TOP NEWS 

Ceramah Berbau Penghinaan, Ust Mizan Dipolisikan Kader NW

Lombok Timur SR – Sejak Sabtu malam, (01/01) beredar potongan ceramah Ust Mizan tokoh Assunah/Wahabi di medsos (youtube red.) yang berisi dugaan penghinaan kepada makam-makam ulama’ dan pejuang Islam di Pulau Lombok. Kendati Ust Mizan melalui youtube juga sudah mengklarifikaksi isi ceramahnya yang dipotong, dan mengaku tidak ada maksud untuk menghina hanya menyebut makam-makam yang dulu diziarahi, namun warga sudah terlanjur terluka.

Dalam potongan ceramahnya, Ust Mizan menyebut beberapa makam ulama dan pejuangan Islam yang ada di Pulau Lombok “Makam Selaparang, Bintaro, Sekarbela, Loang Balok, Ali Batu, Batu Layar, Kuburan T*in  Ac*ng, Keramat T*in Ac*ng”. Inilah potongan isi ceramah Ust Mizan yang memicu kontroversi di kalangan warga Islam Lombok.

Kendati sudah mengklarifikasi isi dakwahnya, namun warga net dan warga Lombok yang cendrung terluka dengan isi ceramah itu terus memberikan reaksi keras, sehingga berbagai elemen masyarakat bergerak untuk memproses Ust Mizan secara hukum.

Sebut saja  mulai  dari Laskar Sasak, MAS, Kasta NTB, NU dan sejumlah ormas lainnya langsung membuat  laporan ke polisi dan ada yang menggelar aksi juga.

Tidak ketinggalan reaksi keras dari organisasi terbesar di NTB yang didirikan ulama kharismatik yang juga Pahlawan Nasional almagfurulah Maulanasyaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, Nahdlatul Wathan (NW), melalui Badan Otonom dan Lembaga NW, seperti Pemuda NW, Himmah NW, Barisan Hizbullah NW, Lebah NW dan lain-lain langsung menempuh jalur hukum dengan melaporkan Ust Mizan ke Polisi, agarra diproses secara hukum, sebelum warga bertindak sendiri.

“Masing-masing kabupaten, Badan Otonom NW seperti Pemuda, Himmah dan Hizbullah NW sudah melayangkan laporannya kepada Polres setempat. Sedang kami dari Lebah NW Senin (03/01) akan melaporkan Ust Mizan ini ke Polda NTB bersama ratusan Barisan Hizbullah NW,”ungkap Ketua Lembaga Bantuan Hukum (Lebah) NW, M Ikhwan SH, kepada Suara Rinjani, Ahad (02/02).

Menurutnya, memang selama ini isi-isi ceramah para da’i-da’i Wahabi ini sering mengkafirkan dan membid’ahkan perbuatan ummat Islam yang tidak sepaham dengan dia, sehingga akumulasi kemarahan ummat Islam yang mayoritas Ahlussunah wa Jamaah di NTB ini sudah memuncak.

“Akumulasi dari sakit kuping menahun karena dengar ceramah yang membid’ahkan selain kelompok Wahabi nya. Ini alasan kita agar aparat tidak lagi mengijinkan mereka menggunakan lostspeaker dalam setiap kegiatannya yang cendrung membuat kegaduahan ummat,” katanya.

Lanjutnya, menyangkut perijinan mendirikan masjid juga karena mereka memiliki masjid yang eksklusif, tidak sama dengan masjid Ahlusunah wal Jama’ah agar dipertimbangkan letaknya. Jangan di kampong-kampung basis jama’ah yang tidak sealiran dengan mereka.

“Ini juga memiliki potensi konflik yang sangat tinggi, selain itu ijin pengajian umum yang melibatkan banyak jamaahnya agar sementara dihentikan demi kenyaman dan kedamaian masyarakat di sekitarnya. Ini semata mata untuk meminimalisir potensi konflik  horizontal,”tandasnya.

Seperti yang dilansir dari Akun Facebook Info Polda NTB, Minggu (02/01), Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto, mengatakan kejadian tersebut diduga buntut dari menyebarnya potongan video yang mendiskreditkan sejumlah makam leluhur di Lombok.
“Dalam waktu dekat kami akan mengambil keterangan dari berbagai pihak terkait permasalahan tersebut baik kasus perusakan dan video ujaran kebencian tersebut, percayakan kepada pihak kepolisian untuk menuntaskan kasus tersebut dan masyarakat agar tenang,” jelasnya.
“Sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) dan warga juga telah mendatangi Polda NTB untuk menyampaikan laporan, terkait keberatannya terhadap ujaran dalam video tersebut,”pungkasnya.(sr)

Related posts

Leave a Comment

Or

%d blogger menyukai ini: