Adzikrol Hauliyah Ma’had Ajang Silaturahim Nasional Mutakhharijin

Adzikrol Hauliyah Ma’had Ajang Silaturahim Nasional Mutakhharijin

Lombok Timur SR – Perayaan ulang tahun atau yang populer dikenal Adzdzikrol Hauliyah Mahad Darul Qur’an Wal Hadits (MDQH) al Majidiyah As-syafiiyah NW Anjani, ke 53, berla¬ngsung penuh dengan hidmat. Acara tersebut berlangsung di halaman Masjid Jamik Darul Qur’an Wal Hadits NW Anjani, Ahad, (24/06).
Pada Zikrol tahun ini, dihadiri langsung oleh Mudir Madrasah Assaulatiyah Makkah, Syaikh Majid Said Masud Salim, Syaikh Adnan Al thof, Syaikh Fauzi Qosim dan Syaikh Dr. Ahmad Fahmi. Selain itu juga turut hadir, Kepala Staf Kepresidenan, Jendral (Pur.) Dr H Muldoko, SIP.
Amid Mahad Raden Tuan Guru Bajang KH Zainuddin Atsani M.Pd.I dan Masyaikh Ma’had, Ketua Umum PBNW Hj St Raihanun Zainuddin Abdul Madjid, Sekjend PBNW Dr. TGH Abdul Muhyi Abidin MA, menyambut para tamu agung tersebut.
Momen Adzikrol Hauliyah Mahad ini selalu dinanti, sebab pada ajang ini dijadikan para alumni Mahad dari angkatan perdana hingga 52 bersilaturahim secara massal karena melibatkan alumni semua angkatan. Mereka berbagi cerita, baik perjuangan sampai dengan keadaan keluarganya. Bercengkarama dalam balutan ilmu para pejuang NW ini tentang suka dan duka dalam perjuangan di tengah masyarakat. Tidak kalah pentingya juga para alumni ini kembali bersua dengan para masyaikhnya yang mengajar di Ma’had DQH NW.
Dalam sambutannya, Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Pur.) Dr H Muldoko, SIP mengaku sangat bahagia ada bersama keluarga besar organisasi NW yang telah mampu memberikan kontribusi besar kepada bangsa Indonesia ini.
Baginya, tidak ada bangsa yang kuat di dunia ini tanpa dibangun dengan cara sikap patriotisme dan kekuatan bukan dengan cara lemah lembut. Untuk itu, jangan kita pesimis tapi harus optimis. Ponpes tempat pembentukan karakter bangsa yang kuat. Apresiasi tinggi kepada organisasi NW atas dedikasinya dalam membangun dan menjaga bangsa kita.
“Saya barusan baca buku yang judulnya dari NW ke Indonesia. Dalam buku ada persoalan-persoalan sosial yang dibedah oleh Maulanasyaikh TGKH M Zainuddin Abdul Madjid, sebagai pendiri NW. Medium 1980 an Maulansyaikh mensosialisasikan KB dan garam beryodium.
“Beliau berfikir jauh melebihi imajinasi yang ada. Demikian juga beliau bisa menerawang masa depan. Dulu diperidiksi Maulansyaikh bahwa akan datang masa yang sulit dengan kekeringan sehingga mencanangkan program Gogo Rancah. Beliau adalah insprasi dan motivasi,”tegas Muldoko.
Pada Zikrol 53 ini Ma’had kembali mencatat sejarah, di mana thullab baru mencapai 1.430 orang untuk. “Ini adalah bukti dari kekeramatan pendiri Mahad, Maula¬nasyaikh TGKH.M.Zainuddin Abdul Majid, sebagai wali kutubul Aktob atau raja para waliyullah. Maka sebagai muridnya kita berkewajiban menjaga warisan beliau ini,” kata Amidul Mahad DQH NW Anjani, Raden Tuan Guru Bajang KH Zainuddin Atsani, dalam sambutannya.
RTGB, panggilan akrabnya juga mengingat¬kan kepada mutakharrijin (alumni) Mahad tahun ini yang berjumlah 553 orang, agar tetap menjaga nama baik almamater Mahad sebagai perguruan tinggi salafi.
“Jaga nama baik Mahad dan amalkan ilmu yang pernah kalian dapatkan dari para masyaikh mu. Jaga akhlak bergaul di tengah masyarakat. Bagi thullab baru bersihkan niatnya masuk di Mahad, karena Mahad adalah tempat mengaji bukan tempat mencari kedudukan duniawi,” imbuhnya.
Ingat juga, wasiat Maulanasyaikh, yang paling mulia di hadapan beliau itu yang bermanfaat bagi NW bukan orang yang paling dekat dan pintar saja. Diri kita harus menjadi orang yang bermanfaat sesuai dengan hadist Rasulullah adalah orang yang paling baik adalah orang yang bermanfaat bagi sesama. “Kunci menuntut ilmu itu harus ikhlas dan niatkan untuk bisa bermanfaat bagi agama Nusa dan Bangsa,” tegasnya.
Juga, lanjutnya sebagai murid maulana¬syaikh tetaplah patuh pada pimpinan organisasi seperti apa yang diajarkan beliau semasa hayatnya. “Apa yang disampikan Ummuna PBNW itu harus diikuti warga Mahada dan NW demi perjuangan NW. Ingat, hanya menghitung hari kita melakuan pencoblosan pilkada NTB. Salah satu paslon adalah panutan NW yaitu nomor 4 Ali Sakti. Maka dari itu sya mengajak watga Mahad dan NW bersama menangkan Ali Sakti tangal 27 Juni mendtang,” serunya.
Ketua Umum PBNW Ummuna Hj St Raihanun ZAM, dalam arahnya, mengingatkan akan pesan dan wasiat pendiri Mahad Maulanasyaikh yaitu agar kita sebagai warga NW terus menjaga Mahad tercinta ini.
“Pesannya adalah, ‘Jaga Mahad mu’. Ini adalah tanggung jawab kita sebagai penerus perjuangan beliau,” katanya mengingatkan.
Selain itu, lanjut Ummuna panggilan akrabnya, kami instruksikan kepada seluh warga NW agar bersatu dalam barisan untuk memenangkan paslon pilkada NTB nomor 4 Ali Sakti.
“Ingatkan keluarga, sahabt dan warga NW datang ke TPS tanggal 27 Juni nanti untuk coblos nomor 4 Ali Sakti si Selendang Beak,”ajaknya.
Pengajian Adzikrol Hauliyah Mahad ke 53 disampikan Mudir Madrasah Assaulatiyah Makkah, Syaikh Majid Said Masud Salim, yang diterjemahkan Syaikh Dr. Ahmad Fahmi.
Pada Zikrol 53 ini juga Amid Mahad, Mudir Madrsah Assaulatiyah, Ketua Umum PBNW dan Ketua LPTQ Syaikh Zainuddin NW memberikan penghargaan kepada thullab tholibat yang tamat tahun ini yang sudah menyelesaikan hafalan al-Quran 30 juz, sebanyak 30 orang. (vin)

Share this post