SUARA SUMBAWA 

Upaya Mudahkan PTSP, Kemenag Sumbawa Adakan Program Revitalisasi KUA

Sumbawa Besar, SR – Kementerian Agama Republik Indonesia (RI) melalui Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumbawa mengadakan program revitalisasi Kantor Urusan Agama (KUA) sebagai upaya untuk mempermudah Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).

“Pertama, diupayakan oleh Menteri itu, untuk program revitalisasi KUA tapi secara bertahap agar betul-betul pelayanannya strategis seperti KUA Sumbawa,” kata Kepala Kemenag Sumbawa, Drs. Samsun Ilyas, yang didampingi Kasi Bimbingan Masyarakat Islam H. Faisal, kepada Suara Rinjani belum lama ini.

Ia mengaku, kita di Sumbawa ini, siap menyambut, pertama tanah atas nama Kementrian Agama, itu harus disiapkan. Kalau memang kita tidak memiliki tanah kita bisa meminta kepada Pemda.

“Karena Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) kata dia, yang dikelola oleh Kementerian Agama dan dari SBSN itu hanya dipergunakan sebagai tempat balai nikah dan manasik Haji,” ujarnya.

Dijelaskannya, kita sebenarnya menginginkan banyak KUA SBSN yang harus dibangun. Tapi hanya satu lokasi KUA yang diizinkan untuk pembangunannya.

“Pembangunan KUA yang memang kantornya sudah tidak layak, tempat pembangunannya di Moyo Hilir, mulai dari tahap pelelangan dan seterusnya sesuai dengan aturannya. Dan itu sudah dibahas dianggaran 2021 kemarin dan dikerjakannya di tahun 2022, untuk pembangunan kantornya tersebut, 1,4 Milyar yang betul-betul representatif,” ungkapnya.

Sementara untuk kecamatan Lantung dan Ropang, untuk pembangunan kantor KUA nya, rencananya, insyallah di tahun 2023 mendatang. “Mintanya, agar dibagun 2 lokasi tapi mungkin 1 lokasi dulu nanti. Iya kalau 2 Alhamdulillah, dan lokasinya sudah atas nama Kementerian agama semua. Tapi untuk sementara ini, kedua kantor KUA tersebut masih nyewa dari sejak berdirinya sampai tahun ini,” tuturnya.

Jadi konsepnya, lanjutnya, pemerintah merevetalisasi KUA dengan aturan-aturan yang ada dan kita dibawah ini, hanya menyiapkan perangkat keras terkait dengam apa yang dibutuhkan. Misalnya dari lokasi KUA nya harus bersertifikat dari Kementerian Agama Republik Indonesia selanjutnya pemerintah itu mengalokasikan dananya untuk sodtaware atau perangkat lunaknya untuk mendukung termasuk apa yang kita lihat di TV, Youtube, terkait bagaimana KUA yang sudah direvitalisasi.

“Jadi, semua ketika orang datang, tinggal klik sesuai dengan apa yang menjadi kebutuhanya, jadi orang tidak bertanya lagi karena itu pelayanan prima ekselen,” tukasnya.

Kita sangat berharap, kata dia, kepada Kanwil untuk memprioritaskan beberapa kantor KUA yang ada di Kabupaten Sumbawa agar diuapayakan kantornya itu berdirinya di atas tanah Kementrian Agama. Soalnya ada beberapa kantor KUA yang masih berdiri di atas tanah wakaf.

“Itu ada Kecamatan Maronge, Labuan Badas, Utan kemudian ada 2 masih di atas tanah Pemda, Kecamatan Tarano dan Buer. Tapi untuk Buer sudah dialokasikan tanah untuk pembanguanan kantor KUA nya,” pungkasnya. (bgs)

Related posts

Leave a Comment

Or

%d blogger menyukai ini: