Warga Beleka Ancam Halaman Kantor Bupati Dijadikan Lahan Tembakau

Warga Beleka Ancam Halaman Kantor Bupati Dijadikan Lahan Tembakau

Imbas Kekeringan Melanda Loteng

LOMBOK TENGAH SR – Kamis (24/5) lalu, puluhan perwakilan dari masyarakat Desa Beleka Kecamatan Praya Timur Lombok Tengah (Loteng), mendatangi kantor Bupati Loteng. Kedatangan mereka menuntut tanggung jawab pemerintah, yang dinilai lepas tangan terhadap nasib para petani tembakau, khususnya di Desa Beleka.
Jopi Hendrayani selaku korlap mengaku kecewa terhadap pemerintah, yang selama ini dinilainya kurang respon terhadap para petani tembakau di Loteng, khususnya di desa Beleka kecamatan Praya Timur Loteng.
“Kedatangan kami hanya menuntut pemerintah menyediakan air, sebab masyarakat kami khususnya yang nanam tembakau di Desa Beleka, terancam gagal lantaran air untuk nanam tidak ada. Dan jika permohonan kami ini tidak ditepati, kami akan datang dengan masa yang lebih besar dan akan membawa peralatan sawah dan halaman kantor Bupati akan kami buat menjadi lahan tembakau,” katanya.
Kenapa ini ia lakukan, pihaknya bersama masyarakat akan memperlihatkan kepada pemerintah, bagaimana rakyatnya mencari rizki atau kebutuhan hidup, melalui jalan bertani tembakau.
Sementara itu H. Husnawadi mengaku, masyarakat tidak akan meminta pejabat berdasi untuk turun membantu menanam tembakau, namun pihaknya hanya meminta mendatangkan air. “Saya yakin pejabat pemerintah Loteng punya power untuk mengatur air, kekuatan itulah yang kami minta bukan mengajak merawat tembakau,” kesalnya.
Ringannya permintaan masyarakat dan itu tidak dituruti, lantas kenapa masyarakat mempercayakan kepada mereka mengatur daerah ini. Terhadap hal itu, dengan penuh harapan, pihaknya atas nama masyarakat Beleka pada khususnya dan Loteng pada umumnya, untuk bisa mensiasatinya, sehingga para petani tembakau ataupun padi, bisa terselamatkan.
Untuk diketahui lanjutnya, 90 persen masyarakat Desa Beleka, seusai tanam padi ramai ramai menanam tembakau, dan jika ini sampai gagal. Pihaknya mengkhawatirkan, kejahatan, criminal dan yang lainnya terjadi.
Sebab segala kejahatan dan kriminalitas, itu mulanya bersumber dari kebutuhan yang tidak tercapai, sehingga secara otomatis bisa saja mereka mengambil jalan pintas. “Kami tidak menyebutkan itu watak masyarakat kami, hanya saja rata – rata kejahatan itu bermula dari kebutuhan yang tak terpenuhi dan penghsilannya kurang,” ujarnya.
Sementara itu pekasih Sejagat Desa Beleka Ama Eka meminta, agar pemerintah turun tangan mengatasi pembagian air di Bendungan Pandan Dure Lombok Timur. Pasalnya selama ini aliran bendungan tersebut, tidak pernah ada yang masuk ke Loteng.
Padahal pembuangan air untuk jatah Loteng, sudah ditentukan namun pihak penjagaan tidak pernah memberikan. “Jatah petani Loteng di bendungan Pandan Dure ada, hanya saja kami tidak pernah diberikan oleh penjaga, jadi mohon pemerintah untuk bisa memfasilitasi. Sebab jika pemerintah sudah turun tangan, kami yakin akan diberikan,” katnya.
Sementara itu PLT Bupati Loteng Lalu Pathul Bahri mengaku, sebelum persoalan ini disampaikan, pihaknya tadi malam sudah menerima masayarakat Desa Semoyang Kecamatan Praya Timur. Dengan persoalan yang sama, pihaknya sudah meminta kepada dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Loteng, untuk bersurat ke pemkab Lombok Timur.
Dimana al hasil surat tersebut sudah diterima, dan tadi pagi pagi, alat berat pembersih sudah dikirimkan dan insyaallah, saluran air dari Bandungan Pandan Duri untuk Loteng, bisa dialirkan ke Loteng. “Tuntutan yang sama juga kami sudah terima dari masyaraat Semoyang dan mereka datang ke rumah, tuntutan mereka langsung kami sikapi dan tadi pagi alat berat sudah dikirimkan, tunggu saja aliran air dari Bendungan Pandan Duri, pasti mengalir ke sawah petani Loteng,” akunya.
Dikatakan, jatah Loteng jatuh pada tanggal 26 Mei dan itu akan dikirim ke Kecamatan Kopang, sebanyak 1400 kibik. Untuk mengatasi persoalan di Desa Beleka, pihaknya akan meminjamkan 400 kibik jatah Kopang.
Salnjutnya nanti, saat jadwal untuk Praya Timur, yang 400 kibik yang dipinjamkan di Kopang, akan diberikan, sebagai pengganti. “Insyaallah kami jamin, penanaman tembakau di Loteng khususnya di Beleka, akan kami selamatkan,” janjinya. 
Untuk diketahui lanjutnya, tidak ada pemerintah yang mau mensengsarakan rakyatnya, namun pihaknya meminta untuk bersabar. Sebab persoalan saat ini debit air di hulu sudah sangat kurang, sedangkan pengguna air di hilir, melebihi kebutuhan, sehingga ini menjadi persoalan.
“Kami harapkan masyarakat mengerti, tidak ada pemerintah yang mau mensengsarakan rakyatnya, hanya saja persoalannya saat ini adalah, pengguna manfaat lebih banyak dari pada stok air yang tersedia. Dan ini menjadi persoalan,” ungkapnya. (AP)

Advertisements

Share this post

Post Comment

Or