Kapolres KSB Bagikan Kursi Roda dan Bingkisan bagi Penyandang Disabilitas

Kapolres KSB Bagikan Kursi Roda dan Bingkisan bagi Penyandang Disabilitas

Sumbawa Barat SR – Banyak cara jika kita ingin berbagai atau sekedar bersilaturohmi dalam merajut kasih sayang dan saling tolong menolong. Di bulan suci Ramadhan nampaknya dimanfaatkan oleh pejabat Kepolisian Sumbawa Barat ini untuk melihat sisi lain dari kehidupan sosial kaum Difabel atau Disabilitas. Di Desa Seteluk Atas Kecamatan Seteluk, AKBP. Mustofa, S.I.K bertemu dengan puluhan kaum Difabel. Ia juga berkumpul dengan ulama setempat serta kaum lanjut usia, untuk merayakan bulan suci Ramdhan kali ini.
“Bagi kami keluarga besar kepolisian Sumbawa Barat, merayakan khidmatnya bulan suci dengan saudara kita kaum Difabel sungguh suatu berkah. Merekalah tempat kita mencurahkan perhatian dan bantuan kita, kita belajar banyak dari orang – orang yang tidak beruntung seperti mereka,”kata, Mustofa, berbicara dengan masyarakat setempat, Minggu (20/4) lalu.
Kapolres Sumbawa Barat, AKBP. Mustofa, S.I.K menyerahkan bingkisan Ramadhan kepada, penyandang Difabel, di Desa Seteluk Atas. Ditengah ujian silih berganti, yang mengusik ketentraman kehidupan antar umat bergama. Menurutnya, ini ujian besar bagi kaum muslimin, untuk bersatu dan bangkit. Karenaitulah, di momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke 72, kepolisian setempat berupaya kembali memperkokoh sikap kasih sayang antar sesama.
Kapolres Sumbawa Barat ini menilai, keamanan bisa terselenggara jika kita memiliki keimanan. Jadi keimanan seseorang, kelompok orang dan masyarakat serta antar masyarakat lain mampu menjadikan lingkungan daerah dan negara kita aman.
“Besarnya dampak konflik, terorisme dan radikalisme akan berlangsung dalam waktu lama. Seperti halnya kerusuhan Ambon, Maluku. Setelah 14 tahun, sisa trauma dandampak konflik masih terasa. Merawat rasa aman ini sungguh sungguh berat,”ujar, Mustofa.
Mustofa seakan member pesan, betapa pentingnya keteladanan. Keteladanan nampaknya hanya bisa di sampaikan dengan contoh, perbuatan dan langkah-langkah kecil seperti ini. Di Seteluk sendiri kaum di fable kerap di lupakan. Anak, wanita dan pemuda di fable kurang mendapat perhatian serius banyak pihak.
Kondisi ini yang mendorong kepolisian setempat memfokuskan pembinaan dan bantuan kepada kaum difabel. Seperti memberikan bantuan kursiroda, bingkisan ramadhan, tongkat dan lain lain.
Bahkan kepala kepolisian setempat menginstruksikan seluruh babinkamtibmas untuk mendata ulang warga Sumbawa Barat peyandang disabilitas. Bahkan kaum penderita tuna rungu, tuna grahita dan penyandang masalah sosial lainnya. (lal/zm)

Share this post