SUARA LOTENG 

Pencapaian STBM Sukses, Pemprov. Apresiasi Pemda Kab. Loteng

Lombok Tengah, SR – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) mengapresiasi Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Tengah (Pemda Kab. Loteng) atas suksesnya dilakukan pencapaian Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).

Apresiasi tersebut disampaikan langsung Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalillah, M.Pd, saat menghadiri acara Deklarasi Open Defecation Free (ODF) atau Stop Buang Air Besar Sembarangan, di Ballroom Kantor Bupati Loteng, Rabu (17/11) pagi.

Dalam sambutannya Wagub mengatakan, apresiasi diberikan k kepada pemda Loteng yang telah berupaya maksimal dalam pencapaian ODF/Stop Buang Air Besar Sembarangan, Tuntas Pilar 1 STMB. Atas upaya yang serius ini, oleh pemerintah Provinsi pun akan terus mendorong untuk meningkatkan pembangunan fasilitas Sanitasi. “Insha Alloh, dengan begitu ehingga kita semua mengharapkan kesehatan masyarakat terus meningkat di Kab. Loteng,” katanya.

Suksesnya pencapaian STBM yang luar biasa ini lanjut Wagub, menunjukkan komitmen pemda dalam Visi LOMBOK TENGAH BERSATU JAYA. Dimana hal itu tidak lain ditujuka untuk mencapai peningkatan kesehatan masyarakat dan sumber daya manusia di wilayah Kab. Loteng khususnya.

Bupati Loteng, H. Lalu Pathul Bahri, SIP, dalam acara itu tidak lupa menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya terhadap para pihak yang telah berupaya maksimal untuk pencapaian pilar 1 STBM ini. Kedepan tentunya upaya ini harus lebih ditingkatkan agar bisa tuntas pencapaian 4 pilar lainnya. “Diantaranya yaitu, pilar 2 cuci tangan pakai sabun (CTPS), pilar 3 pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga, pilar 4 pengelolaan sampah, pilar 5 pengelolaan limbah cair rumah tangga (IPAL),” papar, Bupati.

Adapun proses pencapaian STBM Pilar 1 telah dilakukan melalui kolaborasi para pihak. Pembangunan berbagai fasilitas Sanitasi, Pendampingan serta Penyadaran masyarakat oleh Bappeda, PUPR, Dinas Kesehatan, Sanitarian Puskesmas dan Instansi lainnya terus dilakukan dalam percepatan pencapaian Tuntas Pilar 1 STBM.

Upaya untuk mendorong pencapaian STBM, pada tahun 2020-2021, Lembaga Transform bekerjasama dengan Yayasan Plan International Indonesia melaksanakan kegiatan WINNER Project (Women and Disability Inklusif wash and nutrition). “Tujuannya adalah meningkatkan akses terhadap layanan air, sanitasi dan hygiene. Upaya ini merupakan bentuk realisasi untuk tercapainya target layanan universal akses air dan sanitasi tahun 2030 target SDG’s,” jelasnya.

Dalam mendukung peningkatan akses STBM tambahnya, Winner Project telah melakukan pelatihan dan monitoring STBM GESI (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat yang berkesetaraan Gender dan Inklusi). Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan sanitarian dan kader dalam pemicuan STBM GESI di masyarakat yang dilakukan di 40 desa.

Selain itu juga dilakukan, monitoring kesetaraan Gender dan inklusi dalam sanitasi, Pelatihan pembuatan pembalut ramah lingkungan, “Serta tidak lupa juga pendampingan sekolah terkait manajemen kesehatan menstruasi serta verifikasi Desa STBM,” terangnya.

Untuk kegiatan pelatihan STBM GESI sendiri dilakukan di 24 desa Pilot Proyek winner yang dibagi dalam 3 zona antara lain, zona Selatan (pesisir pantai), Zona tengah (Urban), zona Utara (pegunungan/bukit). Masing-masing kecamatan diambil 2 desa yang menjadi pilot Project.Meningkatnya kemampuan fasilitator (Sanitarian, kader kesehatan, pemerintah kecamatan dan Desa).

Kemudian tambah Bupati, monitoring kesetaraan Gender dan inklusi dalam sanitasi dilakukan pada 5 Desa Pilot yaitu, Desa Kopang, Marong, Menemeng, Darek dan Kuta. “Meningkatkan pengetahuan komunitas melalui pelatihan pembuatan pembalut ramah lingkungan. Sehingga, pelatihan ini mendorong terbentuknya wirausaha pembalut ramah lingkungan di Lombok Tengah,” tuturnya.

Proses menuju pencapaian Pilar 1 STBM pun kini masih terus dilakukan melalui berbagai upaya diantaranya, pembangunan WC Inklusi, Pelatihan Guru dan Sanitarian tentang Sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) GESI dan MKM (Manajemen kebersihan Menstruasi) untuk Guru dan sanitarian. Hasilnya guru dan sanitarian yang telah dilatih disekolah masing-masing dapat menjadi campion bagi komunitas di Sekolah. Selain itu juga adanya pendidik sebaya yang diharapkan dapat menjadi pioner bagi peningkatan Menajemen kebersihan Menstruasi (MKM) di sekolah.

Tidak terkecuali dalam hal ini terhadap proses Verifikasi Desa STBM pun yang juga masih terus dilakukan dengan target 139 Desa di Kabupaten Lombok Tengah. Tepatnya pada hari Senin, 15 November 2021, dilakukan Verifikasi Kabupaten Lombok Tengah yang dinyatakan Tuntas Pilar 1 STBM Stop Buang Air Besar Sembarangan/ODF (Open Defecation Free). 4 Desa sekaligus Lulus 5 Pilar STBM, yaitu Desa Kopang Rembiga, Semparu, Bilabante dan Sisik. Penyerahan berita acara dilakukan oleh Tim Verifikasi Provinsi kepada Wakil Bupati (Wabup) Loteng, H. M. Nursiah.

Tidak dipungkiri adanya kolaborasi yang sangat baik dari berbagai pihak terkait selama ini telah ikut berhasil dalam mendorong upaya pencapaian Lombok Tengah sebagai Kabupaten ODF ke-3 di NTB. “Deklarasi ODF Kab. Loteng pada hari ini menjadi motivasi guna pencapaian 4 pilar STBM lainnya. Insha Alloh, hal ini kita lakukan supaya di tahun 2023 nanti, Kab. Loteng sudah benar – benar tuntas 5 Pilar STBM,” harap, Bupati.

Dalam acara Deklarasi ini, penyerahan piagam penghargaan diberikan oleh Wakil Gubernur NTB kepada Bupati Lombok Tengah yang telah sukses membawa Lombok Tengah ODF. Selain itu juga, penyerahan penghargaan dilakukan oleh Bupati Lombok Tengah kepada 12 Camat dan 4 Kepala Desa yang telah tuntas 5 pilar STBM. (ang/adv)

Related posts

Leave a Comment

Or

%d blogger menyukai ini: