Sampah Berserakan dan Menumpuk di Jalur Wisata Pemenang – Sengigi

Sampah Berserakan dan Menumpuk di Jalur Wisata Pemenang – Sengigi

Lombok Utara, SR – Kecamatan Pemenang Kabupaten Lombok Utara yang menjadi pusat parawisata di Kabupaten Lombok Utara sampai saat ini masih berkutat dengan masalah sampah yang tidak kunjung tertangani dengan baik.Masalah sampah yang yang tetap menumpuk di pinggir jalan utama jalan jurusan Pemenang ke Senggigi menjadi contoh masyarakat Pemenang dan sekitarnya masih membuang sampah di sembarang tempat.
“Sampah yang dibuang di pinggir jalan yang ada di dusun Karang desa itu sudah dilakukan masyarakat sudah puluhan tahun,masyarakat membuang sampah di tempat tersebut karena sampai saat ini di desa Pemenang Barat belum ada lahan sebagai tempat pembuangan ahir sampah,” kata Kepala Desa Pemenang Barat, Syukri, belum lama ini.
Menurut Syukri,untuk menyediakan lahan untuk tempat pembuangan sampah (TPS) sampai saat ini belum ada anggarannya,apalagi anggaran untuk pembelian tanah sebagai lahan TPS ini harus cukup luas dan sudah barang tentu ini memakan anggaran yang cukup besar. Sedangkan untuk membeli lahan atau tanah yang anggarannya dari ADD secara aturan tidak di perbolehkan.Inilah yang menjadi salah satu kendala utama sehingga sampah belum tertangani dengan maksimal disamping lain juga karena kesadaran masyarakat yang masih kurang untuk tidak membuang sampah di sembarang tempat.
Sementara itu Camat Pemenang M.Faisol, ketika di komfirmasi tentang persoalan sampah di jalan utama Pemenamg Senggigi tersebut mengatakan, untuk kecamatan Pemenang seharusnya di sediakan paling kurang enam buah kontiner sampah yang di tempatkan di beberapa lokasi di seluruh wilayah Kecamatan Pemenang, terutama di kawasan perkotaan Pemenang. Sampai saat ini belum ada kontiner sehingga ini yang menyebabkan masyarakat membuang sampah tidak pada tempatnya.
“Masyarakat memang menaruh sampah di beberapa lokasi yang biasanya nanti akan di angkut oleh mobil sampah, namun karena pengangkutan sampah ini masih belum optimal itulah sebabnya sampah menjadi menumpuk,” katanya.
Di harapkan dengan banyaknya kontiner sampah yang di tempatkan di beberapa lokasi strategis masyarakat akan membuang sampah di kountiner. Bila kontiner ini sudah siap dalam beberapa hari akan dapat menampung sampah yang dibuang masyarakat sehingga walau ada keterlambatan pengangkutan sampah oleh mobil pengangkut sampah sampah sampai tercecer di pinggir jalan. Untuk masalah sampah ini menjadi tanggung jawab Kantor Lingkungan Hidup (KLH),di harapkan KLH lebih memprioritaskan kota Pemenang ini untuk ketersediaan kountiner mengingat Pemenang sebagai pusat parawisata Lombok Utara hususnya dengan adanya kawasan tiga Gili (Trawangan, Air dan Meno).
Sementara Kepala KLH Lombok Utara H.Rusdi ketika akan di konfirmasi tentang sampah di Pemenang belum berhasil, beberapa kali di hubungi belum dapat tersambung.(ndk)

Share this post