TOP NEWS 

PBNW Buka Seminar Nasional Semarak Hari Pahlawan 2021, Jubir Presiden Jadi Keynote Speaker

Lombok Timur SR – Salah satu Pahlawan Nasional yang dimiliki Bangsa Indonesia adalah al magfurulah Maulanasyaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, (Pendiri NWDI, NBDI dan NW) Pahlawan Nasional asal NTB. Seperti tahun-tahun sebelumnya, setiap Hari Pahlawan, Pemuda Nahdlatul Wathan, selalu merayakan hari bersejarah tersebut, sejak dinobatkannya salah seorang tokoh NTB dan ulama dunia, Maulanasyaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, adalah Pahlawan Nasional pada 2017 lalu.
Dalam rangka semarak Hari Pahlawan 2021, panitia Hari Pahlawan yang dibentuk PBNW menggelar Seminar Nasional, melalui Hybrid (online dan offline) pada Ahad (17/10), degan tema : “Manifestasi Semangat Kepahlawanan Menuju Indonesia Maju dan Sejahtera” yang menghadirkan Juru Bicara Presiden RI Dr. M Fadjroel Rachman, sebagai Keynote Speaker, via zoom.
Untuk offline seminar dipusatkan di Auditorium lantai II Kampus IAIH NW Lotim langsung hadir pembicara Gubernur NTB Dr H. Zulkieflimansyah, Prof. Dr. Galang Asmara, M.Hum dan Prof Dr H Fakhrurrazi, MA dan perwakilan dari Korem 162 Wira Bakti.


Ketua Umum, Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW) Maulanasyaikh TGKH Muhammad Zainuddin Atsani, dalam sambutannya menyampaikan setiap tahun kita selalu mengadakan perayaan hari pahlawan khususnya, sejak Ninikda Almagfurulah Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Majid, ditetapkan menjadi Pahlawan Nasional oleh Presiden Jokowi pada tahun 2017 lalu.
“Pahlawan adalah sebutan sekaligus pujian yang memiliki jasa dalam perjuangan, berjuang secara pribadi. Saya melihat bahwa sejarah pahlawan bentangan masa yang teramat panjang dalam perjalanan bangsa Indonesia, Pendiri NWDI, NBDI dan NW Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Majid, yang lahir tahun 1898 M dikukuhkan menjadi Pahlawan Nasional bersamaan dengan Laksamana Malhayati dari Aceh,”ungkapnya.
TGKH Zainuddin Atsani, menambahkan dalam catatannya perjuangan bangsa Indonesia di daerah-daerah dipimpin oleh para ulama terutama dimulai dari abad ke 15, namun para ulama pejuang memiliki konsensus untuk meletakkan nasionalisme dalam memperjuangkan kemerdekaan. Nasionalisme itulah yang menjadi semangat kita berjuang, Ninikda Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Majid, adalah religious nasionalis, panutan kita dalam berjuang bukan karena kedudukan bukan pula karena jabatan.
Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah bangsa yang besar dibangun atas konsensus para Ulama dan para pahlawan. Konsensus tersebut melahirkan solusi terbaik bagi lahirnya sebuah negara yang tidak dibangun atas dasar satu faham atau agama.
Indonesia dibangun atas semangat ingin lepas dari keterjajahan dan berdaulat serta sejajar dengan bangsa lain di dunia. Bangsa Indonesia dengan beragam suku dan agama, sadar bahwa keagamaan adalah modalitas membangun dan keamanan adalah modalitas untuk menjalankan ibadah sesuai keyakinan masing-masing.
“Hubbul Wathon Minal Iman. Kalimat ini sudah sering kita dengar, Islamisme dibangun di atas semangat nasionalisme bukan sebaliknya. Itulah sebabnya Indonesia dibangun atas keberagaman ras, suku dan agama sehingga bisa hidup dengan rukun dan damai hingga saat ini,” pungkasnya.
Juru Bicara Presiden RI Muhammad Fadjroel Rachaman dalam kesempatan itu menyampaikan Visi Misi Indonesia kedepan perubahan ke arah Indonesia sentris, bukan sekedar Jawa sentris. Perubahan ke arah kebebasan berpendapat yang konstruktif dan merajut persatuan nasional, bukan menghasut konflik horisontal dan menciptakan histeria publik.
“Perubahan ke arah penghargaan pada hak asasi manusia, perangi korupsi dan pemberantasan kemiskinan. Manifestasi sepirit semangat perjuangan dengan dua cara yang pertama melakukan perubahan dan bergerak bersama. Inilah yang disampaikan presiden Jokowi ada perayaan Hari Pahlawan 2015 lalu,”ungkapnya.
Pada kesempatan itu, Gubernur NTB Dr Zulkieflimasyah, menyampaikan semangat kepahlawanan TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid sudah kita tidak ragukan lagi sehingga Negara memberikan gelar Pahlawan Nasional, atas jasa-jasa beliau kepada bangsa dan Negara.
“Hasil didikan beliaulah sehingga kita lihat sampai saat ini dari beragam daerah di Indonesia maupun di Luar Negeri kita sama sama ketahui punya andil dalam membentuk keberadaban manusia, khusunya warga di Nusa Tenggara Barat,”ujarnya.
Ketua Panitia Munir Fauzi dalam Laporannya mengatakan bersyukur atas terlaksana Seminar Nasional untuk memperingati semarak Hari Pahlawan 2021, khususnya Pahlawan Nasional asal NTB Maulana Syaikh TGKH. Zainuddin Abdul Majid, kendati masih suasana pandemi covid-19.
“Tentunya dengan jumlah peserta yang terbatas dan disesuaikan dengan protokol kesehatanb. Satu hal yang perlu saya tekankan adalah masalah kesadaran pribadi,”katanya.
Lanjutnya, kita sudah tahu arti dan pentingnya peringatan mengenang jasa para pahlawan bangsa. Akan tetapi, sebenarnya kita tidak hanya cukup sekedar tahu dan mengerti. Yang lebih penting lagi adalah bagaimana melaksanakan dan meneruskan cita-cita awal para pahlawan yang telah berkorban demi perjuangan kemerdekaan bangsa kita.
“Saya mengajak kita semua marilah bersama-sama mewujudkan apa yang dicita-citakan pahlawan untuk negara dan bangsa Indonesia,” tegasnya.
Panitia sudah merancang berbagai kegiatan Hari Pahlawan 2021 hingga puncaknya pada tanggal 10 November 2021 akan mengadakan apel bendera.(hin)

Related posts

Leave a Comment

Or

%d blogger menyukai ini: