SUARA SUMBAWA 

Bandara Sumbawa Beroperasi, Ini Aturan Terbarunya

 

Sumbawa Besar, SR – Mulai Rabu tanggal 8 September 2021, Bandar Udara (Bandara) Sumbawa Besar Provinsi Nusa Tenggara Barat, mulai memberikan pelayanan kembali. Hal tersebut ditandai dengan meningkatnya aktivitas dan penumpang yang ada di Bandara dengan menggunakan prokes yang ketat.

Saat ditemui langsung diruang kerjanya oleh media ini, Jumat (10/9), Tri Pono Basuki Wijianto, S.S.T., Kepala Kantor UPBU Sultan Muhammad Kaharuddin mengatakan,  pafa Rabu kemarin Bandara sudah memberikan pelayanan kembali, pesawat Wings Air juga sudah beroperasi.

“Syarat dan ketentuan untuk calon penumpang yang akan berpergian. Untuk penerbangan Sumbawa menuju ke Lombok. persyaratannya adalah minimal telah melakukan Vaksin satu kali dan Swab Antigen. Kemudian telah terdaftar di peduli lindungi, sehingga bisa termonitor oleh tim Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara dengan mudah,” tegasnya.

Lanjutnya,kemudian klinik yang mengeluarkan antigen pun tidak semuanya bisa, karena harus masuk dalam sistem New All Record (NAR) Kementrian Kesehatan.

“Untuk kegiatan vaksinasi kita sudah sempat melakukan kerja sama, tetapi karena jumlah yang sangat terbatas jadi kegiatan tersebut kami tiadakan. Kami juga akan siapkan fasilitas layanan untuk swab antigen dan tes PCR,” imbuh Tri.

Sedangkan jika diantara calon penumpang yang belum divaksin dikarenakan mengidap penyakit dalam bisa memberikan surat rekomendasi dari dokter.

Untuk anak usia dibawah 12 Tahun, ada peraturan yang melarang berpergian ke luar kota. Selain itu persyaratan untuk Jawa-Bali tetap harus menggunakan PCR, walaupun sudah dua kali vaksin. Karena beda daerah beda juga peraturannya.

“Untuk harga Swab Antigen diperkirakan bisa lebih murah sekitar Rp 125.000. Jika calon penumpang sudah memiliki tiket mandiri sekitar Rp 110.000. Sedangkan untuk GeNose sudah tidak bisa digunakan, karena telah terintegrasi oleh sistem NAR,”ujarnya.

“Harapannya agar aktivitas bandara bisa seperti semula dan bisa bangkit lagi, tentunya dengan prokes yang ketat. Sehingga virus tidak menular dan pergerakan manusia bisa lancar, serta perekonomian bisa tumbuh kembali,” turup Tri. (bgs)

Related posts

%d blogger menyukai ini: