Pertanyaan dari Ali – Sakti Ini Bikin Pasangan Suhaili – Amin Tak Berkutik

Pertanyaan dari Ali – Sakti Ini Bikin Pasangan Suhaili – Amin Tak Berkutik

Mataram SR – Ada yang menarik dalam debat terbuka calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat 2018 yakni kala pasangan calon nomor 4 yakni Ali Bin Dachlan dan TGH Lalu Gede Sakti mempertanyakan soal adanya intervensi dari pemerintah Lombok Tengah perihal majunya calon gubernur Suhaili Fadhil Thohir yang notabenanya masih menjabat sebagai Bupati Lombok Tengah.
Dalam pertanyaan yang diajukan oleh calon Wakil Gubernur TGH Lalu Gede Sakti yakni soal banyak aparatur pemerintah di Lombok Tengah memberikan arahan kepada kampanye pasangan calon nomor satu, serta adanya intervensi yang dilakukan Suhaili kepada pejabat pemerintahan.
“Bagaimana Anda (Suhaili-red) bisa mewujudkan birokrasi yang baik, sementara kami mendapat informasi bila Anda melakukan intervensi kepada pejabat pemerintahan Anda sendiri, jika Anda tidak menang maka kepala dinas, kepala desa akan dipecat oleh Anda,” tegas TGH Lalu Gede Sakti kepada Suhaili-Amin di Hotel Lombok Raya, Mataram, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (12/5).
Mendengar pertanyaan tersebut, Suhaili Fadhil Thohir berkilah bahwa terkait dengan adanya independensi birokrat Lombok Tengah dirinya sangat taat pada aturan yang berlaku.
“Saya tidak pernah memerintahkan kepada mereka untuk mendukung, semua ini saya jawab tanpa ada pembelaan,” urainya.
Mendengar jawaban tersebut, pasangan calon nomor 4 melalui Ali Bin Dachlan menuturkan jika informasi itu benar maka sama saja merusak citra negara Indonesia yang sedang giatnya memberantas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).
“Kalau pertanyaan itu benar maka disesalkan karena Anda (Suhaili-red) telah melakukan kesalahan besar jika mempolitisasi pejabat reformasi, ini sama saja menghancurkan KKN dan jika ini benar maka ini merupakan kejahatan luar biasa,” bebernya.
Tak ingin Suhaili merasa kalah dalam jawabannya yang diberikan, calon gubernur yang merupakan Ketua DPD Golkar NTB ini merasa bahwa kurang tepat jika bermain hakim sendiri, biarlah pihak berwenang yang bekerja.
“Kurang tepat jika main hakim sendiri karena ada yang berwenang, maka ada lembaga yang berwenang dan membuat hakim atau vonis,” tukas Suhaili. (tim)

Share this post