SUARA KLU 

Terlihat Tegar, Wabup KLU Didampingi Istri Saat Jumpa Pers Terkait Status Tersangkanya 

Lombok Utara, SR – Wabup Dany Karter Febrianto mengadakan jumpa pers terkait penetapan status tersangka pada dirinya, bertempat di Aula Bupati, Senin (27/09). Hal ini guna menjawab pertanyaan-pertanyaa dari masyarakat luas, terutama masyarakat Lombok Utara.

Dany dalam jumpa pers tersebut didampingi istri berikut Penjabat Sekda dan Kabag Hukum Setda Lombok Utara. Nampak Dany beserta istri terlihat tegar saat melakukan jumpa pers. “Seperti yang sudah tersebar, saya ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejati NTB. Saya menghormati proses hukum yang berlaku dan akan menjalani dan menghadapi ini sesuai dengan hukum yang berlaku,” kata Dany membuka jumpa persnya.

Ada beberapa hal utama yang disampaikan Dany, pertama bahwa saat itu statusnya sebagai staf ahli konsultan pada CV Indo Mulya Konsultan. Kedua, apa yang telah dikerjakan dan dilakukannya sebagai staf ahli konsultan sudah dijalankan sesuai dengan tupoksi dan mekanisme yang berlaku.

“Saya tetap akan kooperatif, dengan rendah hati juga saya juga sampaikan bahwa kita mesti tetap menaruh azas praduga tak bersalah. Izin saya meminta do’a dan dukungan masyarakat KLU pada khususnya,” pesannya.

Sementara itu, terkait akankah adanya bantuan hokum dari pemda Lombok Utara? Kabag Hukum setda KLU, Eka Asmarahadi menyampaikan bahwa menyangkut kasus yang sedang menimpa wabup itu setelah dikaji, Bagian Hukum Setda KLU tidak bisa memberikan bantuan hukum sesuai dengan ketentuan yang ada.

“Sebab kita harus melihat konteksnya terlebih dahulu. Perkara in bergulir sejak bapak wabup belum menjabat sebagai pejabat daerah. Saat itu beliau adalah staf ahli pada perusahaan swasta. Sementar bantuan hukum bisa kita berikan kepada pejabat daerah yang sedang berperkara hukum. Jadi di sini kita perlu melihat konteksnya waktunya terlebih dahulu,” ujar Eka.

Pada kesempatan yang sama, Penjabat Sekda Lombok Utara, Anding Dwi Cahyadi menyampaikan roda pemerintahan di pemda Lombok Utara tetap berlangsung sebagaimana mestinya. Terkait adanya kasus yang menimpa orang nomor dua di Lombok Utara tersebut tentu akan melihat agenda-agenda kedepan.

“Tidak ada yang signifikan. Agenda bupati dan wakil bupati kan sudah ada bagian-bagianya tersendiri. Kalau ada perubahan tentu akan ada konfirmasi-konfirmasi,” terang penjabat sekda yang juga baru saja beberapa jam dilantik tersebut. (zett)

Related posts

Leave a Comment

Or

%d blogger menyukai ini: