SUARA SUMBAWA 

Berjuang Raih WBK 2021, Ini 6 Pelayanan Diterapkan Lapas Sumbawa

Sumbawa Besar, SR – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Sumbawa Besar Kanwil Kemenkumham NTB terus berjuang untuk meraih Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) dalam membangun Zona Integritas yang akan dievaluasi Tim Penilaian Nasional (TPN KEMENPAN-RB), paling lambat bulan November 2021. “Dan kita sudah mempersiapkan diri dari tahun 2020/2021 ini dengan tujuan informasi birokrasi ini betul-betul bebas dari Kolusi Korupsi Nepotisme (KKN),” kata Kepala Lapas Kelas II A Sumbawa Besar, M. Fadli, kepada media ini, Senin (12/10) lalu.

Fadli menambahkan, dalam membangun zona integritas, setidaknya ada 6 area pembangunan yang diterapkan Lapas Sumbawa. Pertama, menejemen perubahan. Melalui menenjemen ini, kita bisa merubah mainset, kultur budaya, melayani dan meningkatkan kinerja semua pegawai yang ada di sini. Kedua, menejeman penataan tata laksana. “Artinya mereka bekerja sesuai dengan beberapa aturan dari Kepmen, Permen, PPP, dan ederan Dirjen dalam segala macam bentuk,” terangnya.

Kemudian lanjutnya, ketiga, akuntabilitas, kita bagaimana tranparansi terkait anggaran. Seperti, membuat rencana program kerja. Keempat, perkuat Sumber Daya Manusia (SDM). Di sini, bagaimana suatu pimpinan itu bisa menjadi mentor buat semua stafnya sehingga mereka bekerja sambil belajar. Kelima, pengawasan sehingga tidak melakukan penyimpangan sehingga bisa bekerja sesuai dengan aturan yang ada. Keenam, peningkatan pelayananan. Artinya, peningkatan kwalitas pelayanan unit terpadu. “Kita bagaimana semua tingkatkan fasilitas olahraga, tempat ibadah, perpustakaan dan lain sebagainya,” ujarnya.

Lanjutnya, untuk mensukseskan semua di atas, harapan kami, tidak boleh, tidak peduli terhadap mereka warga binaan, tidak menstigma mereka jahat sehingga bisa diterima kembali oleh masyarakatnya. “Dan kepada keluarga yang berkunjung juga dilarang membawa masuk ke Lapas, seperti HP, Sajam, Narkoba dan lain sebagainya,” Pungkas Fadli.

Sementara itu, salah seorang warga binaan, TW, usia 35 tahun mengaku, pelayanannya cukup luar biasa, kesan saya pribadi tentunya, disini, agar tidak lagi melakukan kejahatan dan memberikan efek jera, kita di sini terus diajak untuk tetap melaksanakan ibadah “Sholat 5 waktu betul-betul diutamakan, lalu kemudian mengaji, olahraga dan lain sebagainnya,” Tutupnya. (sal/bgs)

Related posts

Leave a Comment

Or

%d blogger menyukai ini: