SUARA DESA 

Desa Bebidas Siap Jadi Desa Wisata

RPJMDes merupakan rencana pembangunan jangka 6 tahun, sesuai rentang kekuasaan seorang kepala desa untuk sekali masa jabatan. RPJMDes memuat visi misi kepala desa dan apa yang akan dikerjakannya selama memimpin desanya. Dalam RPJMDes terdapat arah kebijakan pembangunan desa, rencana kegiatan yang meliputi penyelenggaraan pemerintahan desa, pelaksanaan pembangunan desa, pembinaan kemasyarakatan desa dan apa saja kegiatan pemberdayaan masyarakat yang bakal dilakukan pemerintah desa.

Lombok Timur SR – Secara umum, rancangan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) Desa Bebidas Kecamatan Wanasaba yang digodok melalui Musyawarah Desa (Musdes) lebih kepada pembangunan infrasturuktur fisik, seperti jalan, rabat, talud dan lain – lain. Namun, dari sisi semangat lebih memprioritaskan lahirnya Desa Wisata, pembangunan infrastruktur sebagai penunjang lahirnya desa wisata. Desa Bebidas memiliki banyak potensi yang dapat digarap dan dikembangkan untuk mewujudkan desa wisata.
“Kita punya potensi dan hampir satu tahun lebih sudah berjalan, namun secara resminya mudah-mudahan 2018 ini kita dapat SK sebagai desa wisata” jelas Harmaen Kades Bebidas, diruang kerjanya usai mengikuti Musdes Rancangan RPJMDes, Rabu (4/7) lalu.
Lebih jauh Harmaen menjelaskan, bahwa lahirnya desa wisata yang akan terus didorong merupakan bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat, dengan adanya kunjungan para wisatawan local maupun asing tentu saja masyarakat juga memiliki peluang dan kesempatan untuk bisa memasarkan jasa dan produk lainnya.
Hal yang paling menunjang lahirnya desa wisata adalah dengan telah terbentuknya Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Pokdarwis merupakan wujud partisipasi dan dukungan masyarakat dalam mendorong iklim yang kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya wisata di suatu wilayah. Adapun respon masyarakat secara umum terkait dengan desa wisata juga cukup baik, ini ditandai dengan adanya masyarakat yang telah mulai membangun penginapan-penginapan untuk wisatawan. Banyak hal yang telah dilakukan oleh pemerintah desa terkait dengan upaya terciptanya desa wisata, salah satunya adalah dengan penyertaan modal sebesar tujuh puluh lima juta untuk BUMDes yang salah satu unit usahanya akan dikelola oleh Pokdarwis.
“Pada 2019 yang akan datang juga, ada program yang akan mulai dieksekusi seperti program kakao, sebagai penunjang eko wisata, juga ada penangkaran rusa yang sudah dimulai tahun 2018 ini” sebutnya.
Kendati semangat untuk mendorong lahirnya desa wisata cukup tinggi, namun tidak lantas melupakan sektor lainnya, sebut saja seperti sector pertanian, wajah Desa Bebidas merupakan wajah agraris, tentu saja dalam penyusunan RPJMDes harus bisa mengakomodir aspirasi masyarakat yang consent terhadap dunia pertanian.
“Di sektor pertanian juga tentu tak bisa diabaikan, misalnya di RPJMDes kita menganggakan untuk peningkatan kapasitas petani dan kelompok tani, kelompok tani harus terkapasitasi agar tata kelola kelompok tani bisa lebih baik,” jelas Harmaen.
Sedangkan di bidang pemberdayaan perempuan, Ketua tim penggerak PKK Desa Bebidas, Trisna Dewi Kartika menjelaskan bahwa ia tak menutup mata soal kesetaraan gender. Menurutnya, peran dan keterlibatan perempuan dalam proses pembangunan merupakan keniscayaan. Perempuan juga harus diberdayakan, sehingga dalam RPJMDes kepentingan kelompok perempuan harus terakomodir.
“Sekarang saja kita sudah mulai meminta data dari masing-masing dusun mengenai usaha dan potensi masing-masing dusun yang bisa dikembangkan oleh kelompok-kelompok perempuan” terangnya.
Kelompok-kelompok perempuan produktif tersebut, lanjutnya, harus didorong untuk dapat mengembangkan usaha masing, misalanya bisa dalam bentuk Home Industri. Kegiatan dan program kelompok perempuan juga akan sangat memiliki peluang ketika desa bebidas menjadi desa wisata.
“Saya ingin kelompok perempuan terkafasitasi dan berdaya dalam segala aspek pembangunan desa, karena kita punya potensi yang besar yang dapat dikelola oleh kelompok-kelompok perempuan,” pungkasnya. (Adi)

Related posts

%d blogger menyukai ini: