Ali Bin Dachlan: Pembangunan di Seluruh Pelosok NTB Harus Merata

Ali Bin Dachlan: Pembangunan di Seluruh Pelosok NTB Harus Merata

LOMBOK TIMUR SR – Calon Gubernur Ali Bin Dachlan menyambangi Desa Rarang Tengah, Kecamatan Terara, Lombok Timur. Di sini, Ali Bin Dachlan mengatakan bahwa pembangunan di seluruh pelosok Nusa Tenggara Barat (NTB) harus merata.
Pria yang akrab disapa Ali BD ini merasa sedih karena belum semua pelosok di Nusa Tenggara Barat belum mendapatkan hak dan kewajiban yang sama.
“Saya sedih melihat pembangunan di seluruh pelosok NTB belum merata. Apalagi saat saya maju menjadi calon Gubernur, banyak hak dan kewajiban yang sama di dapatkan masyarakat. Oleh karenanya, dengan menjadi Gubernur maka saya bisa mendatangi semua pelosok di seluruh Nusa Tenggara Barat. Tentu, pasti banyak yang bertanya kenapa saya sedih?,” ucap Ali Bin Dachlan, Rabu (20/6).
Diakuinya, di seluruh pelosok NTB belum terjamah oleh karenanya dirinya ingin semua masyarakat merasakan pemerataan, bukan hanya yang di kota saja yang diutamakan.
“Lihat saja banyak yang tidak didapatkan masyarakat yang tinggal di pelosok, seperti pembangunan masjid dibiarkan bertahun-tahun. Saya ingin semua pembangunan di Nusa Tenggara merata, dengan merata maka masyarakat akan tumbuh subur,” bebernya.
Ali Bin Dachlan menambahkan bukan hanya pembangunan masjid saja yang tak diperhatikan, bahkan dari sisi air bersih, pengairan belum semua masyarakat mendapatkan haknya.
“Bisa dibayangkan di beberapa wilayah di Lombok Tengah belum mendapatkan air bersih, seluruh sawah pada kekeringan akibat kekurangan air. Saya heran, mengapa ini dibiarkan padahal kebutuhan tersebut sangat dibutuhkan masyarakat. Semua kepentingan masyarakat harus diutamakan,” bebernya.
Pria yang juga disapa Amaq Kake ini menegaskan bahwa sebagai pemimpin harus mengutamakan kepentingan masyarakat bukan untuk diri sendiri.
“Menjadi pemimpin bukan mencari kekayaan, menjadi pemimpin harus adil, pemimpin harus memikirkan kepentingan banyak orang dan itu diatur di dalam Al-Qur’an,” lanjutnya.
Ali Bin Dachlan juga berpesan kepada masyarakat saat melakukan pemilihan kepala daerah jangan termakan oleh janji saat calon kepala daerah berkampanye, apalagi waktu pemilihan sangat dekat.
“Menjelang pilkada, saya berpesan masyarakat jangan mudah dibodohi, masyarakat jangan mudah ditipu, masyarakat jangan mudah dibeli oleh uang, masyarakat harus cerdas. Pilihlah pemimpin yang mengutamakan kepentingan masyarakat,” ucap Ali Bin Dachlan.
Baginya, jika masyarakat terbuai oleh janji kampanye maka tidak membuat masyarakat menjadi lebih baik apalagi mudah dibeli oleh uang.
Marilah kita membangun Nusa Tenggara Barat lebih baik dan ada perubahan karena pemimpin harus memberikan perubahan pada masyarakat bukan mementingkan diri sendiri,” tegasnya.
Tak itu saja, dalam mencari pemimpin masyarakat harus melihat pemimpin yang mempunyai dan harus takut pada rasul, takut pada Allah, pemimpin juga harus berprilaku adil dan bukan mementingkan diri sendiri melainkan mengutamakan kepentingan orang banyak.
“Berkampanye bukan dilakukan dengan hal yang tidak baik, melainkan berkampanye memberikan khasanah politik yang benar. Jangan mengartikan politik itu harus partai politik. Nomor 4 dipilih rakyat, maka kemenangan membuat rakyat senang. Jika partai yang menang maka pimpinan partai yang senang,” urainya lagi.
Selain itu dalam memilih, masyarakat harus melihat sepak terjangnya dalam memimpin serta lamanya waktu memimpin bukan dilihat dari sisi usia.
“Pemimpin yang baik bisa mengelola pembangunan dengan baik bukan mengelola dengan menggunakan utang. Terlebih, utang membuat masyarakat sengsara,” tutupnya.
Di sisi lain, Mahyudin selaku warga Rarang Tengah melihat bahwa sosok Ali Bin Dachlan merupakan sosok yang tepat. Keperdulian orang nomor satu di Lombok Timur telah dibuktikan, apalagi semua yang bertentangan dengannya yang berhubungan dengan masyarakat pasti dilawannya.
“Kami butuh pemimpin yang perduli dengan rakyat, perduli untuk menjadikan masyarakat lebih baik. Kami tidak akan memilih calon lainnya, karena sudah ada buktinya dari Bapak Ali Bin Dachlan bukan sekedar janji maupun sekedar omong kosong,” pungkasnya. (*)

Share this post