SUARA LOTENG 

Realisasi Proyek Dua Sekolah di Pujut, Pemkab Anggarkan Rp. 5 Miliar

Lombok Tengah, SR – Pemerintah Kabupaten Lombok Tenga, Provinsi Nusa Tenggara Barat ( Pemkab Loteng, Prov. NTB) saat ini sudah mulai membangun sekolah pengganti korban penggusuran proyek pembangunan jalan bypass Bandara Internasional Zainudin Abdul Majid menuju Kawasan Ekonomi Khusus (BIZAM-KEK) Mandalika.
Pembangunan dua sekolah tersebut yakni, SDN Tonjer dan SMPN 15 Pujut. Sebelumnya seperti diketahui, ada berkisar ratusan peserta didik dari kedua sekolah menjadu terlantar tidak ada ruang tempat belajar.
Kendati kedua sekolah saat ini pembangunannya berada di satu lokasi yang ada di Kecamatan Pujut tidak jauh dari lokasi kedua bangunan sekolah sebelumnya, akan tetapi tidak lama lagi dapat dipastikan mereka (ratusan peserta didik yangvterlantar, red) pun akan bisa tersenyum lebar kembali.

“Pembangunan kedua sekolah sudah mulai dikerjakan sejak akhir Agustus lalu. Untuk pondasi dan berbagai struktur pendukung bangunan lainnya kini progress pengerjaanya baru hanya mencapai 17 persen saja,” sebut, Kabid Cipta Karya di Dinas PUPR Loteng, L.Muhamad Supriadin, di tempat kerjanya, Senin (27/09).
Lanjut diterangkan, untuk pengerjaan poyek yang menghabiskan kisaran anggaran sebesar Rp 5 Miliar lebih inipun telah ditargetkan akan dapat rampung di tahun 2021 ini. Target 100 rampung yang dimkasud tersebut, tepatnya nanti di bulan Desember mendatang. Pemkab optimis kalau nantinya pengerjaan proyek ini sepenuhnya akan bisa tuntas tepat waktu. Dikarenakan mengingat, dinas terkait yang intens dalam melakukan pengawalan.
Bahkan, diketahui pihaknya terkaiit berjalannya proyek sebagai bentuk komitmen terbilang kontraktor yang mengerjakannya sepeser pun tidak diberikan uang muka muka. Hal ini bertujuan Pemkab ingin melihat komitmen kontraktor dalam hal keseriusannya guna mengerjakan proyek.

“Insha Alloh, berjalannya proyek juga tetap kami kontrol untuk di monitor langsing di lokasi proyek agar proses serta hasil dari pengerjaan pembangunan kedua sekolah nantinya dapat maksimal dan sesuai dengan rancangan atau perencanaan bangunan,” terangnya.
Lebih jauh dikatakan, sebagai bentuk regulasi pihak dinas dalam mengukur tingkat keseriusan pihak ketiga. Maka, dinas pun sepakat untuk tidak memberikan uang muka. Kebijakan ini diambil untuk melihat apakah pihak ketiga serius atau tidak ketika mengerjakan proyek.
Ditambahkan, adapun perusahaan yang mengerjakan proyek kedua sekolah saat ini adalah, PT Duo Alsakhi Putri. Dimana jumlah total dana untuk keperluan realisasi pembangunannya tadi membutuhkan anggaran sebesar Rp 5 miliar lebih.

“Yang jelas proyek sudah mulai dikerjakan dari bulan Agustus sampai akhir Desember mendatang. Progres 17 persen yang meliputi diantaranya ada fondasi, selot juga pemasangan gisting kolom,” tambahnya.
Terakhir ditegaskan pria yang sehari – harinya akrab dipanggil Sopo ini kembali sedikit mengulas perihal perusahaan pengerja proyek yang sama sekali tidak diberikan uang muka akan tetapi sanggup untuk memulai pengerjaan proyek dianggap pemkab merupakan salah satu bentuk dari keseriusan perusahaan dalam mengerjakan proyek.
Selain itu, dengan begitu akan membuat pemkab menjadi yakin jika kontraktor perusahaan ini memang benar – benar memiliki modal untuk mengerjakan kedua bangunan sekolah. Perusahaan ini juga tidak akan bisa main-main mengerjakan kontrak proyek yang telah disepakati.

“Terlebih perusahaan yang mengerjakan proyek ini merupakan perusahaan dari luar daerah Lombok Tengah. Makanya itu juga sebagai bentuk pengendalian kami. Sekarang proyek sudah berjalan, sekaliagi Insha Alloh kita pun akan berupaya untuk tetap intens mengontrol,”tegas, Sopo. (ang)

Related posts

Leave a Comment

Or

%d blogger menyukai ini: