TOP NEWS 

Dipimpin Maulanasyaikh Hamzanwadi 2, Cetak Rekor Thullab Baru Ma’had Tembus 2.200 Orang

Lombok Timur SR – Ma’had Darul Quran wal Hadits Nahdlatul Wathan (MDQH NW) adalah pergurunan tinggi non formal yang didirikan Pahlawan Nasional al Magfurulah Maulanasyaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid (Hamzanwadi I) pada tanggal 15 Jumadil akhir 1385 H/1965M. Niat awal pendirian Ma’had ini adalah untuk mengisi masjid dan mushalla yang berjumlah jutaan di seluruh pelosok Nusantara. Kehadiran Ma’had di bumi Selaparang sebagai suatu wadah dan benteng pertahanan iman dan taqwa yang sangat kuat dalam mempertahankan idealisme Islam Ahlus Sunnah wal Jamaah ala Mazhabil Imam As-Syafi’i RA. keberadaan Ma’had dari dulu sampai kini tetap terasa, terbukti dengan banyaknya Mutakharrijin/Mutakharrijat (alumnus) yang bertebaran hampir di setiap masjid dan mushalla terutama di pulau Lombok, bahkan di pelosok Nusantara dan luar negeri.

Untuk mencapai tujuan itu, para pendiri Mahad, menggunakan sistem belajarnya halaqah (bersila) dengan menggunakan pakaian ciri khasnya, kain putih, baju koko putih dan songkok putih yang diniatkan para pendirinya agar siapa pun yang masuk Ma’had, jiwa raganya seputih pakai yang digunakannya.

Mahad terus mengalami peningkatan signifikan. Hal ini bisa dilihat dari tahun ke tahun, perkembangan kualitas dan jumlah thullab (mahasiswa red.) yang masuk di perguruan tinggi yang mengkaji kitab-kitab turash ini, terus mengalami peningkatan. Tengok saja, 5 tahun terakhir ini, thullab Ma’had DQH NW di Anjani, tidak pernah kurang dari 1000 thullab yang masuk dari berbagai penjuru Nusantara, bahkan ada yang berasal dari luar negeri untuk belajar di Mahad DQH NW ini.

Di usia ke 56 sekarang ini, diperingati dalam suasana Indonesia masih pandemi Covid-19, maka Adzikrol Hauliyah (ulang tahun) ke 56 dilaksanakan secara offline dan online, di halaman Masjid Jamik Darul Quran wal Hadits Anjani, (19/09).

Di tengah (Direktur red.) Mahad DQH NW di Anjani, Maulanasyaikh KH Zainuddin Atsani, mengungkapan kesyukuranya karena perguruan yang mengkaji ilmu-ilmu agama masih eksis dan terus berkembang dengan pesatnya. “Alhamdulillah, pada tahun 2021 ini jumlah thullab (putra) dan tholibat (putri) baru Mahad DQH NW di Anjani menembus angka 2.200. Jumlah yang cukup fantastik di era yang begitu modern untuk ukuran sebuah perguruan tinggi non formal,” ungkap Maulanasyaikh Hamzanwadi II.

Menurutnya, dirinya dan para Masyaikhul Mahad, masih menjaga tradisi peninggalan Ninikda Maulanasyaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, sehingga terus berkembang menjalankan bisnis menegakan Kalimatullah wal Izzul Islam wa Muslimin di persada ini.

“Kami di Dewan Masyaikh ini, tidak berani melanggar atau mengubah secara mendasar apa yang menjadi ketetapan pendiri Ma’had, baik itu pakaian, sistem belajar ataupun soal lama belajar di Ma’had. Semua itu masih kami pertahankan di Ma’had DQH NW Anjani, sebagai simbol ketaatan dan penyambungan keilmuan kepada para pendiri Ma’had,”ujarnya.

Menteri Agama RI yang diwakili Direktur Bimas, Prof. Dr. Komarudin, MA, dalam sambuntan daringanya menyatakan Indonesia memiliki kekhasannya yang tidak dimilik Negara lain, karena peran pesantren dan ormas Islam sangat besar dan berkontribusi besar bagi pendidikan Indonesia.

“Tentunya dengan usia 56 ini, perguruan Mahad ini sudah banyak melahirkan kader-kader Islam yang mampu menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.

Komarudin juga berharap NW dan Mahad terus menyebarkan kebaikan kepada bumi Nusantara ini sebagai bentuk kecintaan kita bangsa Indonesia. “Mari kita ikut membantu pemerintah yang kondisi pandemi covid-19,” tutupnya.

Selain itu juga sambutan dan ucapan selamat Zikrol oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah Gus Yamin Zubaer.

Wakil Amidul Mahad, TGH L Anas Hasyri, dalam pengajian Zikrol mengungkapkan bahwa fenomena thullab Mahad yang terus meningkat dibawah kepemimpinan Maulanasyaikh Zainuddin Atsani, adalah bentuk kepercayaan masyarakat atas kehadiran Mahad sebagai benteng ajaran Ahlussunah wal Jamaah.

“Ini adalah trust (kepercayaan) dari masyarakat yang begitu tinggi terhadap Ma’had Darul Qur’an wal Hadist NW di bawah komando Maulanasyaikh Hamzanwadi II,” kata Wakil Amid I Mahad DQH NW.

Menurut Masyaikh Ma’had yang dekat dengan Maulanasyaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, pada zaman para pendirinya (Maulanasyaikh Hamzanwadi I) maksimal thullab baru Mahad, berkisar 500 – 600 orang, namun sekarang kita melihat fakta yang sungguh menakjubkan perkembangan Mahad kita ini.

Inilah bukti kekeraman Maulanasyaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, yang menunjuk sejak kecil penggantinya yaitu Maulanasyaikh Zainuddin Atsani, menjadi kenyataan. Dengan berbondong-bondong santri mengaji di Ma’had DQH NW Anjani. Kalau ditotal maka thullab/tholibat Mahad DQH NW di Anjani, dari tingkat 1-4 sekityar 7000 orang yang berasal dari berbagai pelosok Nusantara bahkan luar negeri seperti Malaysia,”pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Adzikrol Hauliyyah (ulang tahun red.), Ma’had DQH NW Anjani, Muh. Amir Hidayatullah, menjelaskan persipan panitia menjelang digelarnya zikrol sudah dilakukan, mulai dari mendata thullab baru dan thullab yang tamat tahun ini.

Lanjutnya, karena kondisi negara kita masih dalam pandemi Covid-19, panitia pelaksanaan kegiatan menyambut Zikrol, tidak ada lagi kegiatan yang mengundang, termasuk kegiatan Adzikrol, tidak ada tamu luar, kita hanya bersifat internal saja, sedang untuk mutakharrijin-mutakharrijat (alumni) Ma’had) dan pengurus NW lainnya bisa mengikuti acara melalui zoom meeting yang disiapkan panitia. “Semua kegiatan dan lomba berbentuk online, seperti Lomba Video Musikalisasi dan Lomba Design Quote Masyaikh,”tandasnya.

Pada acara Adzikrol juga dilakukan penandatangan antara Ketua Umum PBNW dengan Direktur BNI Cabang Mataram, I Gusti Ayu Ratih Martini untuk kartu anggota NW dan kartu mahasiswa IAIH NW Lotim yang bisa digunakan transaksi di BNI.

Dari jumlah 1093 thulab Mahad yang tamat, yang khatam 30 juz Al Qur’an 81 orang hafiz/zah. Pada acara ini juga dilaksanakan pelantikan 3 Perwakilan NW dan 2 PWNW yaitu : 1. PWK NW Arab Saudi, 2. PWK NW Yaman, 3. PWK NW Mesir, 4. PWNW Provinsi Riau dan 5. PWNW Provinsi Sumatera Barat. (vin)

Related posts

Leave a Comment

Or

%d blogger menyukai ini: