TOP NEWS 

Gelombang Aksi di Kantor Bupati Tuntut Faham Wahabi Dibubarkan

Lombok Timur, SR –  Kantor Bupati Kab. Lombok Timur didatangi ribuan masa 2 hari berturut-turut pada  Rabu dan Kamis, (5-6/1/2021). Masa pertama berasal dari Kecamatan Sakra tersebut menggelar  aksi damai menuntut Ust. Mizan Qudsiyah diperoses oleh Pemerintah Daerah (Pemda) dan  aparat penegak hukum (APH) secepatnya. Masa menilai Ust. Mizan Qudsiyah telah menebar kebencian lewat ceramahnya yang  diduga menghina makam para leluhur di Lombok seperti makam TGH. Lalu Muhammad Ali Batu dan sejumlah makam yang para wali.

Hinaan dalam ceramahnya kira – kira 1 tahun lalu di Dasan Bentek Lombok Timur dianggap telah mencemarkan nama baik leluhur warga Lombok sekelas kiyai itu dengan sebutan makam yang tidak baik kini tersebar dalam potongan video di media sosial. Para pecinta dan keluarga besar Almagfurulah TGH. Lalu Muhammad Ali Batu kemudian mengecam ucapan yang di sampaikan Ust. Mizan Qudsiyah yang ada dalam video tersebut karena berimbas meresahkan masyarakat Sakra khususnya dan masyarakat Lombok secara umum.

Koordinator masa aksi yang juga tokoh masyarakat Desa Sakra  L. M.Guntur dalam orasinya mengatakan perkataan Ust. Mizan Qudsiyah yang viral di sosial media tersebut dianggap tidak pantas keluar dari seorang ustadz yang berilmu dan berpendidikan tinggi. Perkataan itu menurutnya sangat melukai hati masyarakat Sakra khususnya dan masyarakat Pulau Lombok pada umumnya.

“Kepada pemerintah daerah dan Kapolres Lombok Timur selaku aparat penegak hukum, kami minta dia di proses secara hukum secepatnya. Kami tidak peduli siapapun dia dan apapun latar belakang kehidupannya. Demi menjaga keamanan dan ketertiban yang sudah terbangun” pintanya.

Sementara itu, Bupati Lombok Timur H.M. Sukiman Azmy  didampingi Wakil Bupati, Kapolres dan Dandim, menemui ribuan masa aksi. Bupati dengan tegas menyampaikan akan mengawal proses penyelidikan kasus yang dinilai  mencemarkan nama baik makam wali di Lombok itu hingga selesai. Bupati meminta agar  masa aksi tidak mudah terprokasi dan terpecah belah dengan tetap mengutamakan demokrasi yang sopan dan  tidak anarkis.

H.M. Sukiman Azmy didepan masa aksi juga meminta Kapolres Lombok Timur sebagai APH agar memberikan jaminan bahwa semua yang melanggar aturan diproses sesuai aturan hukum dan perundang undangan yang berlaku. “Apa yang menjadi aspirasinya kami terima, kami akan kawal sampai selesai” tegasnya.

Ditempat yang sama Kapolres Lombok Timur AKBP Herman Suriyono menyampaikan  bahwa saat ini pihak Kepolisian Polda Nusa Tenggara Barat dan Polres Lombok Timur sedang melakukan proses penegakan hukum terkait ujaran kebencian yang dimaksud tersebut.  “Proses hukum sedang berjalan, kita hidup di NKRI yang selalu  menegakkan hukum, jadi kita tidak boleh main hakim sendiri,” pintanya.

Kemudian massa berikutnya pada hari kedua pada Kamis, (06/01) berasal dari lintas organisasi dengan tuntutan yang sama yang mengatasnamakan Gerakan Anti Wahabi dan Gerakan Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja) juga meminta  Ust. Mizan Qudsiyah di hukum secepatnya  karena tujuan dakwahnya dinilai hanya memecah belah umat dan tidak mencerminkan adab seorang ust. Dia meminta aksi masa untuk tetap memegang ajaran lelulur dan kiyai atau Tuan Guru yang ada yang telah lama  membela akidah dan menjalankan syariat sesuai ajaran para wali ahlussunnah wal jamaah yang sebenarnya di Indonesia.

“Tidak bisa masalah ini selesai kalau hanya dengan klarifikasi video, karena jelas – jelas konten video tersebut sangat menyakiti hati kami yang sudah lama menjalankan ajaran akidah Ahlussunnah Wal Jamaah yang telah diajarkan guru- guru kami” ungkap Korlap aksi Syarifuddin.

Hal senada juga disampaikan TGH. Zahidi Ahmad salah satu tokoh perwakilan masyarakat Desa Mamben Daye. Dia menganggap pergerakan aksi masa hari itu adalah murni semata mata atas izin Allah setelah melihat isi ceramah  Ust. Mizan Qudsiyah yang jelas-jelas telah berani merendahkan martabat para wali yang ada di Lombok dengan menghina makamnya.

Dia meminta kepada Kepolisian selaku aparat penegak hukum  dan pemerintah daerah  segera bersikap tegas menangkap dan memenjarakan Mizan Qudsiyah. “Bukan diamankan saja,  karena kalau tidak diadili bukan hanya Lotim yang bergejolak tapi Pulau Lombok bahkan jamaah Ahlussunnah Wal jamaah di Indonesia juga akan bergerak,” ancamnya.

Alumni Perguruan Tinggi Assolatiyah Makkah – Arab Saudi itu juga  menyampaikan bahwa faham Wahabi dianggap sangat berbahaya jika dibiarkan berkembang di suatu wilayah. Mengingat kebaraannya juga sudah banyak  penyebab  perpecahan Jamaah Ahlussunnah Wal jamaah.

“Wahabi, salafi, assunnah itu sebenarnya sama, ormas intoleran. Bagaimana bupati mengatakan jaga kondusifitas kalau mereka sendiri terus bergerak mengadopsi masyarakat ilmu yang hanya menurutnya baik.” cetusnya

Ust. Taufan Iswandi, Wakil Panglima Laskar Majelis Mujahidin dalam orasinya juga mengatakan tidak pantas sesama muslim untuk salong menyalahkan satu dengan yang lainnya. Namun karena ada oknum tertentu yang terkesan sengaja memecah belah persatuan ummat sehingga menurutnya oknum tersebut harus segera di adili.

Massa dari  Gerakan Ahlussunnah Wal Jamaah diitemui Wakil Bupati H. Rumaksi, SJ. didampingi Kapolres Lombok Timur AKBP Herman Suriyono dan Sekretaris Daerah (Sekda) H.M. Juaini Taofik. Wabup menyampaikan bahwa Ust. Mizan Qudsiyah sudah diamankan pihak kepolisian guna diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. “Kita akan kawal kasus ini sampai tuntas dan  pernyataan masa aksi akan kita tindak lanjuti,” ungkapnya singkat.

Sebelumnya, didepan Wakil Bupati Koordiantor Umum (Kordum) juga membacakan pernyataan sikap yang isinya antara lain, pertama meminta APH untuk menangkap dan mengadili Ustaz Mizan Qudsiyah. Kedua, meminta Pemda dan APH menghentikan segala bentuk aktivitas As- Sunnah, Wahabi dan Salafi. Ketiga meminta aparat  menutup Lembaga Majelis As- Sunnah, Wahabi dan Salafi. Keempat, bersama sama selamatkan NKRI dari bahaya  radikal dan paham ekstrim dan yang terakhir meminya kepada semua pengikut As-Sunnah untuk segera bertaubat dan kembali ke ajaran Ahlusunnah wal Jamaah.(Yat)

Related posts

Leave a Comment

Or

%d blogger menyukai ini: