegiatan pemberdayaan keluarga miskin dan pengangguran, sehingga kegiatan ini melibatkan masyarakat yang berpenghasilan rendah maupun pengangguran, kegiatan ini menyiapkan lapangan pekerjaan dan diharapkan pula dapat membangun kektuatan kebersamaan keswadayaan gotong royong dan partisipasi masyarakat.
“Program ini melibatkan warga dari 12 dusun, tentu saja masyarakat menyambut dengan baik, terutama masyarakat yang tingkat ekonominya rendah dan pengangguran, mereka dapat bekerja dan memenuhi kebutuhan keluarga,”pungkasnya. (Adhi)

Share this post