Musim Kemarau, Kekeringan Ancam 9 Kecamatan di Loteng

Musim Kemarau, Kekeringan Ancam 9 Kecamatan di Loteng

Lombok Tengah SR : Memasuki musim kemarau pada tahun ini di 9 (Sembilan) wilayah kecamatan terdapat di Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (Kab. Loteng, Prov. NTB), terancam akan mengalami kekeringan.
Pergantian musim setiap tahunnya seperti musim cuaca panas (iklim musim kemarau) dimana keadaan iklim atau cuaca ini sendiri diperkirakan tepatnya akan terjadi pada bulan Juni tahun 2018 mendatang. Tentu saja dampak cuaca inipun bukan tidak mungkin akan menyebabkan terjadinya bencana kekeringan dibeberapa daerah wilayah Provinsi NTB, dan tidak menutup kemungkinan bencana kekeringan ini juga akan ikut pula dirasakan sejumlah daerah kecamatan berada di Kab. Loteng.
Terkait persoalan dampak musim kemarau ini disampaikan langsung ditempat kerjanya, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab. Loteng, H. Muhamad, Selasa (24/04). Memasuki musim panas tahun ini, pihak BPBD Kab. Loteng pun jauh hari sebelumnya telah memiliki sejumlah program rencana guna mengantisipasi terjadinya dampak buruk dari cuaca panas (musim kemarau) yang terjadi, dimana nantinya dipastikan banyak warga di berbagai daerah kecamatan akan membutuhkan pasokan air bersih.
Dijelaskan pihaknya, adapun diantaranya bentuk upaya mengantisipasi hal tersebut tadi, selain telah mempersiapkan cadangan air bersih yang nantinya akan didistribusikan langsung ke sejumlah warga di daerah yang mengalami kekeringan juga saat ini program kegiatan pembangunan unit sumur bor pun telah mulai dilakukan di beberapa desa. “Kendati permintaan distribusi bantuan air bersih saat ini belum ada kita terima, akan tetapi guna mengantisipasinya Insha Alloh cadangan air bersih pun sudah ada kita persiapkan. Pembangunan sumur bor dibeberapa desa di kecamatan juga sudah mulai kita lakukan,” jelasnya lugas.
Lanjut dikatakan, disebabkan kondisi dana cuaca panas yang sudah mulai terasa nantinya pada bulan Juni mendatang sehingga membuat diperkirakan bahkan mungkin dapat dipastikan permintaan akan bantuan pendistribusian terhadap air bersih inipun akan mulai diterima pihak BPBD Kab. Loteng dari sejumlah warga desa di beberapa kecamatan. Terhadap pembangunan sejumlah unit sumur bor pun oleh pihak BPBD sendiri untuk sementara ini lebih memprioritaskan lokasi pemasangan atau pembuatan pembangunan sumur dilakukan dominan di desa – desa yang sudah dapat dipastikan pada musim panas ini akan tertimpa bencana kekeringan.
Tidak lupa oleh pihaknya pun, nantinya untuk kelancaran memudahkan proses pendistribusian terhadap permintaan air bersih saat ini, BPBD Kab. Loteng juga telah berkoordinasi dengan pihak – pihak terkait seperti beberapa instansi di daerah. “Menurut catatan yang ada di BPBD terdapat 9 (Sembilan) kecamatan yang wilayahnya terancam akan dilanda kekeringan. Dari Sembilan kecamatan terdapat 6 (enam) kecamatan yang kekeringannya parah. Dan dari 6 kecamatan ini ada sekitar lebih dari 80 desa yang bakal terkena dampak kekeringan,” katanya menerangkan dengan raut muka sedikit khawatir.
Disebutkan, adapun beberapa contoh 9 kecamatan yang terancam akan mengalami kekeringan diantaranya, Janapria, Praya Timur, Praya Tengah, Praya Barat, Praya Barat Daya, Jonggat, Pujut, dan Kecamatan Pringgarata. Selanjutnya dampak dari musim kemarau tidak akan terlalu parah dialami sebagian wilayah yang terdapat diluar 9 kecamatan yang terancam akan dilanda kekeringan tadi.
Terakhir diungkapkan, walaupun dari kondisi kekeringan tidak terlalu parah dialami oleh beberapa wilayah. Namun, tidak menutup kemungkinan pula jika nantinya ada satu atau dua desa akan mengalami bencana kekeringan dimana lokasi desa – desa ini sendiri berada di luar 9 kecamatan yang terancam dilanda kekeringan. “Kemungkinan desa diluar 9 kecamatan ini juga ada yang dilanda kekeringan, walaupun jumlahnya tidak banyak hanya satu dua desa saja, Insha Alloh, dan untuk mengatasinya, kami pun saat ini terus berupaya membantu semaksimal mungkin dengan salah satu cara membangun sumur bor dibeberapa titik wilayah kecamatan yang memang membutuhkan pasokan air bersih dimana wilayah ini juga setiap tahunnya kita ketahui kerap dilanda kekeringan,” ungkap, H. Muhamad meyakinkan sembari menutup pembicaraan. (ang)

Advertisements

Share this post

Post Comment

Or