Cemari Air, Warga Minta Pengerjaan Dam Sori Madanduru Dihentikan

Dompu, SR- Proyek pembangunan Dam Sori Madanduru atau Embung Serbaguna di Desa Saneo, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu, mencemari air bersih yang biasa dikonsumsi oleh warga desa setempat. Pasalnya material galian berupa tanah, lumpur, bebatuan hingga pepohonan yang ditumbangkan tergerus ke penampungan air bersih.
Akibatnya kondisi air menjadi kotor dan tidak layak untuk dikomsumsi
warga setempat yang tidak terima dengan keadaan tersebut, meminta proses pengerjaan yang dilakukan oleh PT Cahaya Surya Nusantara milik Ruslihan itu.
“Pengerjaan Dam tersebut harus dihentikan sementara dan memperbaiki kondisi air bersih,” kata Mahdin, perwakilan warga di kantor Desa Saneo, Rabu (04/07).
Mahdin, mengaku melihat sendiri kondisi bak air yang penuh dengan limbah pengerjaan proyek. Dia menuding pihak kontraktor telah lalai dan sengaja mencemari sumber kehidupan warga desa tersebut.
Maka dalam penampungan air itu terdapat limbah seperti lumpur batangan pohon yang tumbang seperti ada hidroli alat berat.
“Kalau bisa hentikan dulu proses pekerjaan Dam,kita perbaiki dulu Air dan pindahkan pipanya,” ungkapnya.
Warga lainnya, Jafar menyebut pihak kontraktor telah melanggar perjanjian awal dengan warga Desa. Saat itu proyek akan dikerjakan setelah Pipa air bersih dipindahkan sehingga tidak mencemari air minum.
Kita mengacu pada perjanjian awal,proyek akan dikerjakan ketika air minum diselamatkan dulu. Faktanya sekarang air tersebut telah dicemari.
“Kami minta hentikan dulu pekerjaan untuk sementara dan kita perbaiki dulu pipanya ,” tegasnya.
Sementara itu Pelaksana Lapangan kontraktor, Muhlin mengakui adanya kesalahan limbah yang mencemari air minum warga. Kata dia, limbah tersebut adalah hasil galian dari jalur untuk penempatan pipa air minum yang dipindahkan
Sebenarnya kami tengah membuat jalur pipa karena pipa itu akan kami simpan tepat di bibir tebing. Sudah lima hari kami kerjakan dan karena limbah dari pekerjaan itu lah yang menutupi air bersih warga,ungkapnya pada warga.
Sebagai pelaksana, dia akan berkoordinasi dengan pihak kontraktor soal permintaan warga untuk menghentikan proses pekerjaan dan akan mengerjakan perbaikan air bersih. Dia memastikan akan rampung dalam tiga hari kedepan
Sementara itu, Direktur PT Cahaya Surya Nusantara Ruslihan yang hendak dikonfirmasi media ini, tidak berhasil ditemui. Hingga berita ini diturunkan media ini belum mendapatkan pernyataan resmi soal pertanggungjawaban nya. (Mul)

Related posts