Desa Bandok Bentuk BUMDes “Mandiri”

Badan Usaha Milik Desa merupakan Lembaga Usaha Desa yang dikelola oleh masyarakat dan Pemerintah Desa dalam upaya memperkuat perekonomian desa dan dibentuk berdasarkan kebutuhan dan potensi desa. Pendirian BUMDesa harus didasarkan pada kebutuhan dan potensi desa, sebagai upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Lombok Timur SR – BUMDesa merupakan pilar kegiatan ekonomi di desa yang berfungsi sebagai lembaga sosial dan komersial. BUMDesa sebagai lembaga sosial berpihak kepada kepentingan masyarakat melalui kontribusinya dalam penyediaan pelayanan sosial. Sedangkan sebagai lembaga komersial bertujuan mencari keuntungan melalui penawaran sumberdaya lokal yakni barang dan jasa. Dalam menjalankan usahanya prinsip efisiensi dan efektifitas harus selalu ditekankan.
Demikian dikatakan Pejabat Sementara Kepala Desa Bandok, Pelita Yatna yang juga sekcam kecamatan wanasaba dalam arahanya pada acara pembentukan BUMDes Desa Bandok Kecamatan Wanasaba pada Kamis (5/7) yang lalu.
Lebih lanjut ia, mengemukakan bahwa untuk pembentukan kepengurusan BUMDes akan kembali menggelar musyawarah dan mengundang segenap komponen masyarakat untuk menentukan pengurus yang akan menjalankan roda usaha BUMDes tersebut.
“Untuk musyawarah pemilihan dan penetapan pengurus nanti kita akan undang masyarakat agar masyarakat terlibat dalam menentukan keputusan terkait dengan siapa yang akan menjadi pengurus BUMDes nanti, sehingga tidak ada kesan bahwa kepengurusan tersebut berdasarkan kemauan sepihak” jelasnya.
Sementara itu Bahtiar Ripa’i selaku Pendamping Desa pemberdayaan kecamatan menjelaskan bahwa BUMDes merupakan amanat UU No. 6 Tahun 2014 Tentang Desa yang penekanannya bagaimana desa itu mandiri, sehingga BUMDes merupakan salah satu prioritas penggunaan dana desa, dan masuk dalam bidang pemberdayaan masyarakat desa. Sehingga misalnya manakala dana desa tidak lagi mengucur ke desa setidaknya desa sudah mandiri dapat membangun dirinya sendiri, BUMDes dalam melaksanakan usahanya dapat bergerak dalam bidang apa saja, misalnya seperti jasa, simpan pinjam, perdagangan dan lain-lain. Yang pada intinya pendirian BUMdes dapat mendongkrak pendapatan asli desa (PADes).
“Besar harapan kami kepengurusannya harus dibentuk secara kelembagaan, ketika BUMdes ini diresmikan dan dapat menjalankan usahanya tentu harus bermanfaat untuk kesejahteraan dan kepentingan masyarakat desa Bandok sendiri” harapnya.
Sedangkankan Ketua BPD Desa Bandok, Suhirman, berharap dengan terbentuknya BUMDes Desa Bandok masyarakat dapat terbantu secara ekonomi dan usaha-usaha masyarakatpun dapat diakomodir oleh BUMDes seperti hasil pertanian dan peternakan dapat dikelola sebagai kegiatan usaha. Sementara keberadaan PAMDes yang telah berjalan cukup lama akan menjadi unit usaha BUMDes itu sendiri, dan diharapkan keberadaan PAMDes juga dapat terus dikembangkan, seperti dengan memperoduksi air kemasan misalnya.
“Banyak lagi potensi-potensi desa yang dapat digali dan dikembangkan sebagai unit usaha BUMDes” harapnya.
Dalam musyawarah pembentukan BUMDes tersebut dihadiri oleh unsure masyarakat, kepala dusun, pendamping desa dan seluruh perangkat desa, adapun nama Badan Usaha Milik Desa tersebut disepakati dengan nama BUMDes MANDIRI. (Adi).

Related posts